> Seharusnya:
 > 9 AL'AZYZ (Al 'Aziyz): Maha Gagah

wah ini kayak saya dech :D

salam
./STS



email :*x1...@gmx.com* http://opotumon.blogspot.com/

On 07/22/2010 06:05 PM, H. M. Nur Abdurahman wrote:
>
>
> Ralat:
> Dalam Tambahan:
> 99 Al-Asmaa' Al-Husnay (dibaca: al asmaa ul husnaa)
> tertulis:
> 9 AL'AZYZ (Al 'Aziyz): Maha Mulia
>
> Seharusnya:
> 9 AL'AZYZ (Al 'Aziyz): Maha Gagah
>
> ----- Original Message -----
> From: "stSabri" <x1...@gmx.com <mailto:x1123%40gmx.com>>
> To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com
> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>>
> Sent: Wednesday, July 21, 2010 20:33
> Subject: [wanita-muslimah] Re: Allah itu Personal?
>
> Apakah mungkin Allah "mencipta", atau menghendaki akal seorang manusia
> memahami tentang Allah :D
> ##################################################################################
> HMNA:
> Silakan simak Seri 751 di bawah
> *************************************************
> BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM
>
> WAHYU DAN AKAL- IMAN DAN ILMU
> [H.Muh.Nur Abdurrahman]
> 751. Al-Asmaa' Al-Husnay vs Hoax Rekayasa Antropolog
>
> Orang atheist mengatakan bahwa tidak ada tuhan. Tuhan hanya ciptaan
> manusia saja. Apa benar begitu? Manusia mencipta tuhan di dalam
> benaknya? Itu ada benarnya, tetapi tidak seluruhnya benar. Hasil ciptaan
> manusia dalam benaknya, itulah dia yang disebut ila-h(un) dalam wujud
> mempertuhankan berhala, mempertuhankan manusia, mempertuhankan materi
> berupa harta benda kekayaan, mempertuhankan ideologi, mempertuhankan
> nasionalisme, mempertuhankan HAM dll. Itulah yang dinafikan (disangkal,
> deny) dalam LA ALH (dibaca: la- ila-ha), tidak ada itu ila-h(un) hasil
> ciptaan manusia dalam benaknya, yang Ada adalah Pencipta alam semesta.
> Sewaktu manusia belum ada di permukaan bumi ini, ila-h(un) itu juga
> belum ada, karena itu adalah hasil ciptaan manusia dalam benaknya. Jadi
> ma'na laa ila-ha illaLla-h, adalah tidak ada ilah hasil ciptaan manusia
> dalam benaknya, Yang Ada adalah Allah. Itulah dia ma'na tiada ilah
> selain Allah.
>
> Para antropoloog (yang juga diikuti oleh Nurcholis Madjid) katanya
> setelah mengadakan penelitian atas bangsa-bangsa Semit mendapatkan bahwa
> orang-orang Semit ada yang menyembah air, sumur (= mata air), ada yang
> menyembah bulan, maka mereka berkesimpulan bahwa ila-h(un) itu adalah
> dewa air, dewa sumur, dewi bulan. Selanjutnya para antropoloog itu
> membuat hoax (kebohongan "ilmiyah") dengan trick (akal-akalan) permainan
> semantik. Mereka membubuhkan imbuhan definitif "al" di depan ilah,
> sehingga menjadi al-ilah, itulah dewa air, dewa sumur, dewi bulan.
> Membubuhkan al pada ilah adalah suatu yang sangat kontradiktif. Ilah
> yang telah dinafikan itu, sangat bertentangan dengan pembubuhan "al",
> ma'rifah (definite). Itulah yang disebut hoax rekayasa antropolog.
> Kemudian al-ilah disulap menjadi Allah, itulah yang disebut permainan
> akal-akalan semantik.
>
> Waktu Abel Tasman ke bagian timur kepulan Nusantara ini banyak kelasi
> kapalnya meninggal karena penyakit scheurbuik (nanti pada abad ke-20
> ketahuan bahwa penyakit itu disebabkan oleh kekurangan vitamin C). Maka
> Abel Tasman singgah di Ambon mengambil kelasi. Tiba pada suatu waktu
> Abel Tasman yang sedang berdiri bersama dua orang kelasi Ambon,
> tampaklah dari jauh sebuah pulau/daratan. Kelasi Ambon yang berdiri di
> tengah segera menunjuk sambil berseru: "Itu ada pulo." Abel Tasman
> bertanya: "Wat is de naam van het pulo," dan serempak dengan itu kelasi
> Ambon yang satu bertanya pula kepada temannya: "Mana itu pulo." Karena
> jengkel kepada temannya mengapa pulau yang sudah jelas kelihatan itu
> tidak dilihatnya, ia balik bertanya: "Ose tra lia'," (engkau tidak
> lihat)? Segera Abel Tasman dengan rasa puas karena mendapat jawaban,
> masuk ke dalam kamarnya, menulis dalam log-boeknya: Pada jam sekian,
> tanggal sekian, tahun sekian, kami menjumpai daratan baru bernama
> Australia. Maka hoa
> ***
>
> Nama Allah adalah Nama Diri (Proper Name) yang Allah sendiri memberikan
> NamaNya sejak Nabi Ibrahim AS, seperti termaktub dalam Al-Quran:
> -- FLMA BLGh M'AH ALS'AY QAL YBNY ANY ARY FY ALMNAM ANY ADzBhK FANDzR
> MADzA TRY QAL YAaBT AF'AL MA TWaMR STJDNY AN SYAa ALLH MN ALShBRYN (S.
> ALShFT 37:102),
> dibaca:
> -- falamma- balagha ma'ahus sa'ya- qa-la Ya- bunayya inni- ara- fil
> mana-mi anni- adzbahuka fanzhur ma-dza- tara- Qa-la Ya- abatif'al ma-
> tu'maru satajiduni- insya- ALla-hu minash sha-biri-na (tanda -
> dipanjangkan membacanya),
> artinya:
> -- Tatkala putra itu sudah balig dan telah sanggup membantu bekerja,
> berkatalah (Ibrahim): Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam tidurku
> bahwa aku menyembelihmu, maka bagaimanakah pendapatmu mengenai hal ini.
> Berkata (Isma'il): Hai ayah, kerjakanlah apa yang diperintahkan
> kepadamu, engkau akan mendapati aku, insya Allah, termasuk golongan
> orang yang tabah.
>
> Allah adalah Nama Diri, yang tidak dijabarkan dari kata apapun juga dan
> tidak mempunyai arti yang terkait dengan sifat dan perbuatan apapun juga:
> -- WLM YKN LH KFWA AhD (S. ALAKhLASh, 112:4),
> dibaca:
> -- Walam yakul lahu- kufuwan ahad,
> artinya:
> -- dan tak satu juapun yang sekufu (setara) denganNya.
>
> Menurut ayat (37:102), Allah telah memberitahukan Nama DiriNya kepada
> Nabi Ibrahim AS seperti diucapkan oleh Isma'il: "satajiduni- insya-
> ALla-hu minash sha-biri-n". Kepada Nabi Muhammad SAW Allah memberi tahu
> 99 Al-Asmaa' Al-Husnay (Nama-Nama Terbaik) yang dikaitkan kepada sifat
> dan perbuatan Allah. Firman Allah:
> -- WLLH ALASMAa ALhSNY FAD'AWH BHA WDzRWA ALDzYN YLhDWN FY ASMAaH SYJZWN
> MA KANWA Y'AMLWN (S. ALA'ARAF, 7:180),
> dibaca:
> -- waliLla-hil asma-ul husna- fad'u-hu biha- wadzarul ladzi-na
> yulhidu-na fi- asma-ihi- sayujzauna ma- kanu- ya'malu-n,
> artinya:
> -- Bagi Allah Nama-Nama Terbaik, sebab itu berdo'alah kepadaNya dengan
> Nama-Nama itu dan biarkanlah orang-orang memutar-mutar Nama Allah, nanti
> mereka akan dibalasi apa yang mereka perbuat.
>
> Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam ayat (7:180) tersebut.
> Pertama, jika berdoa kepadaNya pakailah Nama-Nama terbaik itu, seperti
> antara lain yang dalam Basmalah, Ar-Rahman (Maha Pengasih), Ar-Rahim
> (Maha Penyayang). Kedua, peringatan bagi antropolog dalam kalangan ummat
> Islam untuk tidak membeo kepada antropolog orang-orang kafir itu
> memutar-mutar Nama Allah (misalnya dari al-ilah). Sampai lumpuh otak
> antropolog orang-orang kafir itu tidak akan bisa mengakal-akali bikin
> hoax dari mana asal 99 kata itu. Itulah sebabnya sampai sekarang dan
> sampai kiamat para antropolog itu tidak sanggup mengutak-katik dengan
> otaknya yang sejemput itu dari mana asal kata ke-99 Nama-Nama Terbaik
> dari Allah.
>
> Alhasil, Nama Allah telah diturunkan Allah sebelum penyembah berhala
> menciptakan dalam benak manusia yang melahirkan kebudayaan Semit
> nama-nama Ilah seperti tiga-serangkai/trimurti Arab-jahiliyah: Al-Lat
> (dewi kesuburan dan peperangan), Al-Uzza (dewi kekuatan), dan Al-Manat
> (dewi peruntungan). Pada zaman Nabi Isma'il AS orang Arab di Makkah
> masih beragama Tawhid, menyembah Allah, seperti diajarkan oleh Nabi
> Isma'il AS. Dalam perjalanan sejarah agama Tawhid yang diajarkan oleh
> Nabi Isma'il AS, walaupun nama Allah masih tetap dipelihara (nama
> ayahanda Nabi Muhammad SAW adalah Abdullah), namun agama Tawhid dikotori
> oleh kebudayaan jahiliyah hasil olahan benak masyarakat jahiliyah
> penyembah berhala itu, yang menghasilkan tuhan ciptaan manusia, seperti
> tiga-serangkai Arab-jahiliyah tersebut.
>
> ***
>
> Manusia keturunan Nabi Adam AS dan Sitti Hawa punya cirikhas yang
> berhubungan ke-99 Al-Asmaa' Al-Husnay. Periksalah telapak tangan anda
> yang sebelah kanan di situ tertera alur(*) berbentuk angka Arab |/\ (18)
> (membaca angka Arab dari kiri ke kanan, berbeda dengan membaca tulisan
> Arab dari kanan ke kiri). Pada telapak kiri tertera angka /\| (81).
> Cobalah jumlahkan: 18 + 81 = 99 jumlah Nama-Nama Allah Terbaik. Coba
> susun: 1881, bagilah 19, 1881:19 = 99. Pada bagian dalam sampul (inner
> cover) Al-Quran awal dan akhir ada tertera ke-99 Nama-Nama Terbaik dari
> Allah. WaLlahu a'lamu bisshawab.
>
> Makassar, 29 November 2006
> [H.Muh.Nur Abdurrahman]
> -------------------------------
> (*)
> Alur pada telapak tangan sebelum diturunkan wahyu ttg Al-Asmaa'
> Al-Husnay yang jumlahnya 99 itu dan sebelum dikenal simbol bilangan
> sistem desimal angka Arab, masih mrupakan rahasia yang belum dapat
> dibaca manusia.
> http://waii-hmna.blogspot.com/2006/11/751-al-asmaa-al-husnay-vs-hoax-rekayasa.html
>
> Tambahan:
> 99 Al-Asmaa' Al-Husnay (dibaca: al asmaa ul husnaa0
> 1. ALRhMN (Ar Rahmaan): Maha Pengasih
> 2. ALRhYM (Ar Rahiim): Maha Penyayang
> 3. ALRB (Al Rabb): Maha Pengatur
> 4. ALMLK (Al Malik, Al Maalik): Maha Merajai, Maha Memiliki
> 5 ALQDWS (Al Qudduws): Maha Suci
> 6 ALSLAM (As Salaam): Maha Penjaga
> 7 ALMWaMN (Al Mu'min): Maha Menjamin
> 8 ALMHYMN (Al Muhaimin): Maha Melindungi
> 9 AL'AZYZ (Al 'Aziyz): Maha Mulia => mestinya Maha Gagah
> 10 ALJBAR (Al Jabbar): Maha Perkasa
> 11 ALMTKBR (Al Mutakabbir): Maha Megah
> 12 ALKhALQ ()Al Khaaliq): Maha Pencipta
> 13 ALBARYa (Al Barri): Maha Pembuat
> 14 ALMShWR (Al Mushawwir): Maha Pembentuk
> 15 ALGhFAR (Al Ghaffar): Maha Pengampun
> 16 ALQHAR ( Al Qahhar): Maha Pemaksa
> 17 ALWHAB (Al Wahhaab): Maha Pemberi
> 18 ALRZAQ ( Ar Razaaq): Maha Pemberi Rizki
> 19 ALFTAh (Al Fattaah): Maha Membuka
> 20 AL'ALYM (Al 'Aliym): Maha Mengetahui
> 21 ALQABDh (Al Qaabidh): Maha Pencabut
> 22 ALBASTh (Al Baasith): Maha Meluaskan
> 23 ALKhAFDh (Al Khaafidh): Maha Menjatuhkan
> 24 ALRAF'A (Ar Rofi'): Maha Mengangkat
> 25 ALM'AZ (Al Mu'izz): Maha Pemberi Kemuliaan
> 26 ALMDzL (Al Mudzill): Maha Pemberi Kehinaan
> 27 ALSMY'A (As Samiy'): Maha Mendengar
> 28 ALBShYR (Al Bashiyr): Maha Melihat
> 29 ALhKM (Al Hakaam): Maha Menetapkan Hukum
> 30 AL'ADL (Al 'Adl): Maha Adil
> 31 ALLThYF (Al Lathiyf): Maha Halus
> 32 ALKhBYR (Al Khabiyr): Maha Waspada
> 33 ALhLYM (Al Haliim): Maha Penyantun
> 34 AL'AZhYM (Al 'Azhiym): Maha Agung
> 35 ALGhFWR (Al Ghafuwr): Maha Pengampun
> 36 ALSyKWR (Asy Syakuwr): Maha Pembalas
> 37 AL'ALY (Al 'Aliyy): Maha Tinggi
> 38 ALKBYR (Al Kabiyr): Maha Besar
> 39 ALhFYZh (Al Hafiydh): Maha Pemelihara
> 40 ALMQYT Al Muqith : Maha Pemberi Kecukupan
> 41 ALhSYB (AL Hasiyb): Maha Penjamin
> 42 ALJLYL (Al Jaliil): Maha Luhur
> 43 ALKRYM (Al Kariym): Maha Pemurah
> 44 ALRQYB (Ar Roqiyb): Maha Peneliti / Mengawasi
> 45 ALMJYB (Al Mujiib): Maha Mengabulkan
> 46 ALWAS'A (Al Wasi'): Maha Luas
> 47 ALhKYM (Al Hakiym): Maha Bijaksana
> 48 ALWDWD (Al Waduwd): Maha Mencinta
> 49 ALMJYD (Al Majiyd): Maha Mulia
> 50 ALBA'ATs (Al Baa'its): Maha Membangkitkan
> 51 ALSyHYD (Asy Syahiyd): Maha Menyaksikan
> 52 ALHQ (Al Haqq): Maha Benar
> 53 ALWKYL (Al Wakiyl): Maha Memelihara
> 54 ALQWY (Al Qawiyy): Maha Kuat
> 55 ALMTYN (Al Matiyn): Maha Kokoh
> 56 ALWLY (Al Waliyy): Maha melindungi
> 57 ALhMYD (Al Hamiyd): Maha Terpuji
> 58 ALMhShY (Al Muhshiy): Maha Menghitung
> 59`ALMDYa (Al Mubdi'): Maha Memulai
> 60 ALM'AYD (AL Mu'iyd): Maha Mengulangi
> 61 ALMhYY (Al Muhyi): Maha Menghidupkan
> 62 ALMMYT (Al Mumiyt): Maha Mematikan
> 63 ALhY (Al HayY): Maha Hidup
> 64 ALQYWM (Al Qoyyuwm): Maha Berdiri Sendiri
> 65 ALWAJD (Al Waajid): Maha Kaya
> 66 ALMAJD (Al Majid): Maha Bagus (Magnificent)
> 67 ALWAhD (Al Waahid): Maha Esa
> 68 ALShMD (Ash Shamad): Maha Tempat Bergantung / Meminta
> 69 ALQADR (Al Qaadir): Maha Kuasa / Menyeimbangkan
> 70 ALMQTDR (Al Muqtadir) : Maha Menentukan
> 71 ALMQDM (Al Muqaddim): Maha Mendahulukan
> 72 ALMWaKhR (Al Muakhkhir): Maha Mengakhirkan
> 73 ALAWL (Al Awwal): Maha Pertama
> 74 ALAKhR (Al Aakhir): Maha Penghabisan
> 75 ALZhAHR (Azh Zhaahir): Maha Nyata
> 76 ALBAThN (Al Baathin): Maha Tersembunyi
> 77 ALWALY (Al Waaliy): Maha Memimpin / Maha Memerintah
> 78 ALMT'AALY (Al Muta'-aliyy): Maha Tinggi
> 79 ALBR (Al Barr): Maha Melimpahkan Kebaikan
> 80 ALTWAB (At Tawwaab): Maha Menerima Taubat
> 81 ALMNTQM (AL Muntaqim): Maha Membalas
> 82 AL'AFW (Al Afw): Maha Pengampun
> 83 ALRaWF (Ar Rauwf): Maha Menghiba / Menghibur (Compassionate)
> 84 MALKALMLK (Al Malikul Mulk): Maha Menguasai Kerajaan
> 85 DzALJLALWALKRAM (Dzul Jalaali Wal Ikraam): Maha Memiliki Kebesaran
> dan Kemuliaan
> 86 ALMQShTh (Al Muqshith): Maha Mengadili
> 87 ALJAM'A (Al Jaami'): Maha Mengumpulkan
> 88 ALGhNY (Al Ghaniyy): Maha Kaya
> 89 ALMGhNY (Al Mughniyy): Maha Pemberi Kekayaan
> 90 ALMAN'A (Al Maani'): Maha Mencegah
> 91 ALDhR (Al Maani'): Maha Mencegah
> 92 ALNAF'A (An Naafi'): Maha Memberi manfaat
> 93 ALNWR (An Nuwr): Maha Bercahaya
> 94 ALHADY (Al Haadiyy): Maha Memberi Petunjuk
> 95 ALBDY'A (Al Badiy'): Maha Pencipta Yang Baru
> 96 ALBAQY (Al Baaqiyy): Maha Kekal
> 97 ALWARTS (Al Waarits): Maha Pewaris
> 98 ALRSyYD (Ar Rosyiyd): Maha Pintar / Cerdas
> 99 ALShBWR (Ash Shabuwr): Maha Penyabar
> #####################################################################)
>
> Allah : "ana Al-Haq"
>
> wassalam
> ./STS
>
> --- In wanita-muslimah@yahoogroups.com
> <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>, "H. M. Nur Abdurahman"
> <mnur.abdurrah...@...> wrote:
>  >
>  > Allah itu Personal?
>  > Haqiqat Allah (Al-Haqq) tidak mungkin dapat dicapai oleh manusia
> dengan kekuatan akalnya. Haqiqat Al-Haqq tidak mungkin diperoleh dengan
> upaya akal yang berpikir dengan mekanisme otak yang berwujud filsafat.
> Juga Haqiqat Al-Haqq tidak dapat dicapai manusia dengan upaya akal yang
> merenung memakai mekanisme qalbu dalam wujud tasawuf. Haqiqat Al Haqq
> tidak dapat dicapai melalui filsafat ataupun tasawuf:
>  > -- Al Haqqu min rabbikum (Suarh Al-Kahf, 18:29), artinya: Al Haqq itu
> dari Rabb kamu.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> 

Kirim email ke