Tidak kebalik ini pak abdul, memang siapa sich yang suka mempermainkan ayat2
ALLAH

Berputar2 kesana kesini, mengatkan syariat islam budaya arab lagi. Jangan
kebanyakan makan buku orientalis dan bible palsu

Jadi kebelinger

 

  _____  

From: wanita-muslimah@yahoogroups.com
[mailto:wanita-musli...@yahoogroups.com] On Behalf Of abdul
Sent: Monday, August 02, 2010 5:59 PM
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: [wanita-muslimah] Re: DUL LATIF Bulan Puasa; Usztad2, Kothip2 dan
Ulama2 haram menerima Upah.(uang )

 

  

istiaji sutopo--------------Bismilahirahmanirrahiim.

lagi lagi anda berkelah dan mempeleintir maksud ayat2 ALLAH itu.

Rasul sudah memberikan contoh yang dan memperingatakan beberapa kali dgn
ayat2nya....sekarang di pelintir, bukan namanya Upah----TAPI SEDEKAH...

Usztad2 dan Khotip2 atu ulama2 yang menerima uang dari hasil
kerjanya, atau hasil dakwahnya adalah bernama UPAH...uang jasa..
jangan dihaluskan menjadi SEDEKAH...

Banyak usztad2,khotip2 dan ulama2 tidak menerima ayat2 itu,karena
mereka terlibat dan di rugikan....seperti MUI tidak mau mengharamkan

==ROKOK==karena anak2, famili dan dirinya sendiri terlibat dgn rokok dalam
kehidupan sehari hari....maka mereka mencari alasan ===merokok adalah tidak
haram...

Ilmu kesehatan sudah jelas2 mengatakan bahwa ROKOK itu merusak paru2 yang
sangat berbahaya sekali...berbahaya dari daging babi...dan alkohol...namun
hatinya tertutup....itulah macam ulama2 kita sekarang ini.

kalau negeri islam masih hidup dalam kegelapan, keterbelakangan dan
kemiskinan---yaaa sudah tidak heran sekali...

maju dan mundurnya suatu umat sangat tergantung kpd ulama2nya.

kalau ulama2nya kolot dan tidak berilmu, mundurlah umat itu
kalau ulama2nya berilmu, maka majulah umat Islam itu.

Itu kuncinya maju dan terbelakang suatu umat Islam.

salam






[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke