Bingung pa maksudnya

Yang jelas ilmu filsafat banyak menyesatkan manusia, seperti kata imam
al-ghazaly( sesungguhnya ada 2 ilmu yang kita dapatkan dari barat, yang satu
sesat dan yang satu baik, yang sesat itu ilmu filsafat, kita tidak bisa
memkirkan tentang zat ALLAH dengan akal kita) kita bisa merenungi tentang
adanya ALLAH melalui ciptaanya yang ada di langit dan dibumi

 

  _____  

From: wanita-muslimah@yahoogroups.com
[mailto:wanita-musli...@yahoogroups.com] On Behalf Of H. M. Nur Abdurahman
Sent: Wednesday, July 21, 2010 7:25 PM
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: [wanita-muslimah] Allah itu Personal?

 

  

Allah itu Personal?
Haqiqat Allah (Al-Haqq) tidak mungkin dapat dicapai oleh manusia dengan
kekuatan akalnya. Haqiqat Al-Haqq tidak mungkin diperoleh dengan upaya akal
yang berpikir dengan mekanisme otak yang berwujud filsafat. Juga Haqiqat
Al-Haqq tidak dapat dicapai manusia dengan upaya akal yang merenung memakai
mekanisme qalbu dalam wujud tasawuf. Haqiqat Al Haqq tidak dapat dicapai
melalui filsafat ataupun tasawuf: 
-- Al Haqqu min rabbikum (Suarh Al-Kahf, 18:29), artinya: Al Haqq itu dari
Rabb kamu. 

Haqiqat Al Haqq tidak mungkin diketahui manusia dengan kekuatan akalnya. 

Sekali lagi ditekankan: Haqiqat Al Haqq tidak dapat dicapai melalui filsafat
ataupun tasawuf. Oleh sebab itu Haqiqat Al-Haqq itu, karena tidak dapat
dicapai melalui filsafat ataupun tasawuf, maka Haqiqat Al-Haqq itu
didatangkan kepada manusia melalui wahyu kepada Nabi Muhammad SAW, dalam
redaksional yang sekadar dapat dicerna oleh pikiran dan direnungkan qalbu
manusia melalui ayat Al-Quran seperti di bawah:

Allah, tiada Tuhan melainkan Dia, Yang tetap hidup, Yang kekal
selama-lamanya mentadbirkan/mengurus (sekalian makhlukNya). Yang tidak
mengantuk usahkan tidur. Yang memiliki segala yang ada di langit dan yang
ada di bumi. Tiada sesiapa yang dapat memberi syafaat / pertolongan di
sisiNya melainkan dengan izinNya. Yang mengetahui apa yang ada di hadapan
mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang mereka tidak mengetahui
sesuatu pun dari (kandungan) ilmu Allah melainkan apa Yang Allah kehendaki
(memberitahu kepadanya). Luasnya Kursi Allah (ilmuNya dan kekuasaanNya)
meliputi langit dan bumi; dan tiadalah menjadi keberatan kepada Allah
menjaga serta memelihara keduanya. dan Dia-lah Yang Maha Tinggi (darjat
kemuliaanNya), lagi Maha Besar (kekuasaanNya). [Surah Al-Baqarah, 2:255]

Allah Yang menerangi langit dan bumi. bandingan Nur / Cahaya itu adalah
sebagai sebuah "misykaat" / relung yang berisi sebuah lampu; lampu itu dalam
geluk kaca (qandil), geluk kaca itu pula (jernih terang) laksana bintang
yang bersinar cemerlang; lampu itu dinyalakan dengan minyak dari pokok yang
banyak manfaatnya, (Iaitu) pokok zaitun yang yang tumbuh tidak di sebelah
timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah baratnya(*); hampir-hampir
minyaknya itu - dengan sendirinya - memancarkan cahaya bersinar (kerana
jernihnya) walaupun ia tidak disentuh api; (Sinaran Nur hidayah Yang
demikian bandingannya adalah Sinaran Yang berganda-ganda): Nur berlapis Nur.
Allah memimpin sesiapa yang mau dipimpin (menurut undang-undang dan
peraturanNya) kepada Nur hidayahNya itu; dan Allah mengemukakan
berbagai-bagai misal perbandingan untuk umat manusia; dan Allah Maha Tahu
akan tiap-tiap sesuatu. [Surah An-Nur, 24:35]
-----------------------------------------------
(*)
Maksudnya: pohon zaitun itu tumbuh di puncak bukit ia dapat sinar matahari
bukan sahaja disinari matahari semasa naiknya dan bukan sahaja semasa
turunnya, tetapi ia sentiasa terdedah kepada matahari, sehingga pohonnya
subur dan buahnya menghasilkan minyak yang baik 

Salam
HMNA

[Non-text portions of this message have been removed]





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke