Dear Ustadz Chodjim,
[dengan Tawadhu', sopan, rendah hati, ramah tamah dan bersahaja. karena 
kami pramuka indonesia]

Sesungguhnya, saya menghormati Pak Chodjim bukan hanya karena ketinggian 
ilmunya, atau karena tambunya :d, saya menghormati karena sikap Pak 
Chodjim yang selalu mengaplikasikan prinsip pramuka indonesia : Bertaqwa 
kepada Tuhan, sopan santun, ramah tamah dan bersahaja.

menurut saya Pak Chodjim memilih jalan unik, sayangnya saya tidak tahu 
lebih detil jati diri Pak Chodjim. Ada sebuah masa dimana Kantor Kita 
sebenarnya berdekatan. Kalo tidak salah ingat, di basement Menara 
Sudirman, tiap Jum'at dipergunakann sebagai Masjid untuk melayani 
prosesi shalat Jum'at. Pada Salah satu Jum'at Pak Chodjim khotbah disana 
dan saya makmum (selalu sambil menganthuk).

sangat jarang seorang da'i (Tukang Dakwah) berasal dari kalangan 
eksekutif, apalagi perusahaan multi Nasional. Karena pada umumnya, 
eksekutif perusahaan multi Nasional, kurang bersedia meluangkan waktu 
untuk hal-hal semacam dakwah Agama. Sehingga figur Mr Chodjim adalah 
figur langka, Khatib yang mengendarai Volvo, juga tidak banyak. Pak 
Chodjim adalah da'i dari kalangan pengendara volvo ini. Saya juga punya 
beberapa kenalan di group perusahaan Pak Chodjim. Secara "status 
sosial", dimana saya dari kalangan UKM, sangat mendongak melihat 
eksekutif perusahaan multi nasional, apalagi perusahaan tsb salah satu 
klien saya :D

Saya katakan unik, sangat sedikit Eksekutif perusahaan multi Nasional 
memilih menulis buku (Apalagi buku Agama), menguasai ilmu Agama secara 
mumpuni dan membagikannya. Beberapa eksekutif saya kenal dan memiliki 
riligiusitas tinggi tapi hanya tinggal untuk dirinya sendiri, mereka 
(mungkin) tidak cukup waktu untuk berbagi, atau tidak mau meluangkan 
waktu untuk berbagi.

Selain saya merasa "cocok" dengan "aliran" yang dipilih Mr Chodjim, saya 
setuju dengan banyak tafsirnya, sehingga saya selalu menyempatkan diri 
membeli dan membaca buku tulisan Mr Chodjim. Tapi tidak ingin minta 
tanda tangan untuk buku-buku tsb.

sampai ktemu tanggal 31 .... Isnya Allah

wassalam
./STS



email :*x1...@gmx.com* http://opotumon.blogspot.com/

On 07/27/2010 01:26 AM, chodjim wrote:
>
>
> Wan Sabri,
>
> Harapan saya... gak muluk-muluk koq, mereka yang sedang dalam proses
> belajar-mengajar pada saya, kami harapkan untuk menjadi lebih manusiawi
> sehingga tidak medeni (tidak menjadi memedi yang membuat orang ketakutan
> dalam hidupnya), hehehe.........
>
> Tak ada yang merasa lebih daripada yang lainnya --termasuk saya tak
> merasa lebih daripada yang sedang belajar. Masing-masing yang ada dalam
> majelis pengajian belajar dan sekaligus mengajar.
>
> Ketika saya harus ke Bandung (to and fro) untuk memberikan pelajaran
> agama Islam kepada Pak Willey Munandir (mantan dirut Telkom), saya ajuka
> pertanyaan, "bapak, pelajaran apa yang hendak saya sampaikan?" Beliau
> menjawab, kita ingin "share", pak chodjim.
>
> Jadi, fokusnya adalah saling rembug agar kita menjadi manusia husnul
> khatimah dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai manusia yang
> semakin manusiawi.
>
> Oke.., sampai jumpa.. 31 Juli.
>
> Salim,
>
> chodjim
>

Kirim email ke