Muammar Qaddhafi------------------Bismilahirahmanirrahiim

Kakek anda itu penakut, tidak berani menetang saya
dalam memehami agama islam....Itulah yang tidak mempunyai
DALIL yang kuat....takut berdebat....

Saya mau menentang pemahaman Islamnya...dia menghindar...
Itulah kakek anda..

Selamat Berpuasa.

salam

--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, "H. M. Nur Abdurahman" 
<mnur.abdurrah...@...> wrote:
>
> Ini Ana kutip kiriman latifabdul.
> Ana mengutip, karena Ana tidak jumpai kiriman latifabdul secara langsung, 
> hanya yang Ana jumpai yaitu kiriman reply dari member milis wanita-muslimah. 
> Tampaknya Abah HMNA menghadang e-mailnya latifabdul. Dalam milis Surau Ana 
> jumpai seorang member yang sudah dicoret bernama Taufik Malin yang punya gaya 
> sama betul dengan latifabdul. Boleh jadi orangnya sama. Yang Ana maksud gaya 
> yaitu cirikhas bentuk kalimat dan isinya terkagum-kagum sama Amrik.
> 
> 1. Sebagai orang yang beragama campuran Krislam,  Apa ada dalam Al-Quran 
> bahwa Islam Yang Murni itu ma'nanya liberal?
> 2. Di mana ayatnya dalam kitab Krislam Taqwa itu berma'na orang2 yg kaya-raya 
> dan sukses dlm hidupnya.?
> 3. Bahkan menurut Prof M. Qasim Mathar jalan kepada kebaikan dan jalan 
> keutamaan sukar ditempuh oleh orang-orang kaya raya  orang-orang yang hidup 
> berumah mewah, bermobil mewah, makan enak, dan penuh keriangan 
> terbahak-bahak. Hanya orang-orang bertaqwa hasil berpuasa itu yang tulus 
> hatinya yang sanggup menempuh jalan kepada kebaikan dan jalan keutamaan itu. 
> Di bawah Ana sampaikan tulisan Prof. M. Qasim Mathar
> 
> Muammar Qaddhafi
> 
> mqmqmqmqmqmqmqmqmqmqmqmqmqmqmqmqmqmqmqmqmqmqmqmqmqmqmqmqmqmqmqmq
> 
> Jendela Langit
> Inilah Saatnya, Jangan Tunggu Esok
> Oleh Prof. M. Qasim Mathar, Guru Besar Universitas Islam Negeri Makassar
> 
> Sebuah rumah bagus berdiri dengan megahnya. Penghuninya selalu berpakaian 
> bagus kalau tampak ke luar dari rumah itu. Kalau kembali, penghuni membawa 
> bermacam-macam bungkusan dan kantong yang berisi aneka ragam makanan. Tak 
> jauh dari situ, di tanah agak becek dan rumput liar tumbuh subur, sebuah 
> gubuk kecil tampak kumuh, dihuni oleh orang yang sering berpakaian kusut 
> tidak pernah mengenal seterika. Selain makanan bakso gerobak, tak pernah ada 
> makanan bagus yang dibawa masuk ke gubuk itu.
> 
> Sebuah mobil mewah melintas di jalan beraspal mulus. Ketika meluncur di 
> sebuah jalan agak rusak dan berlubang, mobil itu tetap melaju, meski lajunya 
> mengakibatkan sisa genangan air terlampias ke pinggir mengenai roti di tangan 
> anak kecil yang duduk di dekat orang tuanya mengemis di situ. Anak itu tidak 
> perlu menangis karena ia dan orang tuanya tidak tahu betul arti kebersihan 
> dan kesehatan. Roti itu terus dimakan saja seraya terus mengemis kepada 
> orang-orang yang jalan di dekatnya.
> 
> Terdengar suara terbahak-bahak di sebuah ruangan. Kemudian hening sebentar, 
> terdengar seseorang berbicara, lalu ruangan itu kembali ramai dengan tawa 
> terbahak-bahak. Orang berbahagia di ruangan itu. Berbincang, terbahak-bahak, 
> terdengar lagi suara minuman dituangkan ke gelas dan berbagai makanan 
> dihidangkan. Di suatu ruangan yang berbeda, ada suara isak tangis. Lalu, 
> hening dan seseorang seperti mengeluh dengan tarikan napas yang panjang. Isak 
> tangis terdengar lagi, memilukan. Ada masalah pelik di ruangan itu yang 
> mengharuskan air mata tangis tumpah. Hidup ini seperti rumah mewah dan gubuk 
> kumuh. Hidup ini bagai mobil mahal memercikkan air jalanan ke roti anak kecil.
> 
> Hidup ini bagai dua ruangan. Yang satu riuh rendah dengan suara tawa, yang 
> satu berisi isak tangis yang menyesakkan. Ada yang berteduh nyaman di bawah 
> atap rumah yang mahal. Ada pula yang duduk memeluk lutut di bawah atap rumah 
> yang bocor. Ada yang mudah bepergian ke mana saja. Ada pula yang ruang 
> geraknya sebatas pinggir jalanan. Ada yang menghiasi hidup dengan aneka macam 
> makanan dan canda. Ada pula kehilangan kesempatan untuk bercanda dan makan 
> enak.
> 
> Jalan kepada kebaikan sudah jelas. Yaitu menutup atap rumah sesama yang 
> bocor. Jalan keutamaan pun sudah jelas. Yaitu mengganti roti anak kecil yang 
> kena lumpur jalanan. Pintu keluhuran yang lain pun amat jelas, mengganti isak 
> tangis sesama menjadi keriangan. Begitu terang jalan kebaikan itu. Akan 
> tetapi apakah juga begitu terang dan mudah untuk dilakukan oleh orang-orang 
> yang beruntung dalam hidup berumah mewah, makan enak, dan penuh keriangan? 
> Bulan Ramadan adalah bulan kita merenungi kembali jalan kehidupan ini. Begitu 
> banyak kisah yang pernah didengar, bagaimana seseorang mengubah hidup 
> seseorang yang tidak beruntung menjadi beruntung karena disadarkan oleh 
> kesucian bulan ini. Saya berharap kita adalah orang-orang yang diberi 
> kekuatan oleh Allah untuk mengubah suatu keadaan yang kurang baik menjadi 
> baik. Berbuat baik untuk sesama, inilah saatnya, jangan besok!
> 
> 
> 
> ----- Original Message ----- 
> From: "abdul" <latifabdul...@...>
> To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com>
> Sent: Sunday, August 15, 2010 10:08
> Subject: Re: Bls: [wanita-muslimah] TAMBAHAN; Makna Taqwa dlm Prospektif 
> Islam Yang Murni (liberal)
> Ada kurang lebih 251 kata kata taqwa di al quran...
> tidak ada yg menjelaskan secara explicit bahwa takwa itu adalah
> prosperous dan succsessful....Tidak ada,coba anda cari dlm al Quran
> 
> oleh karena tdk ada dlm al quran makanya kita merujuk kpd
> kirab2 ALLAH sebelumnya...nah sudah ketemu...kenapa kita
> tolak...artinya sangat baik sekali yaitu; orang2 yg kaya-raya dan sukses dlm 
> hidupnya....
> 
> --- In wanita-muslimah@yahoogroups.com,  <encosid@> wrote:
> >
> > saudara abdul latif yang baik,
> > dalam menjelaskan makna takwa sebaiknya menggunakan rujukan yang sama
> > kalau saudara menjelaskan kata takwa dari al qur'an akan sangat bermutu 
> > jika 
> > saudara menjelaskan menggunakan ayat al qur'an lagi, ada banyak kata takwa 
> > di 
> > dalam al qur'an
> 
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke