kanjeng Nabi Muhammad tidak diutus untuk membelah dada manusia.... 

Artinya...., dalam kehidupan ini perilaku lahiriah amat penting.... sehingga 
kesempurnaan akhlak pertama-tama harus tampak pada kehidupan lahiriah.

Oh ya, Mas Muiz, kalau gak salah preskom PT. Pos Indonesia itu Pak Brata 
yaa.... Beliau rajin ngaji pada saya setiap jumat malam.

Wassalam,

chodjim
 

  ----- Original Message ----- 
  From: Abdul Muiz 
  To: wanita-muslimah@yahoogroups.com 
  Sent: Saturday, July 24, 2010 11:27 PM
  Subject: Re: [wanita-muslimah] Dalam Surga, manusia Bugil (?)


    
  Nah orang FPI, HTI (duh minta maaf dengan sopan karena menyebut nama)  dll 
yang sejenis, menurut pengamatan mata lahir, ya berangasan jauh dari tentram 
kalau soal kondisi batin ya ybs dan Allah saja yang tahu.

  Wassalam
  Abdul Mu'iz

  --- Pada Sen, 26/7/10, chodjim <chod...@gmail.com> menulis:

  Dari: chodjim <chod...@gmail.com>
  Judul: Re: [wanita-muslimah] Dalam Surga, manusia Bugil (?)
  Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
  Tanggal: Senin, 26 Juli, 2010, 1:01 AM

   

  Fer,

  Memang surga yang dijanjikan sebagai iming-iming itu untuk orang awam. Kalau 
tidak mau menjadi orang awam ya hidup berupaya untuk menjadi manusia yang 
tentram jiwanya. Baru setelah jiwanya tentram (muthmainnah), kita dipanggil 
oleh Tuhan untuk kembali kepada Dia dengan penuh kerelaan dan direlakan.

  Setelah itu.... barulah kita masuk ke dalam jamaah hanba-hamba-Nya, dan baru 
masuk surga Ilahi...... (Q. 89: 27 - 30).

  Jadi, ada urutan dalam hidup ini.... 

  Berusaha hidup tenang/tentram ----> kembali kepada Tuhan dengan penuh 
kerelaan dan direlakan --> masuk ke dalam jamaah hamba-hamba-Nya --- Masuk 
surga-Nya.

  Dapat disimpulkan.... hanya orang yang jiwanya sudah tenang/tentram yang 
dipanggil kembali kepada Dia.

  Wassalam,

  chodjim

  ----- Original Message ----- 

  From: F e r o n a 

  To: wanita-muslimah@yahoogroups.com 

  Sent: Saturday, July 24, 2010 7:13 PM

  Subject: Re: [wanita-muslimah] Dalam Surga, manusia Bugil (?)

  On 7/25/2010 8:20 AM, kmj...@indosat.net.id wrote:

  >

  > Kalau di sorga gak ada nafsu seperti di dunia, mengapa

  > ditawari puluhan bidadari yang cantik dan belum tersentuh

  > (laki-laki)? Kontradiksi dalam logika.

  > KM

  +1 Milyaar! (twitter style)

  Ini curcol ... mungkin pernah jadi kegelisahan di masa lalu.

  Dari jaman SD baru belajar Islam sampe sekarang, sy tidak pernah merasa 

  surga itu menarik untuk dikejar. Gak ngerti surga itu seperti apa. Kalo 

  ngikutin yg diajarin guru agama, malah tambah huek huek pas sampe ke 

  bidadari ... Sampe sekarang blaaas, gak kebayang surga itu macam apa dan 

  gak pernah niat sampe ke sana.

  Akhirnya surga bukan tujuan hidup saya. Sy percaya ada yang lebih baik 

  dari sekedar surga yang ada puluhan bidadarinya itu. Dan menjalani hidup 

  itu buat saya adalah dengan cara mencintai Allah, bukan karena mengharap 

  masuk surga. Dengan mencintai Allah, berarti mencintai semua manusia 

  ciptaanNya. Dan kalau sudah mencintai semua manusia, tidak ada perasaan 

  menyalahkan kepercayaan orang lain dan merasa benar sendiri. Dan hidup 

  pun terasa lebih tenang ...

  -- 

  Salam Manis,

  F e r o n a

  http://www.cakefever.com

  [Non-text portions of this message have been removed]

  [Non-text portions of this message have been removed]



  

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke