mohon maaf kang mas yudi.

kalau di indonesia, kalau anak belum kawin, ortu malah biasanya masih
mensupport anak anaknya, kasih DP buat rumah, beliin mobil buat anak, beliin
tiket buat mudik, dan orang tua di indonesia justru pada kebelet anak
anaknya segera kawin.

beda mungkin dengan budaya arab dimana orang tua wanita minta mahar sangat
mahal sekali sehingga para tkw kita sering jadi sasaran para lajang yang
belum menikah karena jumlah perempuan kalah banyak dibanding lelaki, dan
lelaki sana hobi poligami, selain itu maharnya mahal sekali.

note : di negara negara timur tengah rata rata jumlah lelaki lebih banyak
daripada jumlah perempuan.

mohon maaf jika tanggapan saya sekiranya kurang sopan dan tidak masuk akal
dalam pandangan mas yudi.  mohon diamini dan ditaati saja deh.  :p

salam,
papabonbon.wordpress.com


2010/7/21 Yudi Yuliyadi <y...@geoindo.com>

>
>
> Pandangan Hukum Agama Terhadap Para Ayah Yang Enggan Menikahkan
> Putri-Putrinya
>
> Rabu, 7 April 2004 07:08:47 WIB
>
> PANDANGAN HUKUM AGAMA TERHADAP PARA AYAH YANG ENGGAN MENIKAHKAN
> PUTRI-PUTRINYA KARENA MEREKA INGIN TETAP MEMPEROLEH GAJI PUTRI-PUTRINYA.
>
> Oleh
> Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
>
> Pertanyaan.
> Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Bagaimana pandangan hukum
> agama menurut Syaikh terhadap para ayah (orang tua) yang enggan menikahkan
> putri-putrinya karena masih ingin mendapat bagian dari gaji putri-putri
> mereka ?
>
> Jawaban.
> Keenganan bapak (orang tua) atau lainnya menikahkan putri-putrinya karena
> (agar) tetap mendapat bagian dari gaji putrinya adalah haram hukumnya. Jika
> yang enggan menikahkan itu selain bapak (ayah) maka tidak ada hak baginya
> mengambil harta perempuan asuhannya sedikitpun, dan jika dia adalah ayah
> dari perempuan itu maka boleh mengambil (memiliki) harta milik putrinya
> selagi tidak membahayakan sang putri dan tidak dibutuhkannya. Sekalipun
> begitu, ayah tidak boleh enggan (menghalang-halangi) menikahkannya karena
> hal tersebut, sebab yang demikian itu merupakan pengkhianatan terhadap
> amanat. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman.
>
> "Artinya : Hai orang-orang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan
> Rasul (Muhammad) dan juga janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang
> dipercayakan keapadamu, sedang kamu mengetahui. Dan ketahuilah, bahwa
> hartamu dan anak-anakmu itu hanya sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi
> Allah-lah pahala yang besar" [Al-Anfal : 27-28]
>
> Mari perhatikan dan hayati dua ayat di atas. Setelah Allah Subhanahu wa
> Ta'ala melarang mengkhianati Allah dan RasulNya dan melarang mengkhianati
> amanah, Dia befirman, "Bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanya sebagai
> cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar" [Al-Anfal :
> 27-28], sebagai suatu isyarat bahwa berkhianat itu tidak boleh, apakah
> karena ingin mendapat keuntungan harta atau karena sayang kepada anak.
>
> Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.
>
> "Artinya : Apabila seseorang yang kamu ridhai agama dan akhlaknya datang
> kepadamu untuk melamar, maka kawinkanlah ia (dengan putrimu), jika tidak
> (kamu kawinkan), niscaya terjadi fitnah dan kerusakan besar di muka bumi
> ini" [Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dan Ibnu Majah, namun predikatnya
> mursal.
> Hadits ini mempunyai syahid lain di dalam riwayat At-Turmudzi dari riwayat
> Abu Hatim Al-Muzani]
>
> Jika ditakdirkan bahwa ayah atau wali yang lain enggan dan tidak mau
> menikahkan putrinya dengan lelaki yang layak baginya, maka dalam kondisi
> seperti ini urusan kewaliannya berpindah kepada wali-wali yang lain
> berdasarkan urutan yang paling atas. Dan jika seperti itu terulang (pada
> wali-wali yang lain), maka kewaliannya menjadi gugur, karena walinya telah
> menjadi fasiq.
>
> [Bagian dari fatwa Syaikh Ibnu Utsaimin yang beliau tanda tangani]
>
> [Disalin dari. Kitab Al-Fatawa Asy-Syar'iyyah Fi Al-Masa'il Al-Ashriyyah
> Min
> Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, hal
> 443-444 Darul Haq]
>
> Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=mo
> <javascript:if(confirm('
> http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_
>
> id=595&bagian=0%20%20\n\nThis%20file%20was%20not%20retrieved%20by%20Teleport
>
> %20Pro,%20because%20it%20is%20addressed%20on%20a%20domain%20or%20path%20outs
>
> ide%20the%20boundaries%20set%20for%20its%20Starting%20Address.%20%20\n\nDo%2
>
> 0you%20want%20to%20open%20it%20from%20the%20server?'))window.location='http:
> //almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=595&bagian=0'>
> re&article_id=595&bagian=0
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscr...@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejaht...@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelism...@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    wanita-muslimah-dig...@yahoogroups.com 
    wanita-muslimah-fullfeatu...@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    wanita-muslimah-unsubscr...@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke