Dwi Soegardi-------------Bismilahirrahmanirrahiim

Dalam Bible dan Al Quran, rakyat wajib mentaati peraturan2
Pemerintah, tidak boleh membrontak dgn senjata, boleh mengusulkan
kpd pemerintah ;

Kalau pemerintah Eropah mengaharmkan burqa dan Niqab,wanita muslimah
wajib mentaatinya.mentaati pemerintah artinya mentaati ALLAH.

dalam satu ayat; taatilah ALLAH, Rasul dan ulil Amri.

Kalau pemerintah mewajibkan wanita2 berniqab atau burqa, maka wanita2 wajib 
mentatainya.

Demikian peringatan ALLAH di Bible dan Al Quran.

salam

--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com,  <soega...@...> wrote:
>
> sudah lama bertebaran fatwa seperti tidak harus berkerudung (berarti
> memperlihatkan rambut) kalau membahayakan keselamatan.
> 
> sebaliknya apa ada fatwa boleh tidak bercadar di negara yang mewajibkannya?
> 
> 
> 
> 2010/7/25 sunny <am...@...>
> 
> >
> >
> > Refleksi : Apa komentar Anda terhadap pernyataan Sheik Aedh al-Garni?
> >
> > http://www.harianterbit.com/artikel/fokus/artikel.php?aid=99325
> >
> > Al-Garni, Bolehkan Wanita Tidak Bercadar DI Negara Yang Melarang
> > Tanggal : 25 Jul 2010
> > Sumber : Harian Terbit
> >
> > JAKARTA-Seorang ulama populer di Arab Saudi menyatakan sah-sah saja bila
> > Muslimah tak harus menutup wajah bila berada di negara-negara yang melarang
> > pemakaian cadar di tempat umum. Ini bisa dilakukan agar mereka tidak
> > dilecehkan publik setempat.
> >
> > Pernyataan itu dilontarkan Sheik Aedh al-Garni. "Kita jangan
> > mempertentangkan masyarakat di negara mereka atau tempat lain," kata
> > al-Garni, di harian Saudi, al-Hayat, pada Sabtu (24/7)
> >
> > "Akan lebih baik bagi kaum Muslimah untuk memperlihatkan wajah mereka bila
> > ada larangan memakai cadar di tempat mereka tinggal sehingga terhindar dari
> > reaksi atau dampak negatif atau pelecehan dan lain-lain," lanjut al-Garni.
> >
> > Anjuran itu dilontarkan al-Garni terkait kontroversi pemakaian cadar dan
> > jubah - yang populer disebut burka atau niqab - di sejumlah negara di Eropa.
> > Pemerintah dan para politisi di Prancis, Belgia, dan Spanyol tengah
> > berencana untuk melarang perempuan memakai kostum yang menutup semua tubuh
> > mereka - hingga di bagian wajah - di tempat-tempat umum.
> >
> > Parlemen Majelis Rendah di Prancis bahkan telah menyetujui pelarangan
> > burka. Larangan akan berlaku secara sah bila disetujui oleh Senat pada
> > September mendatang.
> >
> > Alasannya, pemakaian jubah seperti itu melanggar estetika dan dianggap
> > sebagai simbol pengekangan atas perempuan. Namun, bagi sebagian umat Muslim,
> > pemakaian burka atau niqab patut dilakukan para muslimah untuk menutup aurat
> > agar tidak mengundang pelecehan dari orang lain.
> >
> > Al-Garni menyayangkan bahwa gaya berpakaian ini sampai menjadi masalah yang
> > serius bagi pemerintah dan parlemen Prancis. "Itu sikap yang tidak logis dan
> > tidak masuk akal bagi pemerintah Prancis untuk menerapkan [larangan]
> > demikian," kata al-Garni.
> >
> > "Kaum non-Muslim yang obyektif pun telah melontarkan kritik atas kebijakan
> > itu. Pasalnya, Prancis kan negara sekuler, yang seharusnya juga menghormati
> > kebebasan menjalankan ajaran agama. Pemerintah seharusnya menghormati ritual
> > dan praktik relijius," kata al-Garni.
> >
> > Sementara itu, seorang cendekiawan Saudi, Mohammed al-Nujemi, menyarankan
> > kaum Muslimah yang senang mengenakan cadar untuk tidak bepergian ke
> > negara-negara yang melarang gaya berbusana itu.
> >
> > "Perempuan Saudi jangan berwisata ke negara-negara Non-Muslim," kata
> > al-Nujemi kepada stasiun televisi al-Arabiya. "Pergi ke negara non Muslim
> > tanpa alasan yang kuat tidak dibenarkan oleh syariah," lanjut dia.(tbt/a
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >  
> >
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke