Dear Mbak Fe dan Mbak Mei,

Prinsip berwudhu itu melakukan thaharah atau bersuci menggunakan air sebagai 
sarana dengan tata tertib yang dicontohkan Rasulullah SAW, wudhu merupakan 
syarat sah dan kesempurnaan Shalat.

Menurut kanjeng Nabi Muhammad, 

1) “Tidak ada sholat bagi orang yang tidak berwudhu, dan tidak ada wudhu bagi 
orang yang tidak menyebut nama Allah.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Imam Ahmad, 
dihasankan oleh Syaikh Al Albani)

2) "Barang siapa mengingat Allah (zikir) ketika wudhu, niscaya disucikan oleh 
Allah tubuhnya secara keseluruhan dan barang siapa tiada menginat Allah niscaya 
tiada disucikan oleh Allah dari tubuhnya selain yang kena air saja (HR 
Daruquthni dari Abu Hurairah) 

Menurut Ustadz Abu Sangkan, 

wudhu merupakan prosesi ibadah yang dipersiapkan untuk membersihkan jiwa agar 
mampu melakukan kesinambungan komunikasi dengan Allah SWT yang maha suci. Dan 
akan mendatangkan aura (sinar) yang memancar dari keheningan hatinya. Latihan 
relaksasi dengan therapi air (hydro terapi) dengan baik diuraikan ustadz abu 
sangkan mulai membasuh tangan hingga mandi kaki.

Adapun tayammum sebenarnya merupakan rukhshah (dispensasi) bentuk kemudahan 
yang diberikan manakala kesulitan air atau karena sesuatu hal (seperti sakit 
atau sebab lain) yang menyebabkan menjadi tidak sehat atau membahayakan bila 
bersentuhan dengan air. Maka alternatifnya adalah dengan tanah atau debu ini 
merupakan substitusi dari air. 

Debu yang bagaimana yang boleh dipakai untuk tayammum?
   Para fuqaha sepakat atas diperbolehkannya tayammum dengan debu ladang yang 
baik.       Perbedaan pendapat :   Pendapat I (Syafi’I) :   tidak boleh 
bertayammum kecuali dengan debu murni.   Pendapat II (Malik) :    boleh 
bertayammum dengan apa saja yang biasanya muncul dari permukaan bumi seperti 
debu, pasir, dan kerikil-kerikil kecil.   Pendapat III (Abu Hanifah) :    sama
 dengan Malik, dengan tambahan bahwa diperbolehkan juga bertayammum 
dengan benda-benda yang dihasilkan oleh bumi (berbagai jenis 
batu-batuan).   Pendapat IV (riwayat lain dari Malik) :    boleh pula 
bertayammum pada rerumputan dan salju (pada musim dingin).   Pendapat V (Ahmad 
ibn Hanbal) :    boleh bertayammum dengan debu-debu pakaian ataupun debu-debu 
yang menempel pada berbagai benda.
Pada zaman beheula, tayammum dengan tanah dan pasir memang mudah 
didapatkan dan relatif bebas polusi, bagaimana dengan zaman sekarang ?? Mbak 
Mei mengatakan sulit mendapatkan tanah atau debu yang suci, Mbak Fei mengatakan 
menepukkan ke dinding malah bikin gatal. Ya sudah shalat saja. Sesungguhnya 
agama Islam ini adalah agama yang mudah. Allah Ta’ala 
tidaklah menghendaki kesulitan bagi para hamba-Nya. Allah Ta’ala 
berfirman yang artinya, “Dan Dia (Allah) tidaklah sekali-kali menjadikan untuk 
kalian suatu kesempitan dalam agama.” (QS. Al Hajj: 78) Rasulullah shollAllahu 
‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya agama ini (Islam) adalah mudah, 
tidaklah seseorang mempersulit agama ini kecuali terkalahkan.” (HR. Bukhori dan 
Muslim)

Analog yang mudah dicontohkan nabi adalah larangan bersenggama di siang hari 
saat menjalankan ibadah ramadhan Dari Abu Hurairah, Beliau berkata : Tatkala 
kami duduk disisi Nabi 
tiba-tiba datang kepadanya seorang laki-laki, dan dia berkata “Wahai 
Rasulullah binasa aku”, maka Beliau bertanya “kenapa engkau ?”, orang 
itu menjawab “Aku telah menyetubuhi istriku, padahal aku berpuasa”, 
dalam sebuah riwayah “Aku menyetubuhi keluargaku di bulan Ramadhan”, 
maka Rasulullah bersabda “Apakah engkau mendapatkan seeorang budak yang 
engkau bisa membebaskannya ?", maka orang ini menjawab “Tidak ada”, 
Rasulullah bersabda “Apakah engkau mampu berpuasa dua bulan secara 
berturut-turut?”, maka orang ini menjawab “Tidak”, Rasulullan bersabda 
“Apakah engkau mendapatkan pemberian makan kepada 60 orang miskin ?”, 
maka orang ini menjawab “Tidak”. Berkata Abu Hurairah “maka Nabi 
terdiam”, maka tatkala kami dalam keadaan yang demikian itu tiba-tiba 
didatangkan kepada Nabi dengan sebuah kantong (kantong yang terbuat dari
 pelepah kurma seukuran masuk didalamnya 15 sha’ dari sesuatu) yang 
padanya terdapat kurma. Kemudia Nabi bertanya “Mana orang yang bertanya 
tadi ?”, maka orang ini menjawab “Aku”, maka Nabi berkata “Ambillah ini 
lalu bersedekahlah dengannya”, orang ini berkata “Apakah atas orang yang
 lebih faqir daripadaku wahai Rasulullah ?, maka demi Allah tidak ada 
diantara dua kampungnya sebuah keluarga yang lebih faqir daripada 
keluargaku”, maka Nabi tertawa sampai terlihat gigi saingnya, kemudian 
Beliau bersabda “Berikanlah dia kepada keluargamu”

Wassalam
Abdul Mu'iz

--- Pada Sab, 24/7/10, F e r o n a <cakefe...@gmail.com> menulis:

Dari: F e r o n a <cakefe...@gmail.com>
Judul: Re: [wanita-muslimah] TENTANG WANITA
Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Tanggal: Sabtu, 24 Juli, 2010, 12:51 AM







 



  


    
      
      
      

Halloow mbak Mei,



Duluuu semua aku pertanyakan. Misalnya kenapa klo hormat militer itu mesti 
ngangkat tangan kanan tepat di alis. Trus sy lihat, ada juga yg hormat mengatup 
tangan di dada, dan macem2 lagi.



Akhirnya kecapekan nanya. Gak penting juga sih. Jadi di ujung capek, sy mau 
maklumin saja bhw semua aktivitas itu ada prosedurnya. Apalagi aktivitas ini 
akan dilakukan banyak org. Perlu penyeragaman spy semua org sdh tau apa yg hrs 
dilakukan klo mau shalat.



3x, 2x atau 1x, bukan esensinya buat sy. Tapi kenikmatan membasuh muka, tangan, 
semacam ritual membersihkan diri sebelum melakukan shalat. Perasaan tenang sdh 
menjalar saat berwudhu. Sy mau shalat, jgn rusuhin lagi dgn keribetan.



Klo ga ada air? Ya sudah shalat aja. Sy ga ngerti ngambil debu bersih yg mana. 
Walau pernah diajarin utk menepuk ke dinding atau gorden, tp malah jadi gatel2 
hidungku. Intinya ada prosedur alternatif bila prosedur standar sulit 
terpenuhi. Gak mau mikir ribet. Sy mau shalat, ada air atau gak ada air. Skip 
tayamum. Lagi2 percaya Allah Maha Pemaklum dan Maha Tahu apa yg ada di hati 
kita. Kalau menurut yg lain sy salah, ya sudah jangan diikuti yaa ... Lakukan 
sesuai keyakinan masing-masing. 









Salam manis,

F e r o n a

http://www.goldoven.com



-----Original Message-----

From: "L.Meilany" <wpamu...@centrin.net.id>

Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com

Date: Fri, 23 Jul 2010 23:05:16 

To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>

Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com

Subject: Re: [wanita-muslimah] TENTANG WANITA



Halo Ferodear,



Duluuu waktu belajar solat, ambil air sembahyang pernah saya tanya,

mengapa harus  3 kali, kan buang2 air?

Mengapa urutannya tangan dulu kemudian tangan sudah bersih untuk bersihkan yg 
lain2 gak di cuci lagikah tangannya?

Lantas kata yg ngajarin ; 'sudah ikuti saja - dengarkan dan taat'.



Kalo misalnya tayamum - hare gene masih adakah?

Bukankah pasir/tanah/debu zaman sekarang kotor apa malahan jadi najis?

Lantas yg ngajarin bilang; ' makanya belilah air mineral' Yg ini gak saya taati

:-)

Salam, 

l.meilany

  ----- Original Message ----- 

  From: F e r o n a 

  To: wanita-muslimah@yahoogroups.com 

  Sent: Friday, July 23, 2010 4:37 PM

  Subject: Re: [wanita-muslimah] TENTANG WANITA





    

  Sebenarnya hakikat mandi junub itu apa ya gerangan? Mandi dalam rangka

  membersihkan diri secara total atau sekedar ritual?



  Mandi bila bertujuan membersihkan diri dari ujung rambut sampai ujung

  kepala, maka rambut diikat atau dikepang atau disanggul, harus dibuka dan

  dikeramas bersih. Untuk yg berambut panjang, keramas tiap hari itu agak

  menyulitkan dan boros shampo, jadi biasanya keramas itu dua hari sekali.

  Karena habis keramas, gak bisa cuma membiarkan rambut basah tergerai begitu

  saja. Apalagi yang harus berjilbab, rambut basah harus dikeringkan dulu baru

  aman dipakaikan jilbab.



  Nah kalo mandi junubnya terpaksa tiap hari, kondisi yg saya ceritakan di

  atas jadi bikin agak ribet. Jadi bisa dipermudah dengan bila memang

  rambutnya masih bersih dan wangi, untuk bagian rambut tidak perlu dikeramas

  total, melainkan cukup diusap dengan air saja. Mungkin begitu.



  Saya ndak pernah berumit-rumit dalam hal seperti ini. Bila bisa keramas

  total, ya keramas. Bila susah, cukup basuh saja. Allah Maha Tahu apa yang

  ada di hati kita, niat kita mandi junub, namun keadaan menyulitkan. Jadi

  lakukan alternatif prosedur lainnya, yang penting kita niat untuk mandi

  junub. Mungkin ini salah, kalau salah ndak usah diikutin ya. Karena kalau

  saya, selalu yakin Allah itu Maha Pemaklum dan Maha Tahu...



  -- 

  Salam Manis,

  F e r o n a

  http://www.goldoven.com



  2010/7/23 Yudi Yuliyadi <y...@geoindo.com>



  >

  >

  > Berkaitan dengan rambut yang diikat atau dikepang (haditsnya) apakah pada

  > waktu mandi junub dibuka dulu atau tidak

  >

  > _____

  >

  > From: wanita-muslimah@yahoogroups.com <wanita-muslimah%40yahoogroups.com>

  > [mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com<wanita-muslimah%40yahoogroups.com>]

  > On Behalf Of F e r o n a

  > Sent: Friday, July 23, 2010 4:18 PM

  >

  > To: wanita-muslimah@yahoogroups.com <wanita-muslimah%40yahoogroups.com>

  > Subject: Re: [wanita-muslimah] TENTANG WANITA

  >

  > Saya juga tidak mengerti dengan tulisan tersebut. Mandi pakai ikat kepala

  > itu maksudnya gimana?

  >

  > Kalau berambut panjang, trus mandi basahin rambut yg diikat, malah bikin

  > rambut rusak dan ketombean. Seyogyanya rambut itu dicuci bersih dengan

  > shampoo lalu dikeringkan dengan seksama, lalu baru kalau mau pakai kerudung

  > atau jilbab dipakai dengan rambut yang kering, tidak dengan rambut yg

  > basah.

  > Bila alpa melakukan ini, utk yang tinggal di daerah lembab seperti jakarta,

  > kulit kepala akan berketombe dengan suksesnya dan rambut pun jadi rontok.

  >

  > Mungkin maksut artikelnya itu petunjuk bagi mereka yang harus berjunub

  > namun

  > tak memungkinkan melakukan mandi keramas total ya? Jadi cukup mengusap

  > rambut atau gimana? Karena memang terkadang ada kondisi seperti itu.

  >

  > --

  > Salam Manis,

  > F e r o n a

  > http://www.goldoven.com

  >



  [Non-text portions of this message have been removed]







  



  __________ NOD32 5305 (20100723) Information __________



  This message was checked by NOD32 antivirus system.

  http://www.eset.com





[Non-text portions of this message have been removed]







[Non-text portions of this message have been removed]





    
     

    
    


 



  







[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke