On 08/06/2010 09:30 AM, Ari wrote:
> yah, soalnya saya sendiri gak berani segitu narsisnya menghargai diri
> sendiri, mbak.
>
>
> jujur saja, saya masih suka marah marah gak jelas kalau lagi lapar, suka
> cuek nekad buka internet kalau pas pulang ke rumah, harusnya kan ngajak
> dolan anak dulu, :))  kudunya juga rajin ngerjain bagian tugas rumah
> (harusnya malah ambil porsi lebih - respek aja sama bokap yg rajin ngepel,
> nyapu, cuci piring dan cuci baju, padahal bokap tentara).
>
>
> tambah lagi, di dasar hati kan ada rasa khawatir juga.  kalau ada apa apa
> sama saya (dicokok fpi misale hehehehe .....), istri bisa survive gak yah ke
> depannya.  kalau sudah teruji kerja juga, kan, setidaknya, rada yakinlah.
> she will survive, and she will just fine.  meski secara emosional, kalau
> sekarang ini dipikir pikir, yang namanya kehilangan belahan jiwa itu rasanya
> dunia kiamat.
>
>
> rada males juga jadi aktivis yang melawan gerakan bullying secara fisik vis
> a vis, yah, karena masih mikirin kelanjutan hidup anak istri.  sebel
> setengah mati sama preman tukang bullying itu, yang egois bener nyengsarain
> orang lain, tapi sementara ini kudu bisa hidup dengan keberadaan mereka
> sehari hari.

Hidup ini memang Aneh Ya, aku yang mulai menua, kadang malah "butuh 
Bahaya"; ketika Merapi memuntahkan laharnya tanpa ijin Istri aku bersama 
2 orang tua lain, naik gunung sampai ktemu mbah Marijan. Padahal sejak 
ujung kaliurang tentara merobohkan pepohonan untuk mencegah mobil naik 
ke atas, akhirnya kami jalan kaki dan lolos berkat bantuan rombongan 
an-TV (dikira crew TV).

Bojonegoro banjir, aku asyik aja bersama Tim Sar mondar-mandir pake 
perahu karet, bahkan sampai ke bengawan solo yang lagi banjir, sambil 
ikut memberi pertolongan (mbagi beras, indomie, kompor, minyak tanah 
-belinya seliter 20,000 perak ... edan tenan tukang minyak tanah waktu 
itu). Tapi tujuan utamaku "mencari bahaya/ketegangan". Pas ke jember, 
mampir ke lumpur lapindo dan nunut rakit kayu disangga DRUM mendekati 
pusat panas (tidak ngetes tapi liat berasap saja), ini musti bayar juga.

Kalo Nantang FPI belum pernah sih, tapi dirubung Majlis RasuluLlah SAW 
yang berpawe pernah, akhirnya malah tak suruh masuk mobil (Honda Ciello) 
dan kaca dibuka, dengan tiga bendera hijau nongol dari jendela menjadi 
pimpinan rombongan pawe motor :D selesai pawe dapat Nasi Kotak dan 
disalami "Mas Gondrong terimakasih sudah berpartisipasi" ... :=))

wassalam
./sts


-- 
this email transmitted by thunderbird a FREEDOM BASE mail client
running on Virus Immune system Ubuntu 10.04 in Lenovo machine

--------------------------------------------------------------
Ovi Mail: Making email access easy
http://mail.ovi.com

Kirim email ke