weloh woleh pak Abdul Latif :)

1) kasihan malaikat dibawa-bawa, padahal malaikat tidak terlibat dalam diskusi 
ini,
2) pendendam itu tidak baik, itu juga akhlaqul mazmumah, saya jadi malu dengan 
anak kecil yang senantiasa memberi contoh indah kalau lagi berseteru, karena 
saya bukan anak-anak lagi saya tidak keberatan memenuhi permintaan Anda, saya 
dengan tulus mohon maaf kepada Anda, semoga dendam Anda segera hilang.
3) semoga Anda berkenan menceritakan kisah spiritual Anda masa kecil seperti 
apa, karena saya menangkap ada beban berat di semua gagasan Anda yang tertuang 
dalam tulisan Anda di millist ini.

Wassalam
Abdul Mu'iz

--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, "abdul" <latifabdul...@...> wrote:
>
> Kata2 dibawah ini tdk akan bisa hilang di catatan Malaikat
> samapai hari kimat....kalau tidak mintak maaf...
> Kalau keberatan mintak maaf secara lansung, baiklah, bisakah anda
> meralat kata kata yg tidak santun yg anda tulis di bawah ini?
> =======================================
> Anda itu setiap mengawali perbuatan itu dengan kalimat mulia, basmalah
> tetapi output Anda kok ya sampah ?? jangan mempermainkan bismillah dong !! 
> biar gak sampah beri alternatif solusi ! :(
> ========================================
> Yang saya inginkan adalah berdiskusi tanpa menggunakan
> kata kata kasar (setan)seperti diatas itu.
> 
> Can you do that?
> can you promise ?
> Is it simple ?
> 
> salam
> 
> 
> --- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, Abdul Muiz عبد المعز 
> <muizof@> wrote:
> >
> > Weleh-weleh pak Abdul Latif :
> > 
> > 1) Anda itu berkali-kali menyebut saya dengan kata-kata kasar dan bengis 
> > seperti "evil" dan kata-kata lain yang tidak patut hanya karena saya 
> > berseberangan dengan Anda, saya tidak pernah menuntut Anda untuk meminta 
> > maaf kepada saya. Tetapi percayalah saya memaafkan Anda dan siapapun tanpa 
> > Anda atau siapapun meminta lho ??
> > 
> > 2) Anda nampak sekali tidak mau dan tidak mampu membedakan mana "caci 
> > maki", sikap kasar, ketus dengan sikap berdiskusi focus to right the track.
> > 
> > 3) Jujur saja saya tidak berminat diskusi dengan Anda karena saya 
> > yakin-seyakinnya amat boros dan tidak ada manfaat sedikitpun berdiskusi 
> > dengan Anda, tetapi kalau saya rajin menyampaikan pertanyaan itu sebenarnya 
> > saya tidak membutuhkan jawaban Anda karena Insya Allah saya sudah tahu 
> > jawaban yang akan Anda suguhkan (saya bukan dukun atau ahli batin lho). 
> > Saya rajin bertanya karena bagi saya merupakan test adrenalin di bulan 
> > puasa ini apakah kesadaran jiwa saya masih peka apa enggak.
> > 
> > 4) soal maaf, saya dengan tulus meminta maaf kepada siapapun tanpa kecuali, 
> > namun sikap saya kepada Anda tidak akan pernah berubah, kalau Anda mau 
> > introspeksi maka sebenarnya sikap saya itu adalah sekedar response dari 
> > sebuah stimulus dari tulisan Anda sendiri lho ?
> > 
> > Wassalam
> > Abdul Mu'iz

Kirim email ke