Pustaka 
      Minggu, 09-08-09 | 20:45 | 772 View

      WAHYU DAN AKAL ?IMAN DAN ILMU
      Keledai liar
      Oleh: H Muh Nur Abdurrahman




      Sebenarnya Seri 886 ini ada hubungannya dengan Seri 877, saya kutip: 
Ruhut Sitompul, di dalam sebuah dialog di stasiun TV swasta, mengatakan bahwa 
?rab tidak pernah membantu Indonesia', Ruhut Sitompul yang mencerminkan Tim 
Kampanye SBY-Boediono tsb, ucapannya itu sangat tendensius, "yang keluar dari 
mulut, itulah yang menajiskan" [Matius 15:11], bukan hanya sekadar melecehkan 
Arab, tetapi juga mempunyai konotasi negatif terhadap Islam.

      Saya kutip dari Cyber Space dari seseorang yang bernama (samaran!) Diva 
Ardi, yang menulis pakai huruf capital, sesuatu yang melanggar kode etik dalam 
?genet?di Cyber Space, spb: 
      KEJADIAN 16:12, MEMBUKTIKAN SIAPAKAH BGS ARAB / ISLAM ITU. DAN KELAKUANYA 
ITU TERBUKTI SAMPAI HARI INI BODOH DAN PALING SUKA BERMUSUHAN DGN SIAPA SAJA. 

      *** 
      Begini bunyinya [KEJADIAN 16 : 12]: 
      Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti 
anak itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang 
akan melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya. 

      Seorang laki-laki itu maksudnya Ismail, leluhur bangsa Arab. Mari kita 
telusuri ungkapan keledai liar itu. Ayat tsb dalam bahasa Ibrani spb: 
      VEH?' YIHYEH PERE' '?D?M Y?D? VAKOL VEYAD KOL B? VE'AL-PEN?Y KHOL-'EKH?V 
YISYKON (BER?'SY?T 16:12, BHS) [Transliterasi oleh Yohannes] 

      Saya tanyakan kepada Yohannes, apakah bahasa Ibrani tersebut 
diterjemahkan dari Septugianta yang berbahasa Yunani? Seperti diketahui 
Septugianta yang berbahasa Yunani adalah rujukan asal Perjanjian Lama. 

      Mengapa Septugiant berbahasa Yunani, karena Septugiant adalah terjemahan 
dalam bahasa Yunani dari bahasa Ibrani, yang teks aslinya sekarang sudah 
hilang. (Septugiant [Lat.,=70], oldest extant Greek translation of the Hebrew 
Bible made by Hellenistic Jews, possibly from Alexandria, c.250 B.C. 

      The Septuagint was translated from texts now lost. No copy of the 
original translation exists; textual difficulties abound. The symbol for the 
Septuagint is LXX." => http://encyclopedia2.thefreedictionary.com/Septugiant). 

      Inilah jawaban Yohannes: Engga, Abah. Orang Yahudi punya naskah Ibrani 
sendiri dari Kodeks Leningrad. Dalam bagian-bagian tertentu, Septuaginta 
terkadang berbeda dengan Naskah Masora, padahal usia Septuaginta jauh lebih tua 
ketimbang manuskrip Ibrani yang ada saat ini. Selanjutnya Yohannes menambahkan: 

      Naskah Masora adalah Perjanjian Lama (Tanakh Ibrani) yang ditulis dalam 
bahasa Ibrani dan dibubuhi vokal oleh para ahli Masora. Kodeks, berasal dari 
bahasa Latin, "kitab", yaitu terdiri dari manuskrip dalam bentuk 
lembaran-lembaran, disusun secara urut dan dijilid atau dibalut. 

      Kita lanjutkan penelusuran itu. Keledai jantan dalam bahasa Ibrani 
"KHAM?R", keledai betina "'?TH?N". Liar dalam bahasa Ibrani "BEH?M?H" untuk 
binatang ternak, sedangkan untuk binatang yang bukan ternal, liar = "KHAY". 

      Karena Ismail itu laki-laki harus dicari dalam ayat berbahasa Ibrani itu 
kata "KHAM?R" dan karena keledai itu binatang ternak, maka harus dicari dalam 
ayat berbahasa Ibrani itu kata "BEH?M?H". Adalah fakta bahwa tidak ada kata 
"KHAM?R" dan "BEH?M?H" dalam ayat berbahasa Ibrani itu. 

      Yang ada adalah kata PERE'. Tulisan Ibrani sama dengan tulisan Arab, 
huruf-hurufnya syllabic, yang belakangan baru dibubuhi tanda vokal. Seperti 
dalam huruf Arab, Khalil bin Ahmad Al Farahidy membubuhkan tanda baca (i'rab) 
seperti: 

      tanda vokal Dhammah, Fathah, Kasrah, tanda mati Sukun, tanda ganda 
Tasydid dan tanda panjang. Akarnya PERE' dari huruf-huruf syllabic PR. Kalau 
ditelusuri dalam bahasa Arab kita akan ketemu dengan akar kata WFR yang artinya 
"subur" dan "berlimpah". 

      Makna subur ini dapat kita lacak dalam ayat sebelumnya, yaitu [Kejadian 
16:10]: Lagi kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Aku akan membuat sangat banyak 
keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya." 

      Nya dalam kalimat "kata Malaikat TUHAN itu kepadanya," menunjuk kepada 
Hajar, ibunda Ismail. Ungkapan "sangat banyak keturunanmu," bermakna bahwa 
Hajar dan anaknya Ismail adalah subur. 

      Alhasil, kesimpulannya terjadi manipulasi terjemahan, yang semestinya 
spb: 
      Seorang laki-laki yang subur, demikianlah nanti anak itu; tangannya akan 
melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di 
tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya. 

      Adalah kenyataan sejarah tanah Arab tidak pernah dijajah oleh imperium 
Romawi maupun Parsi, tanah Arab itu steril dari penjajahan bangsa asing. Bangsa 
Arab sekarang ini menentang sudaranya bangsa Israel, yaitu Israel merampas 
tanah bangsa Arab di Palestina. Mengapa dikatakan bangsa Arab itu bersaudara 
dengan Bani Israil, karena Nabi Ibrahim AS memperanakkan Ismail, Ishaq dan 
Midiyan. 

      Demikianlah Ismail yang leluhur bangsa Arab bersaudara dengan Ishaq yang 
leluhur Bani Israil. (Nabi Ishaq AS memperanakkan Ya'qub yang juga bernama 
Israil. Turunan Nabi Ya'qub AS itulah yang disebut Bani Israil). 

      Keledai liar bertendensi stigmatisasi bangsa Arab yang kemudian dikaitkan 
dengan Islam seperti yang ditulis oleh Diva Ardi di atas itu: KEJADIAN 16:12, 
MEMBUKTIKAN SIAPAKAH BGS ARAB / ISLAM ITU. WaLlahu a'lamu bisshawab. 

      *** Makassar, 9 Agustus 2009

     
     
     
     


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke