Mas Muiz,

itulah manusia mikir yang jauh2 dan ratusan tahun kedepan, kenapa gak
kita jaga saja bumi yang sekarang ini dan sudah terbukti enak
ditinggali (Asal jangan satu kampung dengan HMNA, Ambon atau Yuliadi).

btw sampeyan sekarang tinggal di bali dalam rangka tugas atau liburan
atau liburan panjang sambil tugas (?) buat aku sih kalo bali merdeka
aku mau pindah ke bali, nyaman banget denpasar itu, makanan banyak
macemnya. Kalo di ubud kebanyakan ditujukan buat turis eropa/jepang
jadi masakan plain (gak ada pedesnya). Kalo ndak puasa aku sering
diajak me Musrok :D tempat maksiat lengkap, mulai karaoke sampai
streaptise .....

aku mulai bosen ama pante, wong lahir di pantai (Pekalongan) kerja di
laut (balikpapan), sekarang seneng Gunung (apalagi gunung kembar).
untuk bali pilihanku selalu ubud, liat kintamani ama tempat mayat
kering itu apa namanya mas, yang pake nyebrang danau itu lho. wah
bayar perahunya mahal (makanya kata yahudi), pantes Jesus milis jalan
kaki :=))

wassalam
./sts




2010/8/11 Abdul Muiz عبد المعز <mui...@yahoo.com>
>
>
>
> Mas Ambon, apa tanggapan stephen hawking dan Robert Forward kalau saja 
> membaca tantangan qur'an : "Hai golongan Jin dan Manusia, jika kamu mempunyai 
> kemampuan menjelajahi ruang-ruang langit dan bumi hendaklah kamu jelajahi, 
> tetapi kamu tidak dapat menjelejahinya kecuali dengan sulthan atau kekuatan" 
> (QS 55:33).
>
> Seandainya manusia sanggup menemukan planet "bumi" lain di galaxy lain yang 
> temperaturnya sama dengan bumi sekarang, dan sanggup bermigrasi di tempat 
> baru tsb apakah seluruh umat manusia masih beriman kepada sang Maha Pencipta 
> atau bahkan akan takabbur bahwa tempat baru itu bukan ciptaan Tuhan Allah swt 
> ??
>
> Wassalam
>


Powered by ubuntu gnu/linux

Kirim email ke