Inilah model tafsir sesat JAI, silahkan dijawab?

Orang mangaku dirinya sebagai nabi dan bahkan mempermainkan ayat dengan
sesuka hati untuk membenarkan kesesatan yang dibawanya.

Pengikutnya pun mancari2 kebenaran atas apa yang dibawa pemimpinya dengan
mengatkan yang berhak memberi hukuman sesat dan keluar dari islam hanya
ALLAH saja.

Para ulama menggali hukum dari al-qur`an dan sunnah sesuai dengan kaidah2
yang telah digariskan dan ditetapkan oleh para ulama2 salaf dari kalangan
sahabat, tabiin, tabiut tabiin dan para ulama salaf

Lahirlah salah cabang ilmu dalam islam yaitu ilmu tafsir, tapi lihatlah
tafsir ahmadiyah yang sesat ini

 

 

((Lebih serius lagi dari pada ulasan Ahmadiyah ialah, bahwa pangkat yang
terdapat  pada nama Ahmad dalam surah As-Shaf itu, yakni pangkat Rasul,
adalah juga milik  Mirza Ghulam; berkata Ahmaddyah:

 

"Jika orang benar-benar meniliti maksud Al-Qur'an itu (surah 61:6 tadi) maka
akan mengetahui, bahwa yang dimaksud dengan nama AHMAD bukanlah Nabi
Muhammad saw. tetapi seorang RASUL yang diturunkan Allah swt. pada akhir
zaman sekarang ini. Bagi kami ialah: Hazrat (Mirza Ghulam) AHMAD
Al-Qadiani." 

(suara ANSHARULLAH, majallah bulanan Ahmadiyah, no. 3 & 4, Djuni/Djuli th.
1955, P.P. Ansharullah-Pusat Indonesia Djogjakarta, hal. 18.)

 

Demikian tafsir dan makna surah Ash-Shaf ayat 6 yang diolah oleh Mirza
Ghulam dan Ahmadiyahnya. Akhirnya dengan ucapan yang meyakinkan, Ahmadiyah
dengan lantang berkata:

 

"Dengan demikian jelaslah, bahwa yang dimaksud Rasul Ahmad dalam surah
Ash-Shaf ayat 6 tersebut, adalah pendiri Jemaat Ahmadiyah, Hazrat Mirza
Ghulam Ahmad a.s."

(Suara Lajnah Imaillah, majallah kaum ibu Ahmadiyah no. 10. th. 11. 1974,
B.P L 1. (Badan Penghubung Lajnah Imaillah Indonesia), Yogjakarta, hal. 27.)

 

 

Alasan-alasan yang digunakan Ahmadiyah untuk menguasai nama Ahmad dalam
surah As-Shaf itu, seolah-olah kelihatannya masuk akal; akan tetapi kalau
diteliti dengan seksama,  maka mereka hanya memaksakan agar makna maupun
tafsir dari ayat 6 surah As-Shaf itu, dikhususkan pada Mirza Ghulam Ahmad
saja. Dengan kata lain, Ahmadiyah menafsirkan maupun rnengartikan ayat-ayat
Al-Qur'an, menurut  jalan pikiran mereka dan menurut  kepentingan mereka.
Sebagai alasan mengapa ayat 6 Ash-Shaf itu untuk Mirza, Ahmadiyah berkata:

 

"Memang dalam Al-Quran surah 61:6 tertulis nama Ahmad. Tidak mungkin nama
itu digunakan bagi Nabi Muhammati saw. karena disitu tertulis tanda-landa
dan kejadian-kejadian yang lain, terangnya seperti di bawah ini:

 

1. Wa huwa yud'a ilal Islam = dan dia (Ahmad) dipanggil (oleh orang-orang
yang mengaku dirinya Islam) supaya kembali kepada agama Islam. Mengapa
demikian? Mereka menganggap bahwa Hazrat Ahmad a.s. itu sudah
kafir-nauzubillah-, disebabkan mengaku dirinya sebagai nabi. Marilah kita
perhatikan: Nabi Muhammad saw. berkewajiban memanggil ummat dunia kepada
Islam (lih 61:8) tetapi pada ayat tersebut malah mereka itulah (baca: ummat
Islam) yang memanggil Ahmad, supaya kembali kepada Islam.

 

2. Yuriduna li yuthfiu nurullahi bi afwahihim: merekaitu (baca: seluruh
ummat manusia di dunia sekarang ini) ingin benar memadamkan cahaya Allah
Ta'ala dengan mulutnya. Pada zaman Nabi Muhammad saw. yang memusuhi Agama
Allah (Islam) menghunus pedang, tetapi pada akhir zaman ini, yang melawan
dan menghantam Islam tidak dengan pedang lagi, melainkan dengan
"propaganda," dengan alat-alat modern, radio dan tulisan-tulisan.  Ingatlah
pula lidah lebih tajam lagi dari pedang.

 

3. Huwalladzi arsala rosulahu bilhuda wa dinil haqqi liyuzhhirahu 'ala dini
kullihi: Dia, Tuhan itulah yang mengirim Rasulnya dengan petunjuk, agar
dapat ia (Ahmad) memenangkan agama Allah atas segala agama-agama.
Terlaksananya ayat ini, hanya di suatu zaman, dimana pergaulan dunia antara
agama dengan agama semuanya, menjadi lebih dekat, jarak antara benua dengan
benua itu seakan-akan dekat, semuanya disebabkan alat-alat teknik yang
modern tadi, bahkan antara bangsa dengan bangsa kini sudah dapat disatukan
(PBB), atau bila dengan alat ialah: radio dan pesawat terbang. Bila kita mau
menganalisa semuanya ini, mustahil bisa terkecoh lagi."))

 

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke