Anak saya sendiri mengaku nggak percaya agama sejak smp, dan ini anak al-azhar, 
dg background keluarga NU, Muhammadiyah plus PKS hehe.  Komentar temen, like 
mother like son... Maksutnya anak kita itu seolah komiknya bapak-ibunya...:-( 

Tapi gimana kamu mengisi batin/psikis dirimu kalo nggak solat?, tanyaku. Dia 
bilang setiap kali berbuat baik dirinya terisi, termasuk kerja dengan tekun 
(dia perawat di rumah sakit angkatan laut). 

Saya nasihatin dia, hati2 saja dengan ego kita sendiri, setiap saat bisa jadi 
'tuhan'. So kamu perlu solat.

Kemudian saya sadar sendiri, bahwa nilai/paradigma yang sedang kita usung 
sekarang adalah "tuhan personal" yang kita persepsikan dari keinginan2 
manusiawi kita yang masih dalam tahap begini ini. Dan barangkali itulah 
"content"  solat kita.

Salam
Mia
-----Original Message-----
From: al...@yahoo.com
Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Date: Wed, 21 Jul 2010 00:06:53 
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: Re: [wanita-muslimah] Allah Tidak Tidur

Nggak percaya eksistensi tuhan mungkin maksutnya nggak percaya tuhan 'yang 
personal' - imej tuhan yang dibayangkan dg persepsi kita. Contohnya di WM ini 
dari content diskusi Dulatif dan HMNA itu tuhannya personal, seolah ada di 
sampingnya ato diwakilinya.

Konsepsi tuhan yang personal itu yang lagi mengalami perubahan.
 
Salam
Mia
-----Original Message-----
From: donnie damana <donnie.dam...@gmail.com>
Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Date: Tue, 20 Jul 2010 14:49:52 
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: Re: [wanita-muslimah] Allah Tidak Tidur

Mbak Ferona,

Dalam hal yang lebih extrim, religiusitas bahkan tidak dikaitkan dengan adanya 
atau percayanya seseorang terhadap existensi Tuhan. Dalam masyarakat modern 
seperti di Eropa, religiusitas dikaitkan dengan berdamainya hati dengan makro 
kosmosnya.. dengan semestanya. Religiusitas dituangkan dalam bentuk karya seni 
yang kasat mata/kasat indera seperti seni lukis, rupa ataupun suara, karena 
Tuhan tidaklah kasat mata dan susah dimengerti. 
Maka jangan heran, kalau masyarakat barat/Eropa banyak yang mengaku religius 
meskipun tidak percaya akan eksistensi Tuhan

Salim,
:D
(..mencoba santun..)


On Jul 20, 2010, at 2:29 PM, F e r o n a wrote:

> Pak Sabri,
> 
> Senang membaca uraian panjang lebarnya tentang agama. Soal teman saya itu,
> saya yakin dia tidak beragama dan kalau ditanya soal tuhan, jawabnya tuhan
> baginya antara ada dan tiada, sulit baginya memastikan .. itu jawab
> terakhirnya.
> 
> Dan saya tidak lagi bertanya lebih lanjut. Biarlah itu jadi urusannya
> sendiri ... :)
> 
> -- 
> Salam Manis,
> F e r o n a
> http://www.goldoven.com
> 
> 2010/7/20 TEdJO stSabri <x1...@gmx.com>
> 
> >
> >
> > Dear Ferona,
> >
> > sejauh ini saya baik-baik saja, walaupun sering henk :D
> >
> > Kayaknya ada yang sedikit pandangan tentang kawan anda, dia sangat
> > religius, kini tidak beragama. Kupikir sangat mungkin seseorang TIDAK
> > BERAGAMA Tapi RELIGIUS. Diluar definisi umum Religi = Agama, Religius =
> > Beragama. Bagiku sangat mungkin seseorang religius tanpa meyakini satu
> > agama-pun, sebagaimana pernah disinyalir oleh ibnu Sinna dalam kitab "al
> > Isyarah ..." Secara Pribadi saya sendiri pernah mengalami sebuah periode
> > ini, dimana enggan melakukan ritual Agama, tapi sama sekali tidak kehilangan
> > Keyakinan Terhadap Gusti Allah, diskusi dengan Gusti Allah (kelihatannya
> > seperti Ngomel wong Gusti Allah gak menjawab secara verbal) dikala duduk
> > diatas klothok (perahu tradisional khas banjarmasin, barang yang sama di
> > samarinda namanya ketinting). dikala berdiri diatas Tumpukan batu bara di
> > jaman bergaul dengan dunia hitam itu: (Quit dari dunia batu bara karena
> > dilarang Istri).
> >
> > IMHO, tidak ada hubungan antara Religius dan beragama. Agama adalah sebuah
> > Jalan, sebuah Petunjuk, sebuah Guidance. Dalam dunia Ibarat, banyak manusia
> > bisa memahami arah tanpa kompas, mengerti jurusan tanpa peta. Masyarakat
> > Jawa sebelum Islam masuk, sudah mengenal Sang Hyang Tunggal, Sang Hyang
> > Widhi, artinya masyarakat Jawa sudah Tauwhid sebelum Islam masuk, sehingga
> > tidak mengeharankan bila Islam sebagai Agama Tawhid dengan cepat diterima
> > masyarakat Jawa. Dan sangat banyak masyarakat lain di permukaan bumi ini
> > sudah ber-Tauwhid sebelum "agama" sampai pada mereka.
> >
> > Tidak sedikit gejala, masyarakat beragama MenuHankan agama itu sendiri
> > sehingga "seakan-akan" Tuhan= Agama. CMIIW, kaum Krsitiani menyatakan :
> > Tidak akan sampai pada "Bapa" tanpa melalui "Anak. Kaum Muslim juga memiliki
> > Aroma ini, Tidak akan sampai pada Tujuan yang benar Tanpa "syahadat". Dalam
> > Pikiran Nakal saya, sering terpikir, aroma ini menyempitkan "Kebesaran
> > Tuhan". Gusti Allah jauh lebih besar dari sekedar Agama, Tuhan Lebih Agung
> > dibanding segala jenis ritual.
> >
> > Dalam skala pemikiran manusia, tidak pantaskah seorang Mahatma Gandhi
> > menikmati Surga (?)
> >
> > "..." ana al-Haq
> >
> > wassalam
> > ./STS
> >
> >
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscr...@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejaht...@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelism...@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke