> "H. M. Nur Abdurahman" <mnur.abdurrah...@...> wrote:
> Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton acara televisi >`Discovery' 
> pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau, ia seorang ahli 
> kelautan (oceanografer) dan ahli selam terkemuka dari Perancis. 
> Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke 
> berbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film 
> dokumenter tentang keindahan alam bawah laut untuk ditonton jutaan > pemirsa 
> di seluruh dunia.

WALUYA: Terimakasih Pak Nur atas infonya. Saya juga pernah nonton Costeau, tapi 
dulu,  jaman TVRI berjaya, jadi agak lupa.  Pak Costeau menyelam sampai ke 
dasar samudera, tentunya memakai peralatan ya Pak, da kagak mungkin menyelam 
begitu sajah mah.

> Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, 
> tiba-tiba ia menemukan beberapa kumpulan air tawar-segar yang 
> sangat sedap rasanya karena tidak bercampur/tidak melebur dengan 
> air laut yang asin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau 
> membran yang membatasi keduanya.

WALUYA: Oh ya Pak? Bisa saya diberikan sumbernya. Ada kemungkinan air tawar 
bisa muncul didasar laut, kalau akifer (lapisan batuan  pengandung air tawar) 
berada dibawah dasar laut dan jiga tekanannya tinggi mengalahkan tekanan air 
laut diatasnya, air tawar itu akan keluar. Karena massa jenis (BD) air tawar 
lebih rendah dari air laut, sebelum bercampur dengan air laut, air tawar ini 
akan jauh terdorong keatas.

Contoh akifer air tawar yang masuk ke bawah dasar laut adalah diselat Makkasar. 
Akifer dari daratan di sekitar Balipapan-Samarinda-Bontang, mendalam ke arah 
timur, dan diperkirakan lapisan ini menerus dan mendalam di Selat Makassar. Ada 
kemungkinan terjadi kesetimbangan antara air tawar dengan air laut di dasar 
laut Selat Makassar dimana akifer ini muncul di dasar laut . Sayangnya ini baru 
asumsi, karena belum ada/ ingin membuktikannya. (sumber: seorang Hidrogelogist 
teman saya, yang pernah menangani hidrogeologi daerah Bontang-Samarinda).

Air tawar ada di Bumi, akibat siklus hidrologi (Laut menguap->awan->hujan->air 
tawar ->laut--> menguap). Tanpa siklus hidrologi mungkin di Bumi hanya di kutub 
saja yang ada air tawar. 


Salam,
WALUYA

Kirim email ke