On 7/25/2010 2:14 PM, Abdul Muiz wrote:
>
> Saya pikir pada titik-titik tertentu Nabi Muhammadpun juga mengalami
> yang namanya gelisah dan pertanyaan ala curhat itu juga lumrah dialami
> yang namanya manusia. Saya setuju mbak Mia kalau semua para Nabi
> termasuk Nabi Muhammad adalah Risk Taker yang hebat. Saya tentu tidak
> berani Ge eR sebagai Risk Taker, tetapi terima kasih atas analisis mbak Mia.


Tidak ada tempat curhat terbaik selain kepada Allah. Seringkali kalo 
hati rasanya sudah mau runtuh, sy nangis sendirian dan mengeluh bahwa sy 
tidak kuat diberi cobaan seperti ini. Namun bila memang sy harus 
menjalani cobaan ini, sy mohon Allah menguatkan hati sy dan menunjukkan 
jalan. Hanya Allah yg bisa menghapus airmata sy, tidak ada yang lain. 
Dan sy bisa merasakan bahwa bila ketika hati memang sudah berserah diri 
dan pasrah, pertolongan Allah datang segera. Seketika. Tidak sampai lima 
menit. Betapa mudah Allah membalikkan hati yang tadinya sudah terpuruk 
putus asa, kembali kuat dan lapang seakan-akan hidup ini tiada prahara 
yang melanda.

Dari pengalaman itu sy bisa mengatakan bahwa bagi Allah tidak ada yg 
namanya durhaka kepadaNya. Sy kurang apa durhaka kepada Allah kalau 
durhaka dilihat dari sikap bertanya dan mengkritisi isi Qur'an? Tapi 
Allah tidak seperti ibu Malin Kundang yang mengutuk anak kandungnya 
sendiri karena durhaka padanya. Allah lebih besar dan lebih kuat 
daripada ibu Malin Kundang, dan tidak perlu tindakan emosional seperti 
menganggap hambaNya durhaka lantaran mempertanyakan eksistensinya.

Sy sungguh terkadang merasa kita keserimpet menganggap Allah itu seperti 
kita juga. Yang marah kalo dihina, yang membalas kalo ditonjok, yang 
murka kalau disepelekan. Allah Maha Besar, tak sanggup sy memikirkan 
Allah yg ngambeg-an seperti halnya manusia ...


-- 
Salam Manis,
F e r o n a
http://www.cakefever.com

Kirim email ke