----- Original Message ----- 
From: "stSabri" <x1...@gmx.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Wednesday, July 21, 2010 20:33
Subject: [wanita-muslimah] Re: Allah itu Personal?


Apakah mungkin Allah "mencipta", atau menghendaki akal seorang manusia memahami 
tentang Allah :D
##################################################################################
HMNA:
Silakan simak Seri 751 di bawah
*************************************************
BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM

WAHYU DAN AKAL- IMAN DAN ILMU
[H.Muh.Nur Abdurrahman]
751. Al-Asmaa' Al-Husnay vs Hoax Rekayasa Antropolog 

Orang atheist mengatakan bahwa tidak ada tuhan. Tuhan hanya ciptaan manusia 
saja. Apa benar begitu? Manusia mencipta tuhan di dalam benaknya? Itu ada 
benarnya, tetapi tidak seluruhnya benar. Hasil ciptaan manusia dalam benaknya, 
itulah dia yang disebut ila-h(un) dalam wujud mempertuhankan berhala, 
mempertuhankan manusia, mempertuhankan materi berupa harta benda kekayaan, 
mempertuhankan ideologi, mempertuhankan nasionalisme, mempertuhankan HAM dll. 
Itulah yang dinafikan (disangkal, deny) dalam LA ALH (dibaca: la- ila-ha), 
tidak ada itu ila-h(un) hasil ciptaan manusia dalam benaknya, yang Ada adalah 
Pencipta alam semesta. Sewaktu manusia belum ada di permukaan bumi ini, 
ila-h(un) itu juga belum ada, karena itu adalah hasil ciptaan manusia dalam 
benaknya. Jadi ma'na laa ila-ha illaLla-h, adalah tidak ada ilah hasil ciptaan 
manusia dalam benaknya, Yang Ada adalah Allah. Itulah dia ma'na tiada ilah 
selain Allah. 

Para antropoloog (yang juga diikuti oleh Nurcholis Madjid) katanya setelah 
mengadakan penelitian atas bangsa-bangsa Semit mendapatkan bahwa orang-orang 
Semit ada yang menyembah air, sumur (= mata air), ada yang menyembah bulan, 
maka mereka berkesimpulan bahwa ila-h(un) itu adalah dewa air, dewa sumur, dewi 
bulan. Selanjutnya para antropoloog itu membuat hoax (kebohongan "ilmiyah") 
dengan trick (akal-akalan) permainan semantik. Mereka membubuhkan imbuhan 
definitif "al" di depan ilah, sehingga menjadi al-ilah, itulah dewa air, dewa 
sumur, dewi bulan. Membubuhkan al pada ilah adalah suatu yang sangat 
kontradiktif. Ilah yang  telah dinafikan itu, sangat bertentangan dengan 
pembubuhan "al", ma'rifah (definite). Itulah yang disebut hoax rekayasa 
antropolog. Kemudian al-ilah disulap menjadi Allah, itulah yang disebut 
permainan akal-akalan semantik. 

Waktu Abel Tasman ke bagian timur kepulan Nusantara ini banyak kelasi kapalnya 
meninggal karena penyakit scheurbuik (nanti pada abad ke-20 ketahuan bahwa 
penyakit itu disebabkan oleh kekurangan vitamin C). Maka Abel Tasman singgah di 
Ambon mengambil kelasi. Tiba pada suatu waktu Abel Tasman yang sedang berdiri 
bersama dua orang kelasi Ambon, tampaklah dari jauh sebuah pulau/daratan. 
Kelasi Ambon yang berdiri di tengah segera menunjuk sambil berseru: "Itu ada 
pulo." Abel Tasman bertanya: "Wat is de naam van het pulo," dan serempak dengan 
itu kelasi Ambon yang satu bertanya pula kepada temannya: "Mana itu pulo." 
Karena jengkel kepada temannya mengapa pulau yang sudah jelas kelihatan itu 
tidak dilihatnya, ia balik bertanya: "Ose tra lia'," (engkau tidak lihat)? 
Segera Abel Tasman dengan rasa puas karena mendapat jawaban, masuk ke dalam 
kamarnya, menulis dalam log-boeknya: Pada jam sekian, tanggal sekian, tahun 
sekian, kami menjumpai daratan baru bernama Australia. Maka hoax permainan 
semantiknya antropolog "al-ilah menjadi Allah", tidaklah berbeda dengan hoax 
dalam dongengan tentang lahirnya nama Australia, dengan permainan semantik dari 
Osetralia.

***

Nama Allah adalah Nama Diri (Proper Name) yang Allah sendiri memberikan NamaNya 
sejak Nabi Ibrahim AS, seperti termaktub dalam Al-Quran:
-- FLMA BLGh M'AH ALS'AY QAL YBNY ANY ARY FY ALMNAM ANY ADzBhK FANDzR MADzA TRY 
QAL YAaBT AF'AL MA TWaMR STJDNY AN SYAa ALLH MN ALShBRYN (S. ALShFT 37:102), 
dibaca:
-- falamma- balagha ma'ahus sa'ya- qa-la Ya- bunayya inni- ara- fil mana-mi 
anni- adzbahuka fanzhur ma-dza- tara- Qa-la Ya- abatif'al ma- tu'maru 
satajiduni- insya- ALla-hu minash sha-biri-na (tanda - dipanjangkan 
membacanya), 
artinya:
-- Tatkala putra itu sudah balig dan telah sanggup membantu bekerja, berkatalah 
(Ibrahim): Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam tidurku bahwa aku 
menyembelihmu, maka bagaimanakah pendapatmu mengenai hal ini. Berkata 
(Isma'il): Hai ayah, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, engkau akan 
mendapati aku, insya Allah, termasuk golongan orang yang tabah. 

Allah adalah Nama Diri, yang tidak dijabarkan dari kata apapun juga dan tidak 
mempunyai arti yang terkait dengan sifat dan perbuatan apapun juga: 
-- WLM YKN LH KFWA AhD (S. ALAKhLASh, 112:4), 
dibaca:
-- Walam yakul lahu- kufuwan ahad, 
artinya:
-- dan tak satu juapun yang sekufu (setara) denganNya.

 Menurut ayat (37:102), Allah telah memberitahukan Nama DiriNya kepada Nabi 
Ibrahim AS seperti diucapkan oleh Isma'il: "satajiduni- insya- ALla-hu minash 
sha-biri-n". Kepada Nabi Muhammad SAW Allah memberi tahu 99 Al-Asmaa' Al-Husnay 
(Nama-Nama Terbaik) yang dikaitkan kepada sifat dan perbuatan Allah. Firman 
Allah:
-- WLLH ALASMAa ALhSNY FAD'AWH BHA WDzRWA ALDzYN YLhDWN FY ASMAaH SYJZWN MA 
KANWA Y'AMLWN (S. ALA'ARAF, 7:180), 
dibaca:
-- waliLla-hil asma-ul husna- fad'u-hu biha- wadzarul ladzi-na yulhidu-na fi- 
asma-ihi- sayujzauna ma- kanu- ya'malu-n, 
artinya:
-- Bagi Allah Nama-Nama Terbaik, sebab itu berdo'alah kepadaNya dengan 
Nama-Nama itu dan biarkanlah orang-orang memutar-mutar Nama Allah, nanti mereka 
akan dibalasi apa yang mereka perbuat.

Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam ayat (7:180) tersebut. Pertama, jika 
berdoa kepadaNya pakailah Nama-Nama terbaik itu, seperti antara lain yang dalam 
Basmalah, Ar-Rahman (Maha Pengasih), Ar-Rahim (Maha Penyayang). Kedua, 
peringatan bagi antropolog dalam kalangan ummat Islam untuk tidak membeo kepada 
antropolog orang-orang kafir itu memutar-mutar Nama Allah (misalnya dari 
al-ilah). Sampai lumpuh otak antropolog orang-orang kafir itu tidak akan bisa 
mengakal-akali bikin hoax dari mana asal 99 kata itu. Itulah sebabnya sampai 
sekarang dan sampai kiamat para antropolog itu tidak sanggup mengutak-katik 
dengan otaknya yang sejemput itu dari mana asal kata ke-99 Nama-Nama Terbaik 
dari Allah.

Alhasil, Nama Allah telah diturunkan Allah sebelum penyembah berhala 
menciptakan dalam benak manusia yang melahirkan kebudayaan Semit nama-nama Ilah 
seperti tiga-serangkai/trimurti Arab-jahiliyah: Al-Lat (dewi kesuburan dan 
peperangan), Al-Uzza (dewi kekuatan), dan Al-Manat (dewi peruntungan). Pada 
zaman Nabi Isma'il AS orang Arab di Makkah masih beragama Tawhid, menyembah 
Allah, seperti diajarkan oleh Nabi Isma'il AS. Dalam perjalanan sejarah agama 
Tawhid yang diajarkan oleh Nabi Isma'il AS, walaupun nama Allah masih tetap 
dipelihara (nama ayahanda Nabi Muhammad SAW adalah Abdullah), namun agama 
Tawhid dikotori oleh kebudayaan jahiliyah hasil olahan benak masyarakat 
jahiliyah penyembah berhala itu, yang menghasilkan tuhan ciptaan manusia, 
seperti tiga-serangkai Arab-jahiliyah tersebut.

***

Manusia keturunan Nabi Adam AS dan Sitti Hawa punya cirikhas yang berhubungan 
ke-99 Al-Asmaa' Al-Husnay. Periksalah telapak tangan anda yang sebelah kanan di 
situ tertera alur(*) berbentuk angka Arab |/\ (18) (membaca angka Arab dari 
kiri ke kanan, berbeda dengan membaca tulisan Arab dari kanan ke kiri). Pada 
telapak kiri tertera angka /\| (81). Cobalah jumlahkan: 18 + 81 = 99 jumlah 
Nama-Nama Allah Terbaik. Coba susun: 1881, bagilah 19, 1881:19 = 99. Pada 
bagian dalam sampul (inner cover) Al-Quran awal dan akhir ada tertera ke-99 
Nama-Nama Terbaik dari Allah. WaLlahu a'lamu bisshawab. 

Makassar, 29 November 2006
  [H.Muh.Nur Abdurrahman]
-------------------------------
(*)
Alur pada telapak tangan sebelum diturunkan wahyu ttg Al-Asmaa' Al-Husnay yang 
jumlahnya 99 itu dan sebelum dikenal simbol bilangan sistem desimal angka Arab, 
masih mrupakan rahasia yang belum dapat dibaca manusia.
http://waii-hmna.blogspot.com/2006/11/751-al-asmaa-al-husnay-vs-hoax-rekayasa.html

Tambahan:
99 Al-Asmaa' Al-Husnay (dibaca: al asmaa ul husnaa0
 1. ALRhMN (Ar Rahmaan): Maha Pengasih
 2. ALRhYM (Ar Rahiim):  Maha Penyayang                                        
 3. ALRB (Al Rabb): Maha Pengatur
 4. ALMLK (Al Malik, Al Maalik): Maha Merajai, Maha Memiliki
 5  ALQDWS (Al Qudduws): Maha Suci
 6  ALSLAM (As Salaam): Maha Penjaga                                          
 7  ALMWaMN (Al Mu'min): Maha Menjamin
 8  ALMHYMN (Al Muhaimin): Maha Melindungi
 9  AL'AZYZ (Al 'Aziyz): Maha Mulia
10 ALJBAR (Al Jabbar): Maha Perkasa                                           
11 ALMTKBR (Al Mutakabbir): Maha Megah
12 ALKhALQ ()Al Khaaliq): Maha Pencipta                                       
13 ALBARYa (Al Barri): Maha Pembuat
14 ALMShWR (Al Mushawwir): Maha Pembentuk 
15 ALGhFAR (Al Ghaffar): Maha Pengampun
16 ALQHAR ( Al Qahhar): Maha Pemaksa 
17 ALWHAB (Al Wahhaab): Maha Pemberi
18 ALRZAQ ( Ar Razaaq): Maha Pemberi Rizki
19 ALFTAh (Al Fattaah): Maha Membuka
20 AL'ALYM (Al 'Aliym): Maha Mengetahui
21 ALQABDh (Al Qaabidh): Maha Pencabut
22 ALBASTh (Al Baasith): Maha Meluaskan
23 ALKhAFDh (Al Khaafidh): Maha Menjatuhkan
24 ALRAF'A (Ar Rofi'): Maha Mengangkat
25 ALM'AZ (Al Mu'izz): Maha Pemberi Kemuliaan                                 
26 ALMDzL (Al Mudzill): Maha Pemberi Kehinaan
27 ALSMY'A (As Samiy'): Maha Mendengar
28 ALBShYR (Al Bashiyr): Maha Melihat
29 ALhKM (Al Hakaam): Maha Menetapkan Hukum
30 AL'ADL (Al 'Adl): Maha Adil
31 ALLThYF (Al Lathiyf): Maha Halus
32 ALKhBYR (Al Khabiyr): Maha Waspada
33 ALhLYM (Al Haliim): Maha Penyantun
34 AL'AZhYM (Al 'Azhiym): Maha Agung
35 ALGhFWR (Al Ghafuwr): Maha Pengampun 
36 ALSyKWR (Asy Syakuwr): Maha Pembalas
37 AL'ALY (Al 'Aliyy): Maha Tinggi
38 ALKBYR (Al Kabiyr): Maha Besar
39 ALhFYZh (Al Hafiydh): Maha Pemelihara
40 ALMQYT Al Muqith : Maha Pemberi Kecukupan                                  
41 ALhSYB (AL Hasiyb): Maha Penjamin
42 ALJLYL (Al Jaliil): Maha Luhur
43 ALKRYM (Al Kariym): Maha Pemurah
44 ALRQYB (Ar Roqiyb): Maha Peneliti / Mengawasi
45 ALMJYB (Al Mujiib): Maha Mengabulkan
46 ALWAS'A (Al Wasi'): Maha Luas
47 ALhKYM (Al Hakiym): Maha Bijaksana
48 ALWDWD (Al Waduwd): Maha Mencinta
49 ALMJYD (Al Majiyd): Maha Mulia
50 ALBA'ATs (Al Baa'its): Maha Membangkitkan
51 ALSyHYD (Asy Syahiyd): Maha Menyaksikan
52 ALHQ (Al Haqq): Maha Benar
53 ALWKYL (Al Wakiyl): Maha Memelihara
54 ALQWY (Al Qawiyy): Maha Kuat
55 ALMTYN (Al Matiyn): Maha Kokoh                                             
56 ALWLY (Al Waliyy): Maha melindungi
57 ALhMYD (Al Hamiyd): Maha Terpuji
58 ALMhShY (Al Muhshiy): Maha Menghitung
59`ALMDYa (Al Mubdi'): Maha Memulai
60 ALM'AYD (AL Mu'iyd): Maha Mengulangi
61 ALMhYY (Al Muhyi): Maha Menghidupkan
62 ALMMYT (Al Mumiyt): Maha Mematikan
63 ALhY (Al HayY): Maha Hidup
64 ALQYWM (Al Qoyyuwm): Maha Berdiri Sendiri
65 ALWAJD (Al Waajid): Maha Kaya 
66 ALMAJD (Al Majid): Maha Bagus (Magnificent)
67 ALWAhD (Al Waahid): Maha Esa
68 ALShMD (Ash Shamad): Maha Tempat Bergantung / Meminta
69 ALQADR (Al Qaadir): Maha Kuasa / Menyeimbangkan
70 ALMQTDR (Al Muqtadir) : Maha Menentukan
71 ALMQDM (Al Muqaddim): Maha Mendahulukan
72 ALMWaKhR (Al Muakhkhir): Maha Mengakhirkan
73 ALAWL (Al Awwal): Maha Pertama                                               
74 ALAKhR (Al Aakhir): Maha Penghabisan
75 ALZhAHR (Azh Zhaahir): Maha Nyata
76 ALBAThN (Al Baathin): Maha Tersembunyi
77 ALWALY (Al Waaliy): Maha Memimpin / Maha Memerintah
78 ALMT'AALY (Al Muta'-aliyy): Maha Tinggi
79 ALBR (Al Barr): Maha Melimpahkan Kebaikan
80 ALTWAB (At Tawwaab): Maha Menerima Taubat
81 ALMNTQM (AL Muntaqim): Maha Membalas
82 AL'AFW (Al Afw): Maha Pengampun
83 ALRaWF (Ar Rauwf): Maha Menghiba / Menghibur (Compassionate) 
84 MALKALMLK (Al Malikul Mulk): Maha Menguasai Kerajaan
85 DzALJLALWALKRAM (Dzul Jalaali Wal Ikraam): Maha Memiliki Kebesaran dan 
Kemuliaan
86 ALMQShTh (Al Muqshith): Maha Mengadili
87 ALJAM'A (Al Jaami'): Maha Mengumpulkan
88 ALGhNY (Al Ghaniyy): Maha Kaya                                               
  
89 ALMGhNY (Al Mughniyy): Maha Pemberi Kekayaan
90 ALMAN'A (Al Maani'): Maha Mencegah
91 ALDhR (Al Maani'): Maha Mencegah 
92 ALNAF'A (An Naafi'): Maha Memberi manfaat
93 ALNWR (An Nuwr): Maha Bercahaya
94 ALHADY (Al Haadiyy): Maha Memberi Petunjuk
95 ALBDY'A (Al Badiy'): Maha Pencipta Yang Baru
96 ALBAQY (Al Baaqiyy): Maha Kekal
97 ALWARTS (Al Waarits): Maha Pewaris
98 ALRSyYD (Ar Rosyiyd): Maha Pintar / Cerdas
99 ALShBWR (Ash Shabuwr): Maha Penyabar
#####################################################################)






Allah : "ana Al-Haq"

wassalam
./STS

--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, "H. M. Nur Abdurahman" 
<mnur.abdurrah...@...> wrote:
>
> Allah itu Personal?
> Haqiqat Allah (Al-Haqq) tidak mungkin dapat dicapai oleh manusia dengan 
> kekuatan akalnya. Haqiqat Al-Haqq tidak mungkin diperoleh dengan upaya akal 
> yang berpikir dengan mekanisme otak yang berwujud filsafat. Juga Haqiqat 
> Al-Haqq tidak dapat dicapai manusia dengan upaya akal yang merenung memakai 
> mekanisme qalbu dalam wujud tasawuf. Haqiqat Al Haqq tidak dapat dicapai 
> melalui filsafat ataupun tasawuf: 
> -- Al Haqqu min rabbikum (Suarh Al-Kahf, 18:29), artinya: Al Haqq itu dari 
> Rabb kamu. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke