Sebenernya sudah kita praktekkan model ini di masyarakat pengelola hutan, 
sekarang dah bisa jadi model. Tapi sejauh mana orang desa itu menghargai hasil 
kerja dan institusinya sendiri, itu masih pertanyaan. 
Saya ingin praktekkan lagi, kali ini pake tanahku sendiri. 
Yang bikin pusing, menurut ostrom salah satu dari 3 hal yg membuat model cpr 
sukses dan langgeng adalah adanya pengakuan penuh dari otoritas negara. Dan ada 
8 kondisi yang harus hadir di cpr ini, besok kusambung ttg ini.
Ki sabri, masyarakat indo kayaknya nggak bakal happy kecuali sudah bisa 
menterjemahkan dan "menyadari" konsep leluhur ini pada kehidupan dan 
terminologi modern, di perdesaan maupun perkotaan.
Yang belum bisa kuurai adalah fungsional cpr ini mestinya nggak terpaku pada 
suatu macam kepemilikan saja, tapi bisa macem2 bentuk institusinya termasuk 
kepemilikan individu.
Salam
Mia


-----Original Message-----
From: X1123 <x1...@ovi.com>
Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Date: Mon, 02 Aug 2010 12:31:00 
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: Re: [wanita-muslimah] Common pool resources

On 08/02/2010 11:21 AM, al...@yahoo.com wrote:
>
>
> Ada yang mau ngobrol ttg konsep CPR kah? Apakah model bali, baduy dalam,
> peternakan di NTB itu termasuk CPR? Apakah model pertanian di nusantara
> ini dulunya CPR? Gimana hubungannya dg hak kepemilikan? Jaman sekarang
> mau menjadikan kepemilikan pribadi sbg CPR, gimana mulainnya. Aku pusing
> baca teorinya Ostrom ini, tapi mau mengaplikasikannya.
> Apakah internet/milis ini bentuk kelembagaan informal CPR,misalnya?
> Salam
> Mia
>
> 

Dear Mia,

CPR, menurut aku sih "local wise" yang saat ini sudah terkikis habis 
dengan konsep-konsep modern, apalagi dengan masuknya "Kapitalisme". 
Sisa-sisa CPR masih tertinggal di desa-desa pelosok Pulau Jawa, seperti 
Pekalongan bagian selatan dimana "sumber air" merupakan CPR, dan 
masyarakat setempat memiliki "aturan" tersendiri untuk berbagi air. 
Ini-pun dengan asumsu, pemahaman CPR-ku benar.

Barangkali kalo mau didiskusikan, Mia menyampaikan dulu CPR itu apa dan 
bagaimana implementasinya, setelah audiens memiliki pandangan baru bisa 
diskusi. Bisa saja setelahnya kita semua diskusi offline di Plaza 
Semanggi misalnya.

BTW, pengen diskusi ini apakah rencana membeli 3,000 ekor sapi dan 
dipiara di sumba akan di-realisasikan (?) mungkin Mia mau menyaingi 
Khalid ibn Walid yang setelah masa perang dan ketrampilan perangnya 
tidak dimanfaatkan lagi menjadi peternak Onta

wassalam
./sts



--------------------------------------------------------------
Ovi Mail: Making email access easy
http://mail.ovi.com




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke