Dear Mr Latif,

Sini saya jelaskan, yang namanya perang selalu banyak yang mati karena
tujuan perang adalah saling membunuh, yang gak kepengen mati dalam
perang jangan ikut perang. Tidak ada perang pake sopan santu. Sopan
santun dan toto kromo hanya jalan dalam suasana dame, dalam perang
yang berlaku adalah aturan perang, aturan perang paling utama adalah
tidak ada aturan.

Kepada PBB ini gampang kalo tidak ingin melihat banyak korban, korban
kematian jangan dihitung diliat-liat aja, difoto bolehlah, ditaruh di
fesbuk masing2 tapi ndak usah dihitung sehingga korban tidak banyak.

Sampai hari ini belum ada smart bullets, yang bisa memilih tentara
diantara warga sipil, yang namanya peluru kalo sudah meluncur ya
tentara, babu, mentri, celeng, kadal, bulus, kucing garong
diperlakukan sama.

Kalo ada peluru cerdas yang bisa membedakan antara warga sipil dan
tentara dipastikan peluru tersebut powered by gnu/linux

demikian penjelasan saya

wassalam
st sabri



2010/8/11 abdul <latifabdul...@yahoo.com>
>
>
>
> Bismilahirrahmanirrahiim
> Bisakah Sympatisan2 Taliban;HMNA,ISTIAJI, ABDUL MUIZ dll menjelaskannya?
> salam
>
> Jumlah warga sipil yang terbunuh atau luka-luka di Afghanistan melonjak 31%, 
> meskipun jumlah korban yang disebabkan oleh oprasao NATO berkurang.
>
> Lebih 1.250 penduduk sipil tewas dalam enam bulan pertama 2010 dan 1.997 
> warga sipil lainnya luka-luka, kata laporan semesteran terbaru PBB.
>
> Taliban kelompok-kelompok perlawanan lainnya bertanggung jawab atas 76% 
> korban tewas, naik dari 53% tahun sebelumnya.
>
> Ini merupakan angka terburuk sepanjang sembilan tahun terakhir perang di 
> negara itu.
===cut==
Powered by ubuntu gnu/linux

Kirim email ke