Sedikit saya berkomentar pola diskusi di WM khususnya dengan nara sumber Abah 
HMNA :

1) saya sangat menyayangkan cara Abah HMNA dalam setiap kali meresponse topik 
apapun diskusi di millist ini, senantiasa dijawab dengan model menyodorkan 
"kantong doraemon" yang saya maksud, langsung menampilkan artikel "wahyu dan 
akal" yang rutin dimuat di kolom harian Fajar Makassar dengan cara copy paste 
utuh dengan penjelasan amat minim (mungkin abah sudah merasa artikelnya sanggup 
berbicara sendiri dengan lawan diskusinya). Menurut saya pribadi cara model ini 
akan berimplikasi : (a) diskusi akan berjalan one way traffic communication, 
(b) tidak focus pada substansi secara lebih mendalam, (c) berkesan dogmatis dan 
doktriner dengan dua pilihan take it atau leave it yang pada gilirannya akan 
sampai pada kesimpulan anda kelompok saya atau anda bukan kelompok saya alias 
you are my friends atau you are my enemies. Saya sendiri merasa geli, dulu saya 
pernah disapa Abah HMNA dengan penuh keakraban dengan sebutan "akhi atau antum" 
istilah khas in group tetapi
 begitu saya banyak bertanya dalam arti mengcontra, abah HMNA mengubah sapaan 
kepada saya dengan "pak".

2) Secara pribadi saya amat appreciate dengan kolom wahyu dan akal karya abah 
HMNA tsb, bahkan saya mengcollect link tsb dalam bookmarks di laptop pribadi 
saya, terlepas dari ada yang saya setujui atau ada yang tidak. Alangkah baiknya 
kalau Abah dalam berdiskusi ini agar tercipta dakwah bil hikmah wal mau'idzotil 
khasanah abah mengubah sedikit gaya diskusinya dengan focus pada : (a) 
substansi topik yang dibahas dengan langsung menjawab setuju atau tidak setuju 
lengkap disertai dengan argumentasinya adapun uraian pelengkap cukup disebutkan 
referensi linknya saja tanpa dicopy paste secara utuh dan lengkap ini menurut 
hemat saya, ini lebih efisien dan tidak berkesan menyuapi lawan diskusinya bak 
anak kecil. (b) cobalah berbaik sangka bahwa lawan diskusinya itu sama-sama 
nawaytu bimillah sama-sama ingin memperdalam ajaran islam tanpa perlu terikat 
lebel terpengaruh faham ini, itu, sesat dan menyesatkan, tidak ahlu sunnah wal 
jama'ah, sombong pada akal
 menjauh dari wahyu dsb, dsb yang justru menjauh dari focus the right track, 
substansi masalah yang didiskusikan jadi tidak tersentuh alias tidak terexplore 
secara mendalam. Percayalah kita sama-sama haus untuk mendekati maksud dan 
makna pesan ilahi baik yang tertulis di kitab suci-Nya maupun yang tersebar di 
alam jagat raya ini.

3) Tidak mudah memang mengubah karakter, tetapi kalau memang ingin model 
komunikasi efektif ya kudu two ways traffic communication dong, 

4) Terakhir, saya mohon maaf atas segala salah dan khilaf saya, selamat 
menyongsong bulan suci Ramadhan, bulan terbaik mengasah dan memanage hawa nafsu 
semoga kita semua sukses menjadi manusia paripurna sesuai ridho Ilahi Rabbi.

mungkin ada komentar dari teman-teman ?? 

Wassalam
Abdul Mu'iz



 



  







[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke