Assalamu'alaykum warrahmatullah wabarakatuh
Ibu-ibu dan bapak-bapak anggota milis yg dirahmati Allah. Mari kita raih 
kemenangan-kemenangan di bulan Ramadhan kali ini. Berikut cuplikan buku Meraih 
Puasa Sempurna, Diterjemahkan dari kitab Ash-Shiyaam, Ahkaam wa Aa-daab, karya 
Dr. Abdullah bin Muhammad bin Ahmad ath-Thayyar, Penerjemah Abdul Ghoffar EM, 
Penerbit Pustaka Ibnu Katsir. Semoga bermanfaat.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Puasa memiliki ikatan yang sangat kuat dengan jihad. Puasa memberikan persiapan 
yang mantap untuknya. Puasa senantiasa menemaninya dalam perjalanan kehidupan 
yang terus-menerus sampai Allah mewariskan bumi dan seisinya. Dengan demikian, 
puasa akan senantiasa tetap ada sampai hari Kiamat sebagai fase persiapan untuk 
jihad. Jihad itu sendiri akan senantiasa tetap ada sampai hari Kiamat sebagai 
fase amaliah bagi puasa.

Umat Islam adalah umat yang suka berpuasa sekaligus mujahid (pejuang) yang 
mampu mengambil manfaat dari lembaga pendidikan puasa sebagai tempat 
penggemblengan untuk jihad. Selama umat Islam masih terus menjalankan puasa 
yang hakiki, maka ia tetap sebagai mujahid. Oleh karena itu, banyak kemenangan 
yang diperoleh kaum muslimin pada bulan Ramadhan.

Di tahun ke-2 Hijriyyah, terjadi perang Badar al-Kubra pada bulan Ramadhan. 
Perang ini berakhir dengan kemenangan Islam atas kesyirikan di awal perlawanan 
perang fisik. Kemenangan ini sangat lekat dengan perjalanan sejarah, di mana 
kelompok orang-orang beriman yang jumlahnya sedikit berhasil mengalahkan 
kesyirikan dan kelompok yang jauh lebih kuat.

Pada bulan Ramadhan di tahun ke-5 Hijriyyah, kaum muslimin melakukan persiapan 
untuk melakukan perang Khandaq, di mana perang ini berlangsung pada bulan 
Syawwal di tahun yang sama. Pada bulan Ramadhan di tahun yang sama, Rasulullah 
Shallallahu `alaihi wa sallam mengirimkan pasukan untuk menghancurkan 
patung-patung berhala. Ini merupakan tugas kemiliteran yang sangat penting, 
karena adanya kemungkinan terjadinya kontak senjata.

Pada bulan Ramadhan di hari ke-21 dari tahun ke-8 Hijriyyah, berakhir 
pembebasan teragung, yaitu pembebasan kota Makkah (Fat-hu Makkah), hingga 
akhirnya para pemimpinnya menyerahkan diri setelah lama melakukan permusuhan. 
Akhirnya mereka pun berbondong-bondong memeluk agama Allah. Patung-patung juga 
berjatuhan oleh "pukulan" Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam dengan 
menggunakan alat pemukulnya yang kokoh. Mahabenar Allah Yang Mahaagung ketika 
berfirman:

"Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia 
masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji 
Rabb-mu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Mahapenerima 
taubat." [An-Nashr: 1-3]

Pada bulan Ramadhan di tahun ke-9, terjadi perang Tabuk.
Pada bulan Ramadhan pula di tahun ke-10, Rasulullah Shallallahu `alaihi wa 
sallam mengutus Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu `anhu untuk memimpin pasukan ke 
Yaman, dengan mengirimkan bersamanya sepucuk surat yang ditujukan kepada mereka.

Masih banyak lagi peperangan dahsyat lainnya yang dilakukan oleh kaum muslimin 
di bulan Ramadhan dalam melawan musuh-musuh mereka. Peperangan penting di 
antaranya adalah peperangan yang dipimpin oleh seorang pahlawan muslim, 
Shalahuddin al-Ayyubi ketika melawan pasukan Salib dan pertempuran Ain Jalut, 
yang di dalamnya kaum muslimin berhasil mengusir pasukan dari bangsa Tartar. 
Semuanya itu terjadi pada bulan Ramadhan, yang merupakan bulan ibadah dan 
kemenangan. Akankah kaum muslimin mengulangi kemenangan-kemenangan tersebut 
serta mengembalikan sejarah Salafush Shalih? 


salam hangat
http://busanabajumuslim.com
busana muslim istimewa. 
istmewa kualitasnya. istimewa murahnya. istimewa hadiahnya.


Kirim email ke