Hormatilah Orang Yang Tidak Berpuasa
by Prasetya M Brata Full on Wednesday, 11 August 2010 at 10:41.

Sudah lama orang Islam tidak dilatih bertanggungjawab dan keluar dari
kecengengan. Kalau ada seorang muslim pindah ke agama lain yang disalahkan
adalah agama lain itu. Labelnya Kristenisasi. Mengapa kita tidak menyalahkan
diri kita dan orang Islam di sekeliling orang itu kok tidak membantu dia
secara ekonomi, sosial dan spiritual untuk memberi perasaan 'ada penolong
dari saudara sendiri', serta memahamkan nilai & ajaran sehingga dia makin
yakin dengan ajaran Islam dan 'imun' terhadap provokasi pemikiran dari
keyakinan agama lain ?.

Apa bedanya dengan Islamisasi ?Kalau ada tetangga Kristen membuat kebaktian,
dianggap mengganggu lingkungan dengan lagu-lagu rohaninya. Padahal kalau ada
tahlilan, atau jam 3 pagi sebuah langgar di tengah pemukiman melantunkan
ayat-ayat suci melalui speaker yang volumenya dipasang pol,
tetangga-tetangga yang Islam adem-adem saja.Kita mungkin pernah mengejek,
ah, orang Kristen masak ibadah pake nyanyi-nyanyi bisa masuk surga ? Lalu,
apa bedanya dengan bacaan sholat yang dilantunkan Imam dengan lagu hijaz,
shoba, ala Mesir, ala Madinah, ala Mekah?

Ada seorang pemancing yang hanya menangkap ikan kecil saja. Kalau pas dapat
ikan besar, ikan itu dikembalikan lagi ke sungai. Ketika ditanya, kok yang
diambil cuma ikan kecil ? Jawabnya : "karena penggorengan saya di rumah
kecil. Kalau saya bawa ikan besar, penggorengannya tidak cukup untuk memasak
ikan besar tadi".Rasanya kita musti memperbesar penggorengan dalam pikiran
kita untuk menampung hal-hal yang selama ini 'tidak cukup' kita tampung
dalam 'penggorengan' yang kita punyai.

Nah, jika untuk mendapat buah kita perlu menanam dulu, jika mendapat nafkah
kita perlu bekerja dulu, jika untuk mendapat kepercayaan dari boss kita
perlu membuktikan hasil kerja dulu, aka kalau kita ingin dihormati oleh
orang yang tidak berpuasa, kenapa kita tidak menghormati dulu orang yang
tidak berpuasa ? Bukankah orang yang berpuasa itu yang sedang dilatih oleh
puasa untuk menghasilkan outcome berupa takwa, dimana kesalehan sosial
adalah termasuk di dalam komponen takwa ?Ini berandai-andai saja ...

Misalnya judul di atas diubah jadi 'hormatilah orang yang sedang berpuasa',
maka siapa yang lebih mulia ? Orang yang sedang tidak berpuasa, atau orang
yang berpuasa ? Jawab saya, tentu orang yang tidak berpuasa itu, karena
mereka menghormati kita yang berpuasa. Anda boleh berargumen, lho mulia di
mata manusia kan belum tentu mulia di mata Allah. Jelas dong yang berpuasa
lebih mulia daripada orang yang tidak berpuasa di mata Allah ? Jawab saya,
saya tidak tahu kecuali anda tanyakan langsung kepada Allah.

Jadi, bisakah kita membuat mereka yang tidak berpuasa, baik yang karena
sakit, haid, non-muslim, tetap makan dengan rasa nyaman ? tidak perlu repot
sembunyi-sembunyi ? Bisakah kita membuat pencari rejeki Tuhan melalui warung
makan tetap membuka warungnya di siang hari, tanpa harus tidak enak hati,
tanpa kita merasa terganggu dan tetap teguh berpuasa ? Jawaban sesungguhnya
bisa. Tinggal kita mau apa tidak .... ?

-- 
Aldo Desatura ® & ©
================
Kesadaran adalah matahari, Kesabaran adalah bumi
Keberanian menjadi cakrawala dan Perjuangan Adalah pelaksanaan kata kata





-- 
Aldo Desatura ® & ©
================
Kesadaran adalah matahari, Kesabaran adalah bumi
Keberanian menjadi cakrawala dan Perjuangan Adalah pelaksanaan kata kata


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke