“Marhaban Ya Ramadhan”


  
Sahabatku, ikhwan & akhwat Rahimakumullah
Menjelang tibanya bulan suci Ramadhan, saya bersama keluarga memohon maaf
lahir dan batin apabila selama ini kami membuat kesalahan baik disengaja
maupun tidak. Selamat menyambut tibanya bulan suci Ramadhan, Semoga Allah
SWT melipatgandakan amalan Ramadhan kita. Amin 3X. 
Wassalam, 


  


21 Hadist Shahih Sekitar Ramadhan


  

 


1.          Keutamaan bulan Ramadhan 
Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: 
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Apabila tiba bulan Ramadhan, maka dibukalah
pintu-pintu surga, ditutuplah pintu neraka dan setan-setan dibelenggu. 


Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1793 


  
2.          Wajib berpuasa Ramadhan jika melihat hilal awal Ramadhan dan
berhenti puasa jika melihat hilal awal Syawal. Jika tertutup awan, maka
hitunglah 30 hari 
Hadis riwayat Ibnu Umar ra.: 
Dari Nabi saw. bahwa beliau menyebut-nyebut tentang bulan Ramadhan sambil
mengangkat kedua tangannya dan bersabda: Janganlah engkau memulai puasa
sebelum engkau melihat hilal awal bulan Ramadhan dan janganlah berhenti
puasa sebelum engkau melihat hilal awal bulan Syawal. Apabila tertutup awan,
maka hitunglah (30 hari) 


Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1795 


  
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: 
Rasulullah saw. bersabda: Apabila engkau melihat hilal (awal bulan
Ramadhan), maka hendaklah engkau memulai puasa. Apabila engkau melihat hilal
(awal bulan Syawal), maka hendaklah engkau berhenti puasa. Dan apabila
tertutup awan, maka hendaklah engkau berpuasa selama 30 hari. 


Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1808 


  
3.          Larangan berpuasa satu atau dua hari sebelum bulan Ramadhan 
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: 
Rasulullah saw. bersabda: Janganlah engkau berpuasa satu atau dua hari
sebelum Ramadhan, kecuali bagi seorang yang biasa berpuasa, maka baginya
silakan berpuasa. 


Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1812 


  
4.          Bulan yang berjumlah 29 hari 
Hadis riwayat Ummu Salamah ra.: 
Bahwa Rasulullah saw. pernah bersumpah tidak akan menemui sebagian
istri-istrinya selama sebulan. Dan setelah 29 hari berlalu, beliau datang
menemui mereka. Kemudian beliau ditanya: Wahai Nabi! Baginda bersumpah tidak
akan menemui kami selama satu bulan. Mendengar itu, beliau bersabda:
Sesungguhnya bulan itu berjumlah 29 hari. 


Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1816 


  
5.          Waktu berpuasa dimulai sejak terbitnya fajar dan seseorang
dibolehkan makan dan lainnya sampai terbit fajar, sifat fajar yang berkaitan
dengan masuknya waktu berpuasa serta masuknya waktu salat subuh dan
sebagainya 
Hadis riwayat Adi bin Hatim ra.: 
Ketika turun ayat:  "..Sehingga nyata bagimu benang yang putih dari benang
yang hitam, yaitu fajar...",  maka Adi bin Hatim berkata kepada Rasulullah
saw: Wahai Rasulullah, sungguh saya meletakkan benang berwarna putih dan
benang berwarna hitam di bawah bantalku, sehingga aku dapat mengenali antara
waktu malam dan waktu siang hari. Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya
bantalmu itu sangat lebar. Sesungguhnya yang dimaksud adalah hitamnya
(gelapnya) malam dan putihnya (terangnya) siang pada saat fajar. 


Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1824 


  
Hadis riwayat Sahal bin Saad ra., ia berkata: 
Ketika turun ayat:  "..Makan dan minumlah hingga nyata bagimu benang yang
putih dari benang yang hitam."  Beliau berkata: Seorang lelaki mengambil
seutas benang yang berwarna putih dan seutas benang berwarna hitam. Lalu ia
makan sampai kedua benang tersebut kelihatan jelas olehnya, sampai akhirnya
Allah menurunkan ayat kelanjutannya  "..Pada waktu fajar..",  sehingga
persoalannya menjadi jelas. 
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1825 
  
Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra.: 
Dari Rasulullah saw. bahwa beliau bersabda bahwa ketika Bilal
mengumandangkan azan pada malam hari, maka makan dan minumlah kalian sampai
engkau mendengar azan yang dikumandangkan oleh Ibnu Ummu Maktum. 


Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1827 


  
Hadis riwayat Ibnu Masud ra., ia berkata: 
Rasulullah saw. bersabda: Janganlah sekali-kali azan Bilal itu mencegah
salah seorang di antara kalian untuk makan sahur, karena Bilal
mengumandangkan azan atau memanggil pada malam hari adalah untuk
mengingatkan orang yang sedang salat qiyam (akan dekatnya waktu fajar) dan
untuk membangunkan orang yang masih tidur. Selanjutnya beliau bersabda:
Janganlah engkau hiraukan ucapan seseorang bahwa fajar itu begini begini
sambil membenahi letak tangannya kemudian mengangkatnya ke atas,
sesungguhnya fajar yang dimaksud ialah begini, sambil merenggangkan celah di
antara kedua jarinya. 


Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1830 


  
6.          Keutamaan sahur, sunat mengakhirkan makan sahur dan menyegerakan
berbuka: 
Hadis riwayat Anas ra., ia berkata: 
Rasulullah saw. bersabda: Makan sahurlah kalian, karena pada makan sahur itu
terdapat keberkahan. 


Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1835 


  
Hadis riwayat Zaid bin Tsabit ra., ia berkata: 
Kami pernah makan sahur bersama Rasulullah saw. Kemudian kami melaksanakan
salat. Kemudian saya bertanya: Berapa lamakah waktu antara keduanya (antara
makan sahur dengan salat)? Rasulullah saw. menjawab: Selama bacaan lima
puluh ayat. 


Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1837 


  
Hadis riwayat Sahal bin Saad ra.: 
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Orang-orang itu senantiasa dalam kebaikan
selama mereka menyegerakan berbuka. 


Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1838 


  
7.          Keterangan waktu berakhirnya puasa dan berlalunya waktu siang 
Hadis riwayat Umar ra., ia berkata: 
Rasulullah saw. bersabda: Ketika malam datang, siang pergi dan matahari pun
terbenam, maka saat itulah orang yang berpuasa mulai berbuka 


Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1841 


  
Hadis riwayat Abdullah bin Abu Aufa ra., ia berkata: 
Kami pernah bepergian bersama Rasulullah saw. di bulan Ramadhan. Ketika
matahari terbenam, beliau bersabda: Wahai fulan, singgahlah dan siapkanlah
hidangan buat kami! Orang yang disuruh berkata: Wahai Rasulullah, bukankah
sebaiknya baginda tangguhkan sebentar? Rasulullah saw. bersabda: Singgahlah
dan siapkan hidangan buat kami! Kemudian ia singgah dan menyiapkan hidangan,
lalu ia memberikannya kepada beliau. Nabi saw. meminumnya, kemudian bersabda
sambil memberikan isyarat kedua tangannya: Jika matahari sudah terbenam di
arah sana dan malam sudah datang dari arah sana, maka orang yang berpuasa
boleh berbuka 


Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1842 


  
8.          Boleh ciuman dalam keadaan puasa dengan syarat tidak
membangkitkan nafsu 
Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata: 
Adalah Rasulullah saw. mencium salah seorang istri beliau dan beliau sedang
berpuasa lalu istrinya tersenyum. 


Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1851 


  
Hadis riwayat Umar bin Abu Salamah ra.: 
Bahwa ia bertanya kepada Rasulullah saw.: Bolehkah orang yang sedang
berpuasa itu berciuman (dengan istrinya)? Rasulullah saw. menjawab: Tanyakan
saja kepada Ummu Salamah. Kemudian ia (Ummu Salamah) memberitahukan
kepadanya bahwa Rasulullah saw. melakukannya. Umar bin Abu Salamah lalu
berkata: Wahai Rasulullah, bukankah Allah telah mengampuni dosa baginda yang
lalu dan yang akan datang? Rasulullah saw. bersabda padanya: Demi Allah,
sesungguhnya aku adalah orang yang paling takwa kepada Allah dari kalian. 


Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1863 


  
9.          Sah puasa orang yang masih junub pada waktu fajar 
Hadis riwayat Aisyah ra. dan Ummu Salamah ra. berkata: 
Rasulullah saw. pernah bangun pagi hari dalam keadaan junub bukan karena
mimpi kemudian beliau terus berpuasa. 


Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1864 


  
10.     Diharamkan bersetubuh di siang hari bulan Ramadhan bagi yang
berpuasa dan wajib membayar kifarat yang sangat berat. Keterangan bahwa
kifarat tersebut harus dilaksanakan bagi yang mampu atau tidak mampu dan
bagi yang tidak mampu tanggungan kifarat tersebut ditunggu sampai mampu 
  
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: 
Seorang lelaki datang menemui Nabi saw. dan berkata: Celaka saya, wahai
Rasulullah. Beliau bertanya: Apa yang membuat engkau celaka? Lelaki itu
menjawab: Saya telah bersetubuh dengan istri saya di siang hari bulan
Ramadhan. Beliau bertanya: Apakah engkau mempunyai sesuatu untuk
memerdekakan seorang budak? Ia menjawab: Tidak punya. Beliau bertanya:
Mampukah engkau berpuasa selama dua bulan berturut-turut? Ia menjawab: Tidak
mampu. Beliau bertanya lagi: Apakah engkau mempunyai sesuatu untuk memberi
makan enam puluh orang miskin? Ia menjawab: Tidak punya. Kemudian ia duduk
menunggu sebentar. Lalu Rasulullah saw. memberikan sekeranjang kurma
kepadanya sambil bersabda: Sedekahkanlah ini. Lelaki tadi bertanya: Tentunya
aku harus menyedekahkannya kepada orang yang paling miskin di antara kita,
sedangkan di daerah ini, tidak ada keluarga yang paling memerlukannya selain
dari kami. Maka Rasulullah saw. pun tertawa sampai kelihatan salah satu
bagian giginya. Kemudian beliau bersabda: Pulanglah dan berikan makan
keluargamu. 


Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1870 


  
Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata: 
Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saw. dan berkata: Celaka aku.
Rasulullah saw. bertanya: Kenapa? Lelaki tadi menjawab: Aku telah menggauli
istriku pada siang hari bulan Ramadhan. Rasulullah saw. bersabda:
Bersedekahlah untuk itu, bersedekahlah. Tetapi laki-laki tadi berkata: Aku
tidak memiliki apa-apa. Lalu beliau menyuruhnya duduk sejenak. Kemudian
beliau memberikan kepadanya dua keranjang makanan dan menyuruhnya untuk
menyedekahkannya. 


Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1873 


  
11.     Boleh berpuasa atau berbuka di siang hari bulan Ramadhan bagi yang
bepergian bukan untuk maksiat apabila jarak perjalanan minimal kira-kira 45
km, dan bagi orang yang mampu lebih baik berpuasa dan bagi yang keberatan
boleh tidak puasa 
Hadis riwayat Ibnu Abbas ra.: 
Bahwa Rasulullah saw. bepergian pada tahun penaklukan kota Mekah di bulan
Ramadhan. Beliau tetap berpuasa hingga tiba di daerah Kadid, beliau tidak
berpuasa. Dan para sahabat Rasulullah saw. selalu mengikuti kejadian demi
kejadian karena perintahnya. 


Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1875 


  
Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra., ia berkata: 
Adalah Rasulullah saw. pada suatu perjalanan melihat seorang laki-laki
dikerumuni orang banyak sehingga ia hampir-hampir tidak dapat dikenali.
Kemudian beliau bertanya: Ada apa dengannya? Para sahabat menjawab: Dia
sedang berpuasa. Rasulullah saw. bersabda: Bukan termasuk kebaikan kalian
berpuasa dalam perjalanan. 


Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1879 


  
Hadis riwayat Anas Bin Malik ra.: 
Anas ra. pernah ditanya tentang berpuasa pada bulan Ramadhan dalam
perjalanan? Dia menjawab: Kami pernah bepergian bersama Rasulullah saw. pada
bulan Ramadhan, yang berpuasa tidak mencela yang tidak puasa dan yang tidak
puasa juga tidak mencela yang berpuasa. 


Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1884 


  
  
12.     Pahala orang yang tidak puasa dalam perjalanan jika ia menangani
suatu pekerjaan 
Hadis riwayat Anas ra., ia berkata: 
Kami pernah bersama Rasulullah saw. dalam suatu perjalanan. Di antara kami
ada yang tetap berpusa dan ada pula yang tidak puasa. Kami singgah di sebuah
tempat saat hari sedang panas sekali. Di antara kami yang paling banyak
mendapat naungan ialah orang-orang yang berpakaian lengkap, sementara
orang-orang yang tidak berpakaian lengkap mereka melindungi kepalanya dari
teriknya matahari dengan menutupkan tangannya ke atas. Maka orang-orang yang
berpuasa berjatuhan (karena lemah) dan mereka yang tidak puasa masih dapat
tegak berdiri. Mereka kemudian mendirikan tenda-tenda dan memberikan minum
unta-unta. Lalu Rasulullah saw. bersabda: Orang-orang yang berbuka hari ini
pergi membawa pahala. 


Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1886 


  
13.     Memilih puasa atau tidak puasa dalam bepergian 
Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata: 
Hamzah bin Amru Al-Aslami bertanya kepada Rasulullah saw. tentang puasa
dalam perjalanan, maka beliau menjawab: Jika engkau mau, berpuasalah dan
jika engkau tidak mau, maka boleh tidak puasa. 


Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1889 


  
Hadis riwayat Abu Darda ra., ia berkata: 
Kami pernah bepergian bersama Rasulullah saw. di bulan Ramadhan pada hari
yang sangat panas, sehingga sampai sebagian kami terpaksa harus menutupkan
tangan pada kepalanya, karena teriknya matahari. Kami semua tidak ada yang
berpuasa kecuali Rasulullah saw. dan Abdullah bin Rawahah. 


Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1892 


  
14.     Larangan berpuasa pada hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha 
Hadis riwayat Umar bin Khathab ra., ia berkata: 
Bahwa dua hari ini hari yang dilarang Rasulullah saw. untuk berpuasa, yaitu
hari raya Idul Fitri setelah kalian berpuasa (Ramadhan) dan hari raya makan
(daging kurban) setelah kalian menunaikan ibadah haji. 


Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1920 


  
Hadis riwayat Abu Said Khudhri ra., ia berkata: 
Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Tidaklah patut berpuasa pada
dua hari tertentu, yakni Hari Raya Idul Adha dan Hari Raya Idul Fitri
setelah puasa Ramadhan. 


Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1922 


  
Hadis riwayat Ibnu Umar ra.: 
Seorang laki-laki datang kepada Ibnu Umar ra. dan berkata: Sungguh aku telah
bernazar untuk berpuasa satu hari yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha
atau Hari Raya Idul Fitri. Ibnu Umar ra. berkata: Allah Taala memerintahkan
untuk menepati janji, nazar dan Rasulullah saw. melarang puasa pada hari
ini. 


Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1924 


  
15.     Penghapusan firman Allah: Dan wajib bagi orang-orang yang berat
melakukannya jika mereka tidak berpuasa membayar fidyah dengan firman-Nya
Barang siapa di antara engkau hadir di negeri tempat tinggalnya di bulan
itu, maka hendaknya ia berpuasa pada bulan itu 
Hadis riwayat Salamah bin Akwa` ra., ia berkata: 
Ketika turun ayat berikut,  "..Dan wajib bagi orang-orang yang berat
menjalankannya jika mereka tidak berpuasa membayar fidyah, yaitu memberi
makan seorang miskin,.."  maka orang yang ingin tidak puasa, cukup dengan
membayar fidyah, hingga akhirnya turun ayat berikutnya yang menghapus hukum
ayat sebelumnya. 


Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1931 


  
16.     Membayar puasa Ramadhan di bulan Syakban 
Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata: 
Adalah aku mempunyai tanggungan puasa Ramadhan, aku tidak dapat membayarnya
kecuali pada bulan Syakban, karena kesibukan dari Rasulullah saw. atau
kesibukan bersama Rasulullah saw. 


Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1933 


  
17.     Membayarkan tanggungan puasa orang yang telah meninggal 
Hadis riwayat Aisyah ra.: 
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang meninggal dunia dan ia
mempunyai tanggungan puasa, maka walinya harus berpuasa untuk membayar
tangungannya. 


Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1935 


  
Hadis riwayat Ibnu Abbas ra.: 
Bahwa seorang perempuan datang kepada Rasulullah saw. dan berkata:
Sesungguhnya ibuku telah meninggal dan ia mempunyai tanggungan puasa
sebulan. Beliau bertanya: Apa pendapatmu jika ibumu mempunyai utang kepada
orang lain, apakah engkau akan membayarnya? Ia menjawab: Ya (aku akan
bayar). Beliau bersabda: Utang kepada Allah adalah lebih berhak untuk
dibayar. 


Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1936 


  
18.     Menjaga lidah bagi yang berpuasa 
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: 
Rasulullah saw. bersabda: Apabila salah seorang dari kalian bengun dalam
keadaan berpuasa, maka janganlah ia berbicara jorok dan kotor, maka jika
seseorang dicaci atau diperangi, maka hendaklah ia berkata: Aku sedang
berpuasa, aku sedang berpuasa. 


Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1941 


  
19.     Keutamaan puasa 
Hadis riwayat Sahal bin Saad ra., ia berkata: 
Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya di dalam surga itu terdapat pintu
yang bernama Rayyan. Orang-orang yang berpuasa akan masuk lewat pintu itu
pada hari kiamat. Tidak ada orang selain mereka yang masuk bersama mereka.
Ditanyakan: Di mana orang-orang yang puasa? Kemudian mereka masuk lewat
pintu tersebut dan ketika orang yang terakhir dari mereka sudah masuk, maka
pintu itu ditutup kembali dan tidak ada orang yang akan masuk lewat pintu
itu. 


Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1947 


  
Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra., ia berkata: 
Rasulullah saw. bersabda: Tidaklah seorang hamba yang berpuasa satu hari di
jalan Allah, kecuali Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka sejauh
jarak perjalanan 70 tahun 


Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1948 


  
20.     Makan, minum dan bersetubuhnya orang yang lupa itu tidak membatalkan
puasa 
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: 
Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa lupa bahwa ia sedang berpuasa,
sehingga ia makan atau minum, maka hendaklah ia meneruskan puasanya, karena
sesungguhnya ia telah diberi makan dan minum oleh Allah. 


Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1952 


  
21.     Keutamaan lailatulkadar, anjuran untuk mencarinya, keterangan
tentang waktunya dan waktu lebih diharapkan saat mencarinya 
Hadis riwayat Ibnu Umar ra.: 
Bahwa sekelompok orang dari sahabat Rasulullah saw. bermimpi melihat
lailatulkadar pada hari ke tujuh yang terakhir. Kemudian Rasulullah saw.
bersabda: Menurutku bahwa mimpi kalian pasti bertepatan dengan hari ke tujuh
terakhir, maka barang siapa yang ingin menantinya, maka hendaklah ia menanti
pada hari ke tujuh terakhir (bulan Ramadhan). 


Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1985 


  
Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra.: 
Rasulullah saw. pernah melakukan iktikaf pada sepuluh hari pertengahan bulan
Ramadhan. Ketika mana waktu dua puluh malam telah berlalu dan akan menyambut
malam yang kedua puluh satu, maka beliau kembali ke rumahnya dan sahabat
yang beriktikaf bersama beliau juga kembali ke rumah mereka. Kemudian beliau
bangun malam pada malam ia kembali dari iktikaf dan berpidato di hadapan
sahabat serta menyuruh mereka untuk melaksanakan kehendak Allah lalu
bersabda: Sungguh dahulu aku iktikaf pada sepuluh malam ini (sepuluh malam
pertengahan) kemudian nampak olehku (melalui mimpi) untuk iktikaf pada
sepuluh malam akhir. Barang siapa yang pernah iktikaf bersamaku, maka
hendaklah ia tidur di tempat iktikafnya. Sesungguhnya aku telah melihat
(lailatulkadar) pada malam-malam ini, tetapi lalu aku lupa (waktunya), maka
cari dan nantikanlah malam itu di sepuluh malam akhir yang ganjil. Aku
pernah bermimpi bahwa aku sujud di air dan lumpur. Abu Said Al-Khudri
berkata: Pada malam kedua puluh satu, kami diturunkan hujan, sehingga air
mengalir dari atap mesjid ke tempat salat Rasulullah saw., lalu aku
memperhatikan beliau. Beliau sudah selesai dari salat Subuh dan pada wajah
beliau basah dengan lumpur dan air. 


Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1993 


  
Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata: 
Rasulullah saw. bersabda: Cari dan nantikanlah lailatulkadar pada sepuluh
terakhir bulan Ramadhan. 


Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 1998


  
Bârakallâhu lî wa lakum, Matur syukran n Terima kasih. 
Semoga Bermanfaat ya 
  
Jakarta, 4 Agustus 2010 
Billahit taufiq wal hidayah 
Wassalamualaikum wr.wb 
  
"Utamakan SEHAT untuk duniamu, Utamakan AKHLAK dan SHALAT untuk akhiratmu" 
  
  

 

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke