Perkenalan:
Ana Muammar Qaddhafi, cucu Abah HMNA yang bermukim di Papua, pada permulaan 
bulan Mubarak Ramadhan datang berlibur di Makassar di rumah Abah, minta izin 
kepada Abah pakai e-mailnya Abah, untuk kirim berita yang Ana pikir aktual 
kepada milis yang menurut hemat Ana perlu dikirimi. Ini Ana lakukan berhubung 
Abah tidak sempat bermilis dalam bulan Mubarak Ramadhan ini.

Wassalam
Muammar Qaddhafi

==========================
Demonstran Bakar Foto Kapolri
==========================

MAKASSAR, Fajar 14/8-2010 - 
Meski bulan suci Ramadan, tak menghalangi mahasiswa di kota ini melakukan aksi 
demonstrasi. Seperti yang dilakukan 30-an mahasiswa yang mengatasnamakan 
Aliansi Mahasiswa Makassar Peduli Abu Bakar Ba'asyir. Mahasiswa gabungan dari 
sejumlah perguruan tinggi ini, melakukan aksi demonstrasi di fly over sekira 
pukul 16.30 hingga 17.30 Wita. Mereka membakar ban sembari berorasi. Pedemo 
juga memba-kar foto Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri sebagai 
wujud protes atas penangkapan Ba'asyir. 

Dalam pernyataan sikapnya, para demonstran mengecam penangkapan Ba'asyir. 
Menurut mereka, seharusnya Mabes  Polri tak perlu melakukan penangkapan, 
lantaran tidak ada bukti dan fakta yang menguatkan keterlibatan Abu Bakar 
Ba'asyir dalam kegiatan terorisme. 

"Kami mengutuk keras penang-kapan Ba'asyir dengan menggunakan cara-cara tidak 
pantas kepada orang yang sementara menjalankan agenda keagamaan seperti safari 
dakwah," tegas jenderal lapangan Aliansi Mahasiswa Makassar Peduli Abu Bakar 
Ba'asyir, Sufirman. Selain itu, mahasiswa juga meminta Presiden RI Susilo 
Bambang Yudhoyono mencopot Kapolri dari jabatannya. Menurut mereka, penangkapan 
Ba'asyir erat kaitannya dengan dugaan rekayasa Amerika Serikat. "

"Makanya, kami imbau umat muslim untuk tetap waspada terhadap propaganda AS 
atas nama perang terhadap terorisme," ucap Sufirman." 

Aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa tersebut, sempat memacetkan jalan 
lebih kurang satu jam. Sebab, mahasiswa membakar ban di tengah jalan sehingga 
menghambat laju kendaraan yang sedang padat-padatnya. (ram)

***********************************************************
==================================================
Pernyataan FUI Tentang Penangkapan KH. Abu Bakar Ba'asyir
==================================================

Assalamu'alaikum wr.wb.

Penangkapan KH. Abu Bakar Ba'asyir oleh Densus 88 Mabes Polri di 
Banjar-Ciamis-Jawa Barat seusai melakukan da'wah pada hari Senin pagi, 28 
Sya'ban 1431H bertepatan 9 Agustus 2010, mengingatkan kita semua kepada 
peristiwa menjelang Ramadhan tahun lalu dimana mabes Polri mengeluarkan 
pernyataan akan mengawasi dakwah-dakwah di masjid-masjid
sebagai bentuk intimidasi kepada dakwah Islam dan para aktivisnya.

Bahkan menyambut intimidasi Polri waktu itu, Pangdam Diponegoro mengintimidasi 
orang-orang yang memakai jubah dan sorban sebagai teroris. Namun setelah banyak 
protes, Mabes Polri mengumumkan bahwa mereka tidak ada program mengawasi 
dakwah, sekalipun dalam praktek banyak laporan bahwa pengawasan itu tetap 
berlangsung.

Oleh karena itu, Forum Umat Islam (FUI) menilai bahwa penangkapan KH.Abu Bakar 
Ba'asyir bersama sopir dan istri serta keluarganya sepulang dari dakwah adalah 
bentuk intimidasi Densus 88 Mabes Polri kepada para aktivis dakwah islam, 
khususnya mereka yang dicap sebagai kalangan radikal, yakni para aktivis dakwah 
Islam yang menyerukan ajaran islam
yang benar sesuai dengan Al Quran dan As Sunnah, baik aqidah maupun syariah 
secara kaffah.

Mencermati hal di atas Forum Umat Islam (FUI) menyatakan sikap sebagai berikut :

1. Menolak segala bentuk upaya TERORISASI Islam dan Tokoh Islam beserta umatnya.
2. Mengecam penangkapan KH. Abu Bakar Ba'asyir oleh Densus 88 Mabes Polri saat 
sedang SAFARI DA'WAH di Jawa Barat.
3. Menduga kuat bahwa penangkapan KH. Abu Bakar Ba'asyir merupakan:

a. POLITIK REKAYASA TERORISME karena berbagai rekayasa kasus oleh Polri telah 
terungkap, seperti Kasus Aan yang dinarkobakan, Kasus Pemulung yang 
dilinting-ganjakan, kasus Gayus, kasus Bibit-Chandra dan lain-lain.
b. POLITIK PENGALIHAN ISU dari kasus-kasus besar seperti Century, Kenaikan TDL, 
Pencabutan Subsidi BBM, Rekening Gendut Perwira Polri, Keterlibatan Polri dalam 
rekayasa berbagai kasus, teror bom elpiji oleh pemerintah kepada masyarakat, 
dan lain-lain, untuk menutupi ketidakmampuan pemerintahan pimpinan presiden 
lebay.
c. POLITIK PEMBERANGUSAN gerakan Islam untuk menakut-nakuti para Aktivis Islam 
yang memperjuangkan penerapan Syariat Islam. Politik pemberangusan ini adalah 
pesanan asing (kafir harby fi'lan).

4. FUI telah mendapatkan laporan bahwa ada REKAYASA TERORISME yang dimainkan 
oleh seorang Desertir Brimob yang bernama SUFYAN TSAURI yang telah merekrut dan 
melatih para tersangka " PELAKU PELATIHAN MILITER
ACEH " di Mako Brimob Kelapa Dua-Cimanggis-Depok-Jawa Barat serta upaya 
menawarkan dana kepada kalangan pesantren di Jawa Tengah untuk mengikuti 
latihan militer sejak tahun 2009. Hal ini menunjukkan bahwa kasus pelatihan 
militer Aceh tidak ada kaitannya dengan KH. Abu Bakar Ba'asyir.
5. Menuntut pembebasan KH. Abu Bakar Ba'asyir tanpa syarat.
6. Menyerukan kepada Ummat Islam untuk merapatkan Barisan dan memperkokoh 
Ukhuwwah Islamiyyah, serta melawan segala KEZALIMAN, sekaligus melakukan 
Pembelaan Hukum terhadap KH. Abu Bakar Ba'asyir sesuai dengan aturan syariat 
Islam dan perundang-undangan yang berlaku.

Wassalamu'alaikum Wr Wb.

Jakarta, 29 Sya'ban 1431 H/10 Agustus 2010
Atas Nama Umat Islam IndonesiaForum Umat Islam (FUI)
KH. Muhammad Al Khaththath, KH. Mudzakir Shiddiq Habib Muhammad Rizieq Syihab, 
MA, KH. Abu Muhammad Jibril

FORUM UMAT ISLAM:
Perguruan As Syafi'iyyah, Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam 
(KISDI), Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia
(DDII), Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI), Nahdlatul Ulama 
(NU), Muhamadiyyah, Hizb Dakwah Islam (HDI), Front Pembela Islam (FPI), Gerakan 
Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI), YPI Al Azhar, Majelis Mujahidin, Jamaah 
Anshorut Tauhid, Gerakan Reformis Islam (GARIS), MER-C, Gerakan Pemuda Islam 
(GPI), Taruna Muslim, Al Ittihadiyah, Komunitas Muslimah untuk Kajian Islam 
(KMKI), LPPD Khairu Ummah, Syarikat Islam (SI), Forum Betawi Rempug (FBR), Tim 
Pengacara Muslim (TPM), Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI), Dewan
Masjid Indonesia (DMI), PERSIS, BKPRMI, Al Irsyad Al Islamiyyah, Ikatan 
Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Badan Kontak Majlis Taklim (BKMT), Front 
Perjuangan Islam Solo (FPIS), Majelis Tafsir Al Quran (MTA), Majelis Az Zikra, 
PP Daarut Tauhid, Korps Ulama Betawi, Hidayatullah, AlWashliyyah, KAHMI, PERTI, 
Ittihad Mubalighin, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Koalisi Anti 
Utang (KAU), PPMI, PUI, JATMI, PII, KPPSI, BMOIWI, Wanita Islam, Pesantren 
Missi Islam, Forum Silaturahmi Antar-Pengajian (FORSAP), Irena Center, Laskar 
Aswaja, Wahdah Islamiyah, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Bulan 
Bintang (PBB), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Nahdlatul Umat Indonesia 
(PNUI), Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) dan organisasi-organisasi Islam
lainnya.

http://www.voa-islam.com/news/indonesia/2010/08/11/9101/inilah-pernyata\an-fui-tentang-penangkapan-khabu-bakar-ba%27asyir/

8/13/2010 2:17 PM

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke