On 08/08/2010 12:17 PM, H. M. Nur Abdurahman wrote:
>
>
> KPPSI vs JIL
>
> Dua ekor cacing yang hidup, seekor dimasukkan ke dalam gelas yang berisi
> air mineral dan yang seekor lagi dimasukkan ke dalam gelas yang berisi
> arak. Lalu apa yang terjadi? Cacing yang berada dalam gelas yang berisi
> air mineral itu be-renang2 di dasar gelas, namun cacing yang berada di
> dalam arak itu menggeletak mati.
> Ada dua kelompok yang menyaksikan percobaan itu, yaitu KPPSI vs JIL.(*)
> Kelompok pertama setelah melihat hasil percobaan itu berpendapat:
> SubhanaLlah, itulah hikmah Allah SWT mengharamkan khamar. Lihatlah arak
> itu membahayakan kehidupan makhluk. Dalam konteks kesehatan akal manusia
> arak itu merusak sel-sel otak. Sanksi cambuk bagi pemabuk adalah
> Rahamatan lil'A-lamiyn. Keras bagi pemabuk, tetapi rahmat bagi ummat
> manusia, Syari'at Islam melindungi dan memelihara akal manusia.
> Kelompok kedua berpendapat: Ajaran Islam tentang haramnya arak sudah
> tidak layak untuk diikuti, itu termasuk larangan temporer terikat ruang
> (Hijaz) dan waktu (abad VII M). Menurut pendekatan exegesis kontekstual,
> benarlah apa yang dikatakan oleh iklan, "terjunlah ke dunia modern
> dengan minum arak" Lihatlah hasil percobaan itu, cacing mati dalam arak.
> Supaya tidak cacingan minumlah arak.
>
> Wassalam,
> HMNA
> ---------------------
> (*)
> Komite Persiapan Penegak Syari'at Islam vs Jaringan "Islam Liberal"


Pak ustadz,

ini topik amat lama ya, menurutku yang diharamkan itu "Mabuk". Aku 
sendiri suka bingung, apa sih pada hari ini yang termasuk "khamr". 
Seberapa besar sebenarnya kadar "alcohol" masih bisa dlam ambang batas 
ketahanan manusia. Dalam percobaan tsb, beberapa cacing memang bisa 
bertahan dalam air, saya kira cacing bila direndem dalam coca cola, 
sprite juga akan mati. Tapi beberapa cacing bahkan kodok tidak sanggup 
kalo berendem terlalu lama. Coba test apakah cacing bisa bertahan 
direndem santen, air kelapa, minyak goreng :D

Nah kalo wine, produksi beberapa produsen sangat menyehatkan bila 
diminum dengan takaran wajar (masing-masing manusia beda takaran). Tapi 
kalo berlebihan dan sampai mabuk, bener berbahaya. sama kalo minum teh 
botol sampai mabuk juga berbahaya.

Nah yang lebih penting, kayaknya "dendam kesumat" ustadz HMNA thd Ulil 
belum sembuh2. Btw KPPSI, sudah sekian lama kok masih Komite Persiapan. 
Kapan Mulainya Syariat Islam di Makassar, mosok kalah sama Aceh :D

wassalam
./STS

-- 
this email transmitted by thunderbird a FREEDOM BASE mail client
running on Virus Immune system Ubuntu 10.04 in Lenovo machine

--------------------------------------------------------------
Ovi Mail: Making email access easy
http://mail.ovi.com

Kirim email ke