BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM

WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
[Kolom Tetap Harian Fajar]
832 Ulasan SKB Pembekuan Ahmadiyah

AlhamduliLlah, telah ditanda-tangani SKB 3 Menteri yang intinya memerintahkan, 
menghentikan/membekukan seluruh kegiatan organisasi keagamaan Ahmadiyah, 
seperti termaktub di bawah ini::

Keputusan Bersama Menag, Mendagri, Jaksa Agung tentang Peringatan dan Perintah 
kepada Penganut, Anggota dan/atau anggota anggota pengurus Jamaah Ahmadiyah 
Indonesia (JAI) dan Warga Masyarakat (nomor: 3 Tahun 2008, nomor: 
KEP-033/A/JA/6/2008, nomor: 199 Tahun 2008)

Kesatu: 
Memberi peringatan dan memerintahkan kepada warga masyarakat untuk tidak 
menceritakan, menganjurkan atau mengusahakan dukungan umum melakukan penafsiran 
tentang suatu agama yang dianut di Indonesia atau melakukan kegiatan keagamaan 
yang menyerupai kegiatan keagamaan dari agama itu yang menyimpang dari 
pokok-pokok ajaran itu. 

Kedua: 
Memberi peringatan dan memerintahkan kepada penganut, anggota dan/atau anggota 
pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), sepanjang mengaku beragama Islam, 
untuk menghentikan penyebaran penafsiran dan kegiatan yang menyimpang dari 
pokok-pokok ajaran Agama Islam yaitu penyebaran faham yang mengakui adanya nabi 
dengan segala ajarannya setelah Nabi Muhammad SAW.

Ketiga: 
Penganut, anggota, dan/atau anggota pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) 
yang tidak mengindahkan peringatan dan perintah sebagaimana dimaksud pada 
diktum Kesatu dan Diktum Kedua dapat dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan 
peraturan perundang-undangan, termasuk organisasi dan badan hukumnya.

Keempat: 
Memberi peringatan dan memerintahkan kepada warga masyarakat untuk menjaga dan 
memelihara kerukunan umat beragama serta ketentraman dan ketertiban kehidupan 
bermasyarakat dengan tidak melakukan perbuatan dan/atau tindakan melawan hukum 
terhadap penganut, anggota, dan/atau anggota pengurus Jemaat Ahmadiyah 
Indonesia (JAI).

Kelima: 
Warga masyarakat yang tidak mengindahkan peringatan dan perintah sebagaimana 
dimaksud pada Diktum Kesatu dan Diktum Keempat dapat dikenai sanksi sesuai 
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Keenam: 
Memerintahkan kepada aparat pemerintah dan pemerintah daerah untuk melakukan 
langkah-langkah pembinaan dalam rangka pengamanan dan pengawasan pelaksanaan 
Keputusan Bersama ini.

Ketujuh: 
Keputusan Bersama ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 9 Juni 2008, oleh
Menteri Agama, Jaksa Agung, Menteri Dalam Negeri.

***

Kepada Gus Dur kita himbau untuk tidak memasang badan membela Ahmadiyah, sebab 
bisa melanggar diktum "dukungan umum" dalam Butir 1. Dan tentu saja kalau Gus 
Dur melanggar, tentu akan diperlakukan pula secara adil oleh pranata hukum, 
sebagaimana diperlakukan terhadap "saingannya", yaitu Habib Rizieq Syihab. 
Kekalahan Gus Dur dari Muhaimin Iskandar oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan 
adalah pelajaran yang berharga bagi Gus Dur untuk tenang-tenang saja di hari 
tua. 

Dalam Butir 2, ada penekanan "sepanjang mengaku beragama Islam" untuk tidak 
menyebarkan faham yang mengakui adanya nabi dengan segala ajarannya setelah 
Nabi Muhammad SAW. Walaupun tidak secara tegas (eksplisit), namun sesungguhnya 
dalam SKB tsb secara tersirat menyatakan bahwa Ahmadiyah BUKANLAH Islam, karena 
selama ini Ahmadiyah secara faktual telah menyebarkan faham yang mengakui 
adanya nabi setelah Nabi Muhammad SAW. Dan setelah keluar SKB tsb. organisasi 
Ahmadiyah, yang terdaftar sebagai Badan Hukum di Departemen Kehakiman RI, 13 
Maret 1953, harus mengubah Anggaran Dasarnya. Sebab tanpa mengubahnya, yakni 
menghilangkan segala embel-embelnya Ghulam Ahmad sebagai nabi, al-Masih yang 
dijanjikan, Imam Mahdi, maka Ahmadiyah sebagai organisasi telah melanggar Butir 
2, yang akibatnya seperti dinyatakan dalam Butir 3, dapat diberikan sanksi 
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, yakni pembubaran.

Dengan demikian seperti dinyatakan dalam Butir 4 Ummat Islam agar menahan diri 
untuk tidak bertindak menjadi hakim sendiri. Biarkanlah waktu berjalan apakah 
Ahmadiyah (JAI) bersedia mengubah Anggaran Dasarnya. Yang perlu ummat Islam 
lakukan ialah memantau sepak terjang JAI apakah masih ada kegiatan dari para 
misionarisnya yang menyebarkan paham adanya nabi setelah Nabi Muhammad SAW. 
Kalau melihat, supaya segera melapor pada polisi atau kejaksaan. Dan dalam hal 
ini sesuai dengan Butir 6, maka dari pihak pranta hukum merespons laporan itu 
dengan cepat, tidak lamban, untuk meredam timbulnya pranata hukum jalanan.

Dalam menjalankan ibadah sesuai dengan Butir 4, yaitu menjaga dan memelihara 
kerukunan dalam menjalankan ibadah supaya warga Ahmadiyah, jika mengaku Islam, 
untuk tidak eksklusif (terpisah dengan ummat Islam yang lain). Oleh sebab itu 
selanjutnya masjid-masjid JAI dipakai untuk umum ummat Islam, dimana imamnya 
adalah imam yang ber-SK dari walikota, ataupun dari Camat boleh juga. Di situ 
akan nampak, mana penganut Ahmadiyah yang sudah tobat kembali kepada ajaran 
Islam, karena seperti diketahui penganut Ahmadiyan tidak bersedia menjadi 
makmum, kalau imamnya bukan dari Ahmadiyah. Dan kepada para penganut Ahmadiyah 
yang belum tobat, belum bersedia kembali kepada Islam, maka di situlah peranan 
da'i menyampaikan da'wah dengan metode menurut Al-Quran:
-- AD'A ALY SBYL RBK BALhKMt WALMW'AZHt ALhSNt WJADLHM BALTY HY AhSN (S. ALNhL, 
16:125), dibaca: 
-- ud'u ila- sabi-li rabbika bil hikmati wal mau'izhatil hasanati wa ja-diluhum 
billati- hiya ahsan, artinya: 
-- Ajaklah kepada Jalan Maha Pengaturmu dengan kebijaksanaan, informasi yang 
baik, dan komunkasi dua arah yang terbaik.

WaLlahu a'lamu bisshawab.

*** Makassar, 15 Juni 2008
   [H.Muh.Nur Abdurrahman]
http://waii-hmna.blogspot.com/2008/06/832-ulasan-skb-pembekuan-ahmadiyah.html
 



----- Original Message ----- 
From: "Abdul Muiz" <mui...@yahoo.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Wednesday, August 04, 2010 08:21
Subject: Bls: [wanita-muslimah] Re: SKB Tiga Menteri: Ahmadiyah Aliran Sesat


Anda itu setiap mengawali perbuatan itu dengan kalimat mulia, basmalah tetapi 
output Anda kok ya sampah ?? jangan mempermainkan bismillah dong !! biar gak 
sampah beri alternatif solusi ! :(

--- Pada Rab, 4/8/10, abdul <latifabdul...@yahoo.com> menulis:

Dari: abdul <latifabdul...@yahoo.com>
Judul: [wanita-muslimah] Re: SKB Tiga Menteri: Ahmadiyah Aliran Sesat
Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Tanggal: Rabu, 4 Agustus, 2010, 5:59 AM











  


    
      
      
      Menteri Agama Suryadharma Ali...........Bismilahirrahmanirrahiim



Mentri agama Suryadgharma Ali termasuk seorang tokoh penindas karena agama.



Menteri Agama tidak berhak mengadili keyakinan orang lain

Menteri agama seharusnya berlaku netral kpd semua agama,keyakinan.



Menteri agama memperlihatkan keberpihakannya kpd FPI cs anti Ahmadiyah...dan 
berihak kpd ulama2 Wahabi Fundamentalis...walaupun

berbaju PPP (NU) sebagaimana Hasyim Murzadi...



Menetri agama seharusnya meletakan jabatan, karena perbuatan

diskriminasinya kpd 500.000 muslim Ahmadiyah.



Semoga ALLAH memberikan dia petunjuk dan hidayah kpd nya.



salam



--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, "sunny" <am...@...> wrote:

>

> http://www.gatra.com/artikel.php?id=140233

> 

> Menteri Agama: 

> SKB Tiga Menteri: Ahmadiyah Aliran Sesat

> 

> 

> Bandung, 30 Juli 2010 17:40

> Menteri Agama Suryadharma Ali meminta pihak Ahmadiyah, masyarakat, dan 
> penegak hukum, menaati hasil SKB (Surat Kesepakatan Bersama) tiga menteri.

> 

> Menang mengatakan itu, ketika usai membuka pesantren, mahad Aljamiah UIN 
> Bandung, Jumat (30/7).

> 

> Menurutnya, para jamaah Ahmadiyah harus mentaati SKB3 menteri, yang 
> menyatakan bahwa Ahmadiyah adalah sebagai ajaran aliran sesat. Untuk itu 
> disarankan agar mereka segera menghentikan kegiatan dalam mengembangkan 
> ajarannya di Indonseia.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke