----- Original Message ----- 
From: "Wikan Danar Sunindyo" <wikan.da...@gmail.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Friday, July 30, 2010 16:24
Subject: Re: [wanita-muslimah] Fw: [Sabili] Pelajaran dari Video Porno Ariel 
Peterpan, Luna Maya, Cut Tari, dsb

mungkin pak nur benar dalam hal ini
saya coba mengambil pandangan dari perspektif lain
ini kejadian di amerika saat seorang anak mengambil pistol bapaknya
dan kemudian menembaki teman-temannya
peristiwa ini kemudian diliput oleh media massa Amerika, besar-besaran
termasuk pelakunya, korbannya, mengapa peristiwa terjadi dsb
terus-terusan sampai masyarakat Amerika tahu detil peristiwanya
bukannya mereda peristiwa ini malah menjadi inspirasi bagi anak kecil
di penjuru Amerika lain untuk melakukan peristiwa yang sama
mengambil pistol dan menembaki teman-temannya
hal ini kemudian menjadi pelajaran bagi media massa Amerika
setelah mendapat kecaman dari masyarakat untuk peliputan yang
besar-besaran, menyebabkan seorang anak merasa menjadi "hero" jika
melakukan penembakan
bisa masuk TV, meskipun melakukan suatu yang dianggap masyarakat umum
sebagai suatu kesalahan/kejahatan

di kemudian hari media massa Amerika lalu belajar
termasuk dalam peristiwa penembakan di kampus Virginia, di mana sang
pelaku mengeluarkan video mengenai alasan dia melakukan penembakan
video itu hanya satu hari tayang untuk kemudian distop agar tidak
menimbulkan trauma bagi keluarga korban
serta tidak memicu tindakan yang serupa di kawasan lain

kadang peristiwa yang terjadi itu kecil,
###############################################################
HMNA:
Kasus Ariel, Luna Maya, Cut Tari itu bukan perkara kecil , tetapi adalah 
peristiwa besar-sebesarnya, tidak boleh didiamkan oleh hukum, karena menyangkut 
moral bangsa.
##############################################################

 walau cukup mendalam
namun dampak yang lebih berbahaya adalah manakala media massa
membesar-besarkannya berlipat ganda sehingga orang-orang penasaran
apa yang kita sebaiknya tahu, cukup kita tahu saja
jika itu salah, cukup kita katakan itu salah, supaya kita tidak
melakukan/mengulang
########################################################################################
HMNA:
Coba baca baik-baik Fatwa MUI no.7:
Mengharamkan pemberitaan, penyiaran dan penayangan aib orang. Yang dimaksud 
berita ini tak cuma infotainmen. Pengecualian hanya demi kepentingan umum 
seperti untuk penegakan hukum.
Justru karena di-expose untuk kepentingan hukum, polisi bersungguh-sungguh 
mengungkap pelaku kriminal tsb. dan akhirnya Cut Tari mereka mengaku, bukan 
MIRIP Cut Tari, tetapi BETUL-BETUL Cut Tari, sehingga bagaimanapun Luna Maya 
dan Ariel menyangkal, itu tidak ada gunanya, sehingga penegakan hukum 
memberikan sanksi sesuai UU dapat ditegakkan.

Sedangkan contoh penembakan oleh anak yang mengambil pistol bapaknya, bukan 
untuk kepentingan hukum, melainkan semata-mata demi PEMBERITAAN  TOK.

Jadi kasusnya berbeda.

Siapa lagi sekarang yang mencoba meniru-niru melakukan tindak pidana membuat 
dan menyearkan video mesum semacam Ariel, Luna Maya dan Cut tari ? Mana ada 
beritanya ? Memang ada beberapa berita ada yang terangsang untuk memperkosa, 
tetapi itu sebelum polisi memproses perbuatan pidana ketiga orang itu.

Yang bisa disamakan dengan orang-orang / anak2 penasaran untuk meniru-niru itu, 
adalah kasus pendidikan seks, justru karena dalam pendidikan seks itu 
diinformasikan tentang alat-alat kelamin dan sanggama, masuknya torak (piston) 
ke dalam silinder, maka para AGB yang belum tahu apa-apa menjadi terangsang 
mencari silinder.

##########################################################################################



pada saat kita membahas habis-habisan yang terjadi adalah peluapan
emosi sedemikian rupa yang malah menyebabkan timbulnya
keinginan-keinginan yang tidak perlu
misal saat pertama kita mendengar ada video Ariel, sikap kita biasa-biasa saja
tapi kemudian setelah mendengar berkali-kali, even dari ustadz
sekalipun, yang timbul malah rasa penasaran, seperti apa videonya, dsb
di sini malah ustadz "menjebak" masyarakat untuk justru melakukan
sesuatu yang dilarang karena mengutarakan suatu hal yang sama secara
berulang-ulang
pesannya tidak sampai, malah kepenasaran masyarakat justru timbul
untuk mengetahui apa yang dilarang

mohon maaf jika tidak berkenan

wassalam,
--
Wikan

2010/7/30 H. M. Nur Abdurahman <mnur.abdurrah...@yahoo.co.id>
>
>
>
> Forwarded by HMNA
> Yang diforward dari milis di sebelah tsb bukan ghibah (menggunjing)
>
> firman Allah.
> Dan janganlah sebagian kalian ghibah (menggunjing) sebagian yang lain. 
> Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang telah 
> mati? Maka tentulah kalian akan merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah 
> kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang" 
> [Al-Hujurat : 12]
>
> Dan juga berdasarkan sebuah hadits riwayat imam Muslim dalam kitab shahihnya 
> dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi SAWbersabda.
> Tahukah kalian apa itu ghibah (menggunjing)?. Para sahabat menjawab : Allah 
> dan Rasul-Nya yang paling tahu. Kemudian beliau SAW bersabda : Ghibah adalah 
> engkau membicarakan tentang saudaramu sesuatu yang dia benci. Ada yang 
> bertanya. Wahai Rasulullah bagaimana kalau yang kami katakana itu betul-betul 
> ada pada dirinya?. Beliau SAW menjawab : Jika yang kalian katakan itu betul, 
> berarti kalian telah berbuat ghibah. Dan jika kalian katakan tidak betul, 
> berarti kalian telah memfitnah (mengucapkan kebohongan)" [HR Muslim : 4690]
>
> Fatwa MUI no.7: Mengharamkan pemberitaan, penyiaran dan penayangan aib orang. 
> Yang dimaksud berita ini tak cuma infotainmen. Pengecualian hanya demi 
> kepentingan umum seperti untuk penegakan hukum.
>
> Ayat dan Hadits serta Fatwa MUI tsb di atas sama sekali tidak kena-mengena 
> dalam hal membicarakan perbuatan mesum Ariel, Luna Maya, Cut Tari dan 
> Krisdayanti. Itu semuanya tidak bersifat personal, melainkan telah merebak di 
> publik, sehingga tidak termasuk kategori ghibah (menggunjing). Kasus 
> Krisdayanti yang masih punya suami berciuman secara demonstratif dengan 
> lelaki lain disaksikan jutaan pirsawan yang menggambarkan Karakter 
> Krisdayanti yang tercela itu tidak bersifat personal yang disembunyikan, 
> melainkan dalam kenyataan merebak di publik, sehingga juga tidak bisa masuk 
> kategori ghibah (menggunjing). Mereka semua itu yang disebut namanya patut 
> mendapat sanksi masyarakat dan sanksi hukum karena melanggar UU Anti 
> Pornografi.
>
> Demikian pula sikap tidak terpuji dari Johannes Subrata suaminya Cut Tari. 
> Ada kampanye dilancarkan supaya Johannes Subrata dijadikan idola sebagai 
> suami teladan. " Sungguh beruntung Cut Tari mempunyai suami seperti Johannes 
> Subrata yang mempunyai sikap penuh maaf walau istrinya bersetubuh dengan pria 
> lain. Mungkin sikap suami Cut Tari ini adalah kabar gembira bagi para istri. 
> Paling tidak, sikap suami Cut Tari itu dapat dijadikan contoh sikap bijak 
> seorang suami. Sehingga sikap suami Cut Tari itu dapat dijadikan suri 
> tauladan bagi para suami agar dapat memaafkan perselingkuhan istrinya." 
> Demikian kampanye itu.
>
> Kampanye itu harus dilawan. Johannes Subrata tidak patut dijadikan idola 
> sebagai suami teladan. Membicarakan / melawan kampanye itu tidak termasuk 
> kategori ghibah (menggunjing), karena sifatnya sudah merebak di publik, 
> jutaan orang sudah tahu sikap Johannes Subrata tersebut.
>
> Mengungkap kejelekan orang yang potensial berdampak buruk bagi publik, itu 
> bukan ghibah (menggunjing).
>
> Landasan Nash:
>
> ==> Dalam Al-Quran dijelaskan kejelekan Fir'aun
>
> ==> Dalam Hadits:
> Dari Aisyah RAnha beliau berkata :
> "Bahwa ada seorang yang meminta ijin untuk (menemui) Nabi SAW, maka beliau 
> mengatakan :Ijin kanlah dia, dia adalah sejelek-jeleknya kerabat". (HR. 
> Bukhari 6054 dan Muslim 2591).
>
> Dari Fatimah binti Qois RAnha dia berkata :
> "Aku pernah mendatangi Nabi lalu aku berkata : Sesungguhnya Abu Jahm dan 
> Mu'awiyah telah melamarku? Maka Rasulullah mengatakan : "Adapun Mu'awiyah dia 
> itu miskin tidak punya harta dan adapun Abu Jahm maka dia itu tidak pernah 
> menaruh tongkat dari pundaknya (sering memukul perempuan)." (HR. Muslim 1480).
>
> ==> Landasan ucapan Hukama:
> Pernah seseorang berkata kepada Imam Ahmad : "Aku merasa berat jika 
> mengatakan si fulan itu demikian dan demikian. Maka Imam Ahmad mengatakan: 
> "jika engkau diam dan akupun juga diam maka kapan ummat bisa tahu agar 
> berhati-hati terhadap si fulan itu."
>
> Hadits pertama Sabda Nabi SAW: "ijinkanlah dia, dia itu sejelek-jeleknya 
> kerabat" orang tersebut tidak bisa dicontoh. Maka hal ini menjelaskan 
> bolehnya mengungkap kejelekan seseorang agar manusia tidak mencontohnya.
>
> Demikianlah mengungkap kejelekan seseorang yang tidak bersifat personal itu 
> bukan ghibah, karena berujuan kejelekan seseorang itu jangan ditiru, yang 
> tidak mungkin tujuan itu tercapai kecuali dengan mengungkap kejelekan 
> tersebut. WaLlahu a'lamu bisshawab.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke