Tidak semua ulama itu bergelar Kiyai. Ulama baru bergelar Kiyai jika 
mengepalai/mempunyai pondok pesantren. Dalam shalat berjamaah imamnya selalu 
Kiyai yang kepala pondok pesantren bersangkutan. Tetapi ada pengeculian, yaitu 
Kiyai Amin tidak pernah menjadi imam di pondok pesantrennya. Nah pernah pondok 
pesantren Kiyai Amin dikunjungi tamu seorang ulama. Tiba waktu shalat 
berjamaah, Kiyai Amin mempersilakan tamunya untuk jadi imam. Akan tetapi sang 
tamu tidak bersedia, karena yang pantas jadi imam kata sang tamu yang ulama, 
mesti ahlul bait (tuan rumah). Maka terpaksalah Kiyai Amin yang jadi imam. 
Terjadilah hal yang mengkhawatirkan Kiyai Amin. Yaitu tatkala selesai membaca 
Al Fatihah: "wa ladhdhaaaalliiiin", terus para santri menyambut: "Kiyaaaai." 

Wassalam
HMNA  

----- Original Message ----- 
From: "Abdul Muiz" <mui...@yahoo.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Thursday, August 05, 2010 08:41
Subject: Bls: [wanita-muslimah] Mati ketawa ala fatwa


Konon di sebuah pondok pesantren, seorang Kyahi pengasuh pondok bertanya pada 
santriwatinya, "rebonding itu apa sih", sang santriwati menjawab, "rebonding 
itu pelurusan, jadi kalau rambut direbonding ya artinya rambutnya diluruskan, 
begitu kyahi". Esoknya ketika sang Kyahi tsb memimpin shalat berjamaah, dia 
mempraktekkan kosa kata baru tsb, "Para jamaah sekalian, harap shaf-shafnya 
direbonding". Para jama'ah, " .........................".

Wassalam
Abdul Mu'iz

--- Pada Kam, 5/8/10, al...@yahoo.com <al...@yahoo.com> menulis:

Dari: al...@yahoo.com <al...@yahoo.com>
Judul: [wanita-muslimah] Mati ketawa ala fatwa
Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Tanggal: Kamis, 5 Agustus, 2010, 7:00 AM











  


    
      
      
      Ada buku "mati ketawa ala fatwa" kah? Sepertinya ide lucu juga ya. Jadi 
jangan dibahas terlalu serius, lucu2an saja membahas MUI dari berbagai daerah 
mengeluarkan fatwa masing2.  

Kata temen ada fatwa ojeg haram karena memungkinkan laki2 dan perempuan, ini 
beneran ada kah?  Apa bener ada fatwa "haram anti rokok" vs "haram rokok". 
Sebelumnya ada fatwa haram bonding kecuali untuk senengin swami.

Fatwa mui mestinya memang jangan terlalu diseriusin, dalam arti mereka kan 
orang biasa yg berpendapat,bisa lucu, konyol, ada yang bagus juga, misalnya 
sekilas saya baca ada fatwa anti korupsi.

Salam

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke