Assalamu'alaikum,

bentar lagi kisah PPT4 makin seru karena dah nyerempet nyerempet poligami...aha 
aha aha....

wassalamu'alaikum,

--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, "Lestyaningsih, Tri Budi (Ning)" 
<ning...@...> wrote:
>
> 
> Assalaamu'alaykum wR wB
> 
> 
>  
> 
> 
> Saya jarang sekali nonton sinetron. Tapi di bulan puasa, ada sinetron
> yang saya suka menontonnya saat sahur, yaitu Para Pencari Tuhan (PPT).
> Menurut saya, ini sinetron "berisi", tidak seperti sinetron2 lainnya.
> 
> 
>  
> 
> 
> Saya terkesan dengan adegan di PPT tempo hari itu, yaitu mengenai pak
> Jalal yang habis2an menjual harta-nya, sampai dia jatuh miskin (sampai
> ditawari bang Jack untuk bersama tinggal di Mushalla, kalau rumahnya
> sudah terjual), demi melunasi hutang2nya. Ketika ditanya, kenapa memilih
> melunasi hutang2nya, dan mengorbankan semua assetnya, dia simply bilang
> : "Gue ngga mau mengorbankan masa depan gue di akhirat.." SUbhanallah...
> Biarpun tokoh ini suka nyebelin di sinetron ini, tapi mentalitasnya
> seperti mungkin sulit  ditemui di dunia nyata ini, khususnya di kalangan
> pengusaha-pengusaha besar, yang lebih memilih tetap berhutang demi
> mempertahankan lifestyle-nya sebagai orang beruang.
> 
> 
>  
> 
> 
> Barusan baca di detik, ternyata ada tulisan yang membahas hal yang
> sama... Berikut saya share.
> 
> 
>  
> 
> 
> Selamat berpuasa.
> 
> 
> Wassalaam,
> 
> 
> -Ning
> 
> 
>  
> 
> 
> http://alimu.blogdetik.com/2010/08/24/aburizal-bakrie-bukan-para-pencari
> -tuhan/
> 
> 
>  
> 
> 
> Aburizal Bakrie Bukan Para Pencari Tuhan
> <http://alimu.blogdetik.com/2010/08/24/aburizal-bakrie-bukan-para-pencar
> i-tuhan/> 
> 
> 
> Posted by Ali Mutasowifin under Economy
> <http://alimu.blogdetik.com/category/economy/> , Management
> <http://alimu.blogdetik.com/category/management/> , Politics
> <http://alimu.blogdetik.com/category/politics/>  | Tags: bakrie
> <http://alimu.blogdetik.com/tag/bakrie/> , bakrie life
> <http://alimu.blogdetik.com/tag/bakrie-life/> , lapindo
> <http://alimu.blogdetik.com/tag/lapindo/> , para pencari tuhan
> <http://alimu.blogdetik.com/tag/para-pencari-tuhan/>  | 
>  
> 
> Sudah cukup lama PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) menderita gagal
> bayar nasabah Diamond Investa yang berjumlah Rp 360 miliar. Para nasabah
> pun sepertinya tak kenal lelah menuntut hak, sehingga Bakrie Life
> kemudian berjanji melunasi seluruh utangnya sesuai dengan Surat
> Kesepakatan Bersama (SKB). SKB tersebut berisikan komitmen Bakrie Life
> untuk membayar bunga 9,5% per bulan beserta cicilan pokoknya yaitu pada
> 2010 sebesar 25%, 2011 sebesar 25% dan Januari 2012 sebesar 50%. Dana
> tersebut seharusnya mulai dibayarkan pada Maret 2010 hingga Januari
> 2012.
> 
> Akan tetapi, lagi-lagi pihak Bakrie Life mengingkari janji
> <http://us.detikfinance.com/read/2010/08/23/072257/1425440/5/bakrie-life
> -menyerah-soal-pengembalian-dana-nasabah?f9911023> sehingga memaksa para
> nasabahnya berdemo di depan kantor pemegang saham Bakrie Life yakni
> Bakrie Capital Indonesia (BCI) dan menuntut kejelasan pengembalian dana
> mereka (19/08/2010) . Tetapi pihak BCI tidak memberikan pernyataan apa
> pun kepada para nasabah maupun kepada manajemen Bakrie Life. Hal ini
> menyebabkan Bakrie Life kini tak berani lagi berjanji kepada para
> nasabah Diamond Investa terkait cicilan pengembalian investasi mereka.
> 
> Bakrie Life tentulah bukan satu-satunya perusahaan di bawah Grup Bakrie
> yang acap mengingkari janji. Para korban lumpur Lapindo juga harus
> pasrah ketika ganti rugi yang dijanjikan oleh PT Minarak Lapindo Jaya,
> sebuah perusahaan di bawah bendera Grup Bakrie yang bertanggung jawab
> atas semburan lumpur di Porong, Sidoarjo, pada bulan ini sudah molor
> hingga lima bulan dengan dalih perusahaan sedang mengalami krisis
> keuangan
> <http://www.greenradio.fm/index.php/news/latest/3685-lapindo-kesulitan-d
> ana-pembayaran-ganti-rugi-terhambat.html> .
> 
> Terkatung-katungnya nasib para nasabah Bakrie Life maupun para korban
> Lumpur Lapindo terasa ironis bila disandingkan dengan kekayaan Bakrie
> dan keluarganya, sebagai pihak yang harus turut bertanggung jawab
> terhadap kedua kasus tersebut. Majalah Globe Asia tahun ini menempatkan
> Aburizal Bakrie sebagai orang terkaya keempat di Indonesia
> <http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/06/01/13431512/Inilah.Orang.
> Terkaya.di.Indonesia> dengan total kekayaan mencapai US $ 3 miliar
> (sekitar Rp 27 triliun dengan kurs US $ 1 = Rp 9.000,- ). Posisi ini
> meloncat dua tingkat dari urutan keenam
> <http://oxana.blogdetik.com/2009/02/19/40-orang-terkaya-di-indonesia/>
> tahun silam dengan total harta sejumlah 1,2 miliar dollar AS.
> 
> Aburizal Bakrie tampaknya tipe pengusaha yang dapat tetap merasa nyaman
> meskipun dihujat banyak orang karena tidak segera menyelesaikan seluruh
> kewajiban perusahaan-perusahaan di bawah Grup Bakrie, walaupun
> sesungguhnya ia memiliki kekayaan yang jauh lebih dari mencukupi untuk
> membereskan segenap tanggung jawab itu. Apalagi, dengan kekuatan politik
> yang saat ini digenggamnya, ia menjadi lebih berkuasa dan leluasa untuk
> melindungi kepentingan perusahaan-perusahaan yang berada di bawah
> kendali kerajaan bisnisnya.
> 
> Entah apa aktivitas Aburizal Bakrie setiap petang, usai berbuka puasa.
> Bila tak ada kegiatan yang istimewa, ada baiknya ia menyaksikan sebuah
> sinetron bertajuk "Para Pencari Tuhan 4
> <http://www.sctv.co.id/view.php?114,22663,,0,1282575595> " yang
> ditayangkan oleh SCTV. Seorang tokoh dalam sinetron itu bernama Ahmad
> Jalaludin, yang akrab disapa Pak Jalal. Pak Jalal ini diceritakan
> sebagai seorang pengusaha kaya raya, yang setiap kali bersedekah kepada
> orang lain selalu diiringi semangat riya, pamer. Ia juga rajin
> membangga-banggakan kekayaannya serta mengolok-olok orang-orang miskin
> di desanya.
> 
> Karena ditipu oleh direkturnya sendiri, sejak beberapa episode yang lalu
> Pak Jalal dikisahkan bangkrut. Seluruh aset perusahaan berikut aset
> pribadinya tidak lebih besar dibandingkan dengan segala kewajiban yang
> ditinggalkan oleh sang direktur yang semula sangat dipercayainya.
> Meskipun ada kesempatan Pak Jalal untuk tetap menjadi kaya dan melakukan
> negosiasi ulang dengan para krediturnya, Pak Jalal lebih memilih untuk
> menjual seluruh aset perusahaan dan pribadinya, termasuk rumah tempat
> tinggalnya, untuk melunasi seluruh utang-utangnya. Azam, tokoh lain
> dalam sinetron itu, berkisah bahwa, "... tak ada lagi yang tersisa yang
> dimiliki oleh Pak Jalal kecuali kehormatan dan rasa lega yang luar biasa
> ... ". Aburizal Bakrie memang bukanlah Ahmad Jalaludin. Ia pun tidak
> sedang mencari Tuhan ...
> 
>  
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke