"kmj...@---------------bismilahirrahmanirrahiim

Saya juga sependapat, jangan mengatas namakan islam
karena tidak berdasarkan kpd ayat2 ALLAH...

Banyak ulama2 Arab yang mengeluarkan Fatwa2 atas nama
islam, seperti wanita haram menyopir, keluar rumah, dan
bekerja di kantor sama sama laki2 dll

salam

--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, ..." <kmj...@...> wrote:
>
> Boleh saja MUI mengeluarkan fatwa. Sah-sah saja, tapi 
> jangan memakai kata "menurut Islam" tapi "menurut mazhab 
> yang diikuti oleh MUI".
> KM
> 
> ----Original Message----
> From: mnur.abdurrah...@...
> Date: 31/07/2010 12:04 
> To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> Subj: Re: [wanita-muslimah] MUI Haramkan Donor Organ 
> Manusia dan Ganti Kelamin, dan Iran
> 
> ----- Original Message ----- 
> From: "Kartono Mohamad" <kmj...@...>
> To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> Sent: Saturday, July 31, 2010 07:40
> Subject: Re: [wanita-muslimah] MUI Haramkan Donor Organ 
> Manusia dan Ganti Kelamin, dan Iran
> 
> 
> Kalau mazhab Syi'ah diakui sebagai salah satu mazhab dalam 
> Islam, maka untuk
> hal-hal yang berbeda, seharusnya fatwa MUI itu 
> menyatakannya "menurut mazhab
> Sunni" atau "menurut mazhab Syafi'i. dinyatakan haram". 
> Bukan "menurut Islam
> . Dengan mengatakan "menurut Islam" maka seolah-olah 
> menurut semua mazhab
> sepakat sebagai haram, atau dapat pula diartikan bahwa 
> mazhab yang tidak
> sepakat itu bukan Islam.
> ##############################################################################
> HMNA:
> 1. Tentang nikah mut'ah (kawin kontrak) ada mazhab Syi'ah 
> Zaidiyah yang sefaham dengan mazhab AhlusSunnah 
> mengharamkan nikah mut'ah (kawin kontrak), semenatar 
> madzhab Syi'ah Imamiyah membolehkan nikah mut'ah (kawin 
> kontrak).
> 2. Tidak mungkin ada kesan bahwa mazhab Syi'ah yang 
> membolehkan nikah mut'ah (kawin kontrak) bukan Islam, 
> karena: 
> 2.1. Yang mengeluarkan fatwa adalah MUI yang bermazhab 
> ahlusSunnah, sehingga tentu saja dengan sendirinya fatwa 
> itu bercirikhas ahlusSunnah.
> 2.2. Ada juga mazhab Syi'ah yang mengharamkan nikah mut'ah 
> (Lihat no.1).
> #########################################################################
> 
>  
> KM
>  
>  
>  
> -------Original Message-------
>  
> From: H. M. Nur Abdurahman
> Date: 31/07/2010 6:07:48
> To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
> Subject: Re: [wanita-muslimah] MUI Haramkan Donor Organ 
> Manusia dan Ganti
> Kelamin
>  
>   
> ----- Original Message ----- 
> From: "sunny" <am...@...>
> To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> Sent: Saturday, July 31, 2010 02:27
> Subject: Re: [wanita-muslimah] MUI Haramkan Donor Organ 
> Manusia dan Ganti
> Kelamin
> 
> Kalau kawin kontrak diharamkan di Indonesia, tetapi 
> mengapa di Iran
> dibolehkan? 
> #############################################################################
> ##
> HMNA:
> Di Iran mayoritas Islam mazhab Syi'ah dan di Indonesia 
> mayoritas Islam
> mazhab AhlusSunnah (NU, Muhammadiyah, Hizbut Tahrir, FPI).
> Dalam lapangan fiqh (Hukum Islam), mazhab Syi'ah fiqh Imam 
> Zaid bin Ali
> Zainal Abidin (w. 122 H) yang menjadi tokoh Syi'ah 
> Zaidiyah, termasuk salah
> satu rujukan fiqh yang bisa diterima, yaitu termasuk 
> mazhab ke lima setelah
> keempat mazhab lainnya dalam kalangan AhlusSunnah. Fiqih 
> Zaidiyah ini secara
> umum nyaris tidak berbeda dengan fiqh AhlusSunnah. Mereka 
> mengharamkan mut
> ah (kawin kontrak) sebagaimana AhlusSunnah 
> mengharamkannya. 
> 
> Mazhab Syi'ah Imamiyah yang memegang tampuk kekuasaan di 
> Republik Islam Iran
> sekarang, dimotori oleh Abu Abdullah Ja'far Ash-Shadiq (80-
> 148 H), dalam
> banyak hal juga punya persamaan dengan fiqh AhlusSunnah. 
> Secara umum,
> pendapat mereka banyak sekali persamaan dengan fiqh mazhab 
> As-Syafi'iyah,
> kecuali pada 17 perkara. Misalnya tentang bolehnya nikah 
> mut'ah (kawin
> kontrak).
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke