O ya, pantai2 yg saya sebutkan di bawah bukan selat, tapi pantai lepas samudera 
indonesia. Tekanan arus bawah ke utara, apa karena lempengan aktif indo 
australia itu? Ada joke di antara sayap kiri aussie. Siapa bilang indo nggak 
diganggu aussie, wong pulaunya didesek desek gitu loh..:-)

Salam
Mia
-----Original Message-----
From: al...@yahoo.com
Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Date: Sat, 24 Jul 2010 04:23:41 
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: Re: [wanita-muslimah] Re: Allah itu Personal?

Penjelasan yg informatif pak waluya, untuk saya. Di sepanjang pantai 
malingping-bayah, saya temukan tak terhitung mata air kecil2 air segar tawar. 
Asalnya dari darat yah? Saya menduga hutan di atasnya utara  masih cukup bagus, 
mungkin dari TN Halimun.  Tapi di pantai cidaun-jayanti saya nggak temukan 
mata2 air ini. Apa mungkin hutan aslinya  tinggal dikiiit, hutan bojong larang.

Salam
Mia
-----Original Message-----
From: "Waluya" <wal...@plasa.com>
Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Date: Sat, 24 Jul 2010 04:02:09 
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: [wanita-muslimah] Re: Allah itu Personal?

> Abdul Muiz <mui...@...> wrote:
> Yang disampaikan Al qur'an tsb memang telah dibuktikan oleh 
> berbagai penelitian ilmuwan antara lain :
> 1) Adanya di pertemuan Laut Merah dan Samudera Hindia (Teluk Aden) > <--- 
> berdasarkan penelitian scientist Jerman
> 2) Juga di pertemuan Laut Tengah dan Samudera Atlantik (Selat 
> Gibraltar) <--- berdasarkan penelitian Cousteau

Pak Muiz, sebenarnya phenomena alam seperti disebut diatas, di perairan 
Indonesia (yang paling luas di Dunia) juga terjadi. Contohnya di selat-selat 
sempit di kepulauan Nusa Tenggara  (Selat Lombok, Selat Bali dan ke selat-selat 
di timurnya). Disitu terjadi arus laut yang sangat kuat yang antara lain 
disebabkan perbedaan salinitas air laut Samudera hindia dengan salinitas air 
laut di utaranya yang ditambah dengan keadaan  selat yang "sempit". arah arus 
laut itu tidak seperti arus di sungai yang searah. Di laut, arus di permukaan 
bisa saja arahnya ke selatan, tapi dibawahnya bisa terbalik, ke utara.  

> Just info, di Singaraja - Bali, tepatnya di desa Sahih (sekitar 17 > km) 
> merupakan tempat wisata kolam renang. Air dari kolam pemandian > ini sangat 
> jernih dan menyegarkan. Air memancar
>  tiada henti dari bawah pasir dan mengalir lagi ke laut. Meskipun 
> lokasinya tepat di pinggir pantai, uniknya air di kolam pemandian 
> ini  adalah air tawar, bukan asin.

Air tawarnya asalnya dari daratan Pak. Ketika hujan air tawar meresap ke tanah, 
mengisi pori-pori atau lubang/ gua yang ada di batuan dan mengalir melalui 
pori-pori/ lubang ini ke arah rendah (artinya ke arah laut). Dan di tempat 
rendah ini air tawar keluar dari "reservoirnya".

Ketika muncul di dasar laut (dengan catatan tekanannya tinggi sekali) maka air 
tawar itu akan terdorong keatas, mirip (tidak terlalu sama) dengan supply udara 
yang dipompa dalam akuarium. Mungkin yang dimaksud Pak HMNA adanya "anomali" 
air tawar di tengah air asin, adalah gejala ini. "anomal" ini tidak mungkin 
diam/ statis, dia akan bergerak dan meluncur terus keatas sampai akhirnya 
hilang sendiri karena sudah bercampur dengan air laut (terjadi kesetimbangan).

Salam, 
WALUYA

 

 








[Non-text portions of this message have been removed]




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke