Akhi "Yudi Yuliyadi" jawabannya sudah bagus. Saya tidak membalasnya secara 
langsung, karena e-mainya itu misionaris agama non-Islam Qadiani saya blok, 
sehingga tidak masuk mail-box saya. Kalau akhi merasa perlu menjawab 
perbualanan misionaris agama Qadiani itu, silakan saja. Sampai sekarang itu 
misionaris tsb tidak bisa jawab di bawah ini:

Wahyu tak pernah putus?
Penganut agama Qadianisme berbual bahwa wahyu masih selalu turun, karena Allah 
bersifat Mutakallim (Maha berkata-kata). Padahal makhluk Allah itu bukan 
manusia saja. Ada malaikat kepada siapa Allah berkata-kata.

Dalam "Tafsir" Bashiruddin Mahmud Ahmad ("Khalifah"-nya agama Qadianisme) 
potongan ayat wabil a-khirati hum yu-qinu-n diterjemahkan:
-- and they have firm faith in what is yet to come (dan mereka yang teguh 
keyakinannya tentang apa yang akan datang). Ini ditafsirkan spb: The word 
ALAKhRt (what is yet to come) means either "the message or revelation which is 
to follow" or "the Last Abode", i.e., the next life. Of these two meanings the 
first is more applicable here (Kata ALAKhRt-mereka yang teguh keyakinannya 
tentang apa yang akan datang- berarti salah satu di antaranya, risalah atau 
wahyu yang akan menyusul, ataukah tempat berteduh terakhir, yaitu kehidupan 
yang akan datang. Dari kedua makna ini, makna yang pertamalah yang lebih tepat 
dipergunakan di sini).

Jadi jelas, Qadiyanisme memperalat ayat [2:4] sebagai pembenaran akan turunnya 
wahyu ataupun datangnya nabi setelah Nabi Muhammad SAW. 

Padahal kata ALAKhRt lawannya ALAWL, sedangkan kata ALAWL ini tidak didapatkan 
dalam ayat [2:4], melainkan QBL (qabla), yaitu dalam potongan ayat ANZL MN QBLK 
(diturunkan sebelum engkau). Adapun lawan kata QBL adalah B'AD (ba'da) = 
sesudah. Tidak ada kata B'AD dalam potongan ayat WBALAKhRt HM YWQNWN. Dengan 
demikian pemaknaan ALAKhRt = risalah atau wahyu yang akan menyusul oleh 
Qadiyanisme sangatlah diakal-akali, amat dipaksakan. Dalam ayat [2:4] kata 
ALAKhRt bermakna hari akhirat atau hari kemudian. WaLlahu a'lamu bisshawab.

Wassalam
HMNA


----- Original Message ----- 
From: "Yudi Yuliyadi" <y...@geoindo.com>
To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
Sent: Thursday, August 05, 2010 11:47
Subject: RE: [wanita-muslimah] Re: SKB Tiga Menteri: Ahmadiyah Aliran Sesat

Haha, jadi anda adalh JAI yang sesat itu, yang mengaku punya nabi bari
setelah Rsulullah pak mirza gulam ahmad sang pendusta yang katnya punya
kitab namanya tdzkirah

Daerah saya ahmadiyah seperti itu, mesjidnya aneh hanya orang tertentu yang
boleh masuk

Berkaitan dengan nabi Isa As, bukan nabi baru kok mas anda salah besar. Nabi
isa AS adalah nabi Isa sebelum Rasulullah SAW yang ALLAH angkat ke langit
dan akan diturunkan ke bumi pada akhir zaman

Untuk memerangi DAJJAL, jumlah hadits dari rasulluh berkaitan dengan Nabi
Isa AS hampir atau mencapai derajat mutawatir mak`nawi

Islam punya garis pemisah antara islam dan kafir, kalau anda mengaku punya
nabi baru dan kitab suci baru silahkan tapi jangan lagi mangaku islam bikin
agama baru saja yang sesuai dengan hawa nafsu saudara dari JAI

Jadi sekarang siapa yang pendusta dan juara ngibul ngaku islam tapi mengaku
punya nabi setelah nabi Muhammad SAW?

Di negeri asalnya ahmadiyah sudah mengaku bukan islam dan merupakn agama
minoritas di pakistan

 

  _____  

From: wanita-muslimah@yahoogroups.com
[mailto:wanita-musli...@yahoogroups.com] On Behalf Of ma_suryawan
Sent: Thursday, August 05, 2010 10:25 AM
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: Bls: [wanita-muslimah] Re: SKB Tiga Menteri: Ahmadiyah Aliran Sesat

 

  

HMNA ini juara ngibul...

Silakan baca di bawah ini, bagaimana jagonya juara dusta asal Makassar ini.

--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com
<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com> , "H. M. Nur Abdurahman"
<mnur.abdurrah...@...> wrote:
>
> BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM
> 
> WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
> [Kolom Tetap Harian Fajar]
> 832 Ulasan SKB Pembekuan Ahmadiyah
> 
> AlhamduliLlah, telah ditanda-tangani SKB 3 Menteri yang intinya
memerintahkan, menghentikan/membekukan seluruh kegiatan organisasi keagamaan
Ahmadiyah, seperti termaktub di bawah ini::
> 
> Keputusan Bersama Menag, Mendagri, Jaksa Agung tentang Peringatan dan
Perintah kepada Penganut, Anggota dan/atau anggota anggota pengurus Jamaah
Ahmadiyah Indonesia (JAI) dan Warga Masyarakat (nomor: 3 Tahun 2008, nomor:
KEP-033/A/JA/6/2008, nomor: 199 Tahun 2008)
> 
> Kesatu: 
> Memberi peringatan dan memerintahkan kepada warga masyarakat untuk tidak
menceritakan, menganjurkan atau mengusahakan dukungan umum melakukan
penafsiran tentang suatu agama yang dianut di Indonesia atau melakukan
kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan keagamaan dari agama itu yang
menyimpang dari pokok-pokok ajaran itu. 
> 
> Kedua: 
> Memberi peringatan dan memerintahkan kepada penganut, anggota dan/atau
anggota pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), sepanjang mengaku
beragama Islam, untuk menghentikan penyebaran penafsiran dan kegiatan yang
menyimpang dari pokok-pokok ajaran Agama Islam yaitu penyebaran faham yang
mengakui adanya nabi dengan segala ajarannya setelah Nabi Muhammad SAW.
> 
> Ketiga: 
> Penganut, anggota, dan/atau anggota pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia
(JAI) yang tidak mengindahkan peringatan dan perintah sebagaimana dimaksud
pada diktum Kesatu dan Diktum Kedua dapat dikenai sanksi sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk organisasi dan badan
hukumnya.
> 
> Keempat: 
> Memberi peringatan dan memerintahkan kepada warga masyarakat untuk menjaga
dan memelihara kerukunan umat beragama serta ketentraman dan ketertiban
kehidupan bermasyarakat dengan tidak melakukan perbuatan dan/atau tindakan
melawan hukum terhadap penganut, anggota, dan/atau anggota pengurus Jemaat
Ahmadiyah Indonesia (JAI).
> 
> Kelima: 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke