Kalau pake uang yang dipatok ke emas, atau pake emasnya lansgung
(seperti dinar ini), insya Allah hyper inflasi yang disebut mas di bawah
kan ngga terjadi. Justru ini melindungi nilai "uang" yang dimiliki
masyarakat. Pake uang kertas seperti sekarang ini, menabung tidak
menjadikan orang semakin kaya.. malahan semakin miskin. Jadi masyarakat
cenderung konsumtif, lha nyimpen duit kertas itu kan nilai dan daya
belinya turun terus.. mending dibelikan barang 'gitu.. ntar kalau pas
butuh, baru dijual lagi. 

 

Pake dinar dirham ini memang yang paling adil. Harga barang dalam dinar
relatively stabil. 

 

Sekarang ramai orang menabung untuk naik haji atau untuk sekolah anak
dalam dinar. Lebih terlindung nilainya. Jadi bukan 'sekedar' ingin
merasa islami.

 

Wallahua'lam.

Wassalaam,

-Ning

 

From: wanita-muslimah@yahoogroups.com
[mailto:wanita-musli...@yahoogroups.com] On Behalf Of X1123
Sent: Tuesday, July 27, 2010 3:33 PM
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: Re: [wanita-muslimah] Re: DINAR DAN DIRHAM

 

  

sebenarnya sejak jaman baheula uang emas sudah ada, tapi kemudian turun 
popularitasnya karena bila membawa dalam jumlah besar agak repot. Semua 
uang kertas yang diterbitkan menurut aturan harus dijamin dengan emas. 
Tapi karena satu dan lain hal banyak negara tidak taat, akibatnya muncul

inflasi sampai hyper-inflasi.

tahun 1945 indonesia menerbitkan uang emas, hanya saja tidak dipakai 
sehari-hari dan beberapa tahun lalu ada versi uang emas untuk Rupiah.

secara umum lebih mudah menentukan nilai dengan emas, hanya saja sistem 
ini bukan bebas sama sekali dari masalah. banyak para spekulan emas bisa

bermain-main hal ini sehingga nilai uang pun tetap bisa gonjang ganjing.

Misal mendadak sontak harga emas turun, maka nilai yang ditulis dalam 
mata uang tsb bisa tidak setara lagi, kalo seorang penjual menolak 
kejadiannya berabe, banyak penjual dan pembeli berantem karena perbedaan

nilai nominal dan nilai barang tsb (apa ya namanya).

tapi kalo merasa lebih "Islami" karena menggunakan uang tsb jelas salah 
kaprah ...

:D

wassalam
./sts

eMail : x1...@gmx.com <mailto:x1123%40gmx.com> 

http://opotumon.blogspot.com/
Regenerated by Virus Immune system GNU/Linux

On 07/27/2010 02:05 PM, Lestyaningsih, Tri Budi (Ning) wrote:
>
>
> Juga sekarang sudah ada pecahan koin dirham senilai 1/6 dirham (kira2
> 5000 rupiah). Jadi kalau semangkok bakso seharga 5000, sudah bisa
> transaksi pake dirham sekarang ini..
>





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke