Yudi Yuliyadi---------------Bismilahirahmanirrahiim

Anda harus jeli melihat bahwa umat Kristen itu juga terbagi
dari macam golongan2.Ada yang Liberal seperti Obama dan Demokrate
ada gol Kristen Fundamentalis Extrim, 

Dalam Islam juga terbagi2,ada yg Liberal dan ada Yang Radikal seperti;HTI, 
FPIcs, Jat, DDII, FUI Hamas,Taliban dll yang berpahm islam EXTRIM pula

Golongan2 Agama Radikal Fundamentalis ini kerjanya adalah membuat
kerusuhan dan kekerasan saja mengikuti godaan SETAN...
Mereka membenci agama orang lain, tdk menghormati agama orang lain.

Golongan Agama Radikal ini mengikuti godaan2 Syaitan...lihat perbuatan2 setan.

Saya sudah postkan SIFAT2 MANUSIA SETAN...SUKA BERMUSUHAN, SUKA BERKELAHI, SUKA
MENINDAS..SUKA MEMBUNUH DLL

Sifat2 manusia asli dlm Injil.galathian 5:19

----adultery==(zina)
----fornication==(persundalan/perzinaan)
----uncleaness==(tidakbersih)
----idolatery==(syirik)

----hatred==(benci) ------suka membenci seseorang atau bangsa atau agama
----contentioan==(bertengkar) suka bermusuhan---berkalahi
----Covetous==tamak/ kikir
----extortion==(pemeras)

----drunkness==(pemabuk)
----revelness ==(terlalu gembira)
----rerviler==(suara keras / kasar)--- suka berkata kata kotor,buruk dan fitnah
----jelousies==(cemburu)
----wrath==(murka)-
----outbursts==(Marah sekali)
----selfishambition==(ambisibesar )
---dissension==(perselisihan)------------suka bertengkar
----envoy==(irihati)-
----murder==(membunuh) ---------suka membunuh orang2--berperang.

Those who pratice such things will not enter paradice.
Gal.5:19-21

Siapa2 yang melakukan perbuatan2 seperti diatas itu, mereka tdk bisa masuk
Syurga, walaupun Nabi Jesus sebagai penembus dosa manusia.

AL QURAN MENYEMPURNAKAN WAHYU2 ALLAH DI BIBLE.
===============================================
Dalam Al Quran;
1. Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat KELUH KESAH lagi KIKIR. Apabila ia
ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat
kikir, ; (QS.70:19-21).

2. Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat
LEMAH (QS.4:28).(lemah dlm arti fisiknya,mudah sakit karena bakteri yang
halus,lemah jiwanya mudah tergoda.lemah imannya dsb)

3. Bahkan manusia itu hendak membuat MAKSIAT( ZINA DLL) terus
menerus.(QS.75:5).
==============================================

Kalau sampai terjadi menjadi presdent sebuah negara, maka akan
terjadilah penindasan2 atau peperangan satu negara dgn negara lain.

Akibat perbuatan Osma Bin Laden yang RADIKAL
dibalas oleh Kristen RADIKAL pula...

Makanya umat islam jangan melakukan perbuatan2 Kekerasan agar tdk mendapat
balasan yang sama.

Selamat merenungkan di bulan puasa
salam





--- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, "Yudi Yuliyadi" <y...@...> wrote:
>
> Agenda Sinting Peringatan 11 September dan Hipokritnya Barat 
> 
> (Buah Simalakama Demokrasi) 
> 
> Oleh : Harits Abu ulya (Ketua Lajnah Siyasiyah DPP-HTI) 
> 
> Babak demi babak dunia terbuka matanya, terhadap kebesaran Islam dan kaum
> muslimin. Berhadapan dengan sikap hipokritnya barat dengan demokrasinya yang
> makin terjun kedasar jurang irrasionalitas dalam berfikir dan bersikap. Isu
> yang paling panas menggelinding tanpa terbendung saat ini; polah tingkah
> rencana sekelompok kaum salibis (nasrani) yang di motori oleh pendeta Terry
> Jones, 58 tahun, pemimpin Gereja Dove World Outreacch Center di Gainesville,
> Florida, AS. Dengan lantang dia menyerukan kesuluruh gereja didunia; "Pada
> 11 September 2010, pukul 06.00-09.00,kita akan membakar al Qur'an untuk
> mengenang korban 11 September dan untuk berdiri melawan kejahatan Islam.
> Islam itu dari
> setan!".(http://loganswarning.com/2010/07/13/us-church-starts-international-
> burn-a-koran-day/) Sebuah gagasan yang terinspirasi dari laman Facebook
> dengan titel "Everybody Drow Muhammad Day", bahkan dikabarkan pendeta Terry
> sudah membuat video untuk dijadikan guide pembakaran Al Qur'an. 
> 
> Dunia Islam tidak hanya kali ini dihadapkan kepada upaya atau tindakan
> pelecehan dan pelanggaran hak-hak mereka sebagai muslim. 1,3 miliar muslim
> lebih dimuka bumi ini, kerap menyaksikan sikap durjana yang menjadi nilai
> inheren dari imperialisme yang diemban oleh AS dan sekutunya. Darah mereka
> tumpah di Iraq, di Afghanistan, di Palestina, di Yaman dan lainya,
> infrastruktur mereka hancur porak poranda dan menyisakan puing-puing dan
> derita. Sekedar mengingatkan; pelecehan, penghinaan, dan pelanggaran serius
> terhadap hak-hak asasi manusia sebagai muslim tidak hanya dalam bentuk
> pelecehan al Qur'an yang dilakukan serdadu AS di penjara Guantanamo-Kuba
> atau kartun Nabi dari Denmark, atau seperti yang akan dilakukan oleh pendeta
> Terry (11 September 2010). 
> 
> Tapi apapun faktanya, kali ini perlu kita uji logika-logika yang dibangun
> oleh pendeta Terry begitu pula orang-orang yang mengiyakan gagasan sinting
> ini. Perlu kita ajukan beberapa pertanyaan; apa hubungan peristiwa 11
> september 2001 dengan Al Qur'an? Kenapa al Qur'an harus menjadi subyek yang
> bertanggung jawab dari tragedi kemanusiaan? Dan bagaimana sikap Barat dan
> penguasa negeri kaum muslimin seperti halnya Indonesia? 
> 
> Logika dengkul Sang Pendeta 
> 
> Wajar sekali kalau reaksi keras; kemarahan dan celaan muncul dari kalangan
> muslim. Di kalangan orang salibis sendiri melahirkan kecaman keras terhadap
> rencana tindakan pendeta Terry Jones. Sebagian besar melihat gagasan pendeta
> Terry dibangun diatas logika yang sangat prematur bahkan logika dengkul
> (irrasionalitas). Sebuah rencana yang lebih tepat dikatakan; kebencianlah
> yang menjadi dasar bangunan logikanya. Demikian mudahnya pendeta Jones
> menjustifikasi orang muslim yang menjadi pelaku dari tragedi 11/9. Dan orang
> muslim melakukan tindakan "terorisme" dalam tragedi 11/9 itu sumber
> inspirasinya adalah kitab Al Qur'an. Oleh karena itu, dalam logika pendeta
> Jones peringatan 11/9 adalah momentum tepat untuk menjelaskan kepada dunia
> bahwa Islam dan al Qur'anlah sumber dari segala bencana, karenanya perlu di
> lawan dan dikumandangkan tentang masalah ini. 
> 
> Logika pendeta Jones sangat "sinting", yang lebih tampak adalah kebencian
> didalam dada mereka terhadap Islam dan kaum muslimin, kalau mau jujur ini
> adalah potret yang mewakili sentimen mayoritas yang silent masyarakat
> Amerika terhadap Islam. Jika kembali menoleh kebelakang; tragedi 11/9/2001
> dengan runtuhnya gedung kembar WTC, AS melakukan invansi ke Afghanistan
> dibawah spirit "kristus" seorang presiden paranoid George W Bush. Tentu
> dengan tuduhan; rezim yang berkuasa di Afghanistan adalah teroris dan berada
> dibalik runtuhnya WTC. Kemudian dilanjutkan oleh Bush ke Iraq dengan dalih
> kurang lebih sama; negara teroris yang berpotensi membahayakan dengan
> senjata kimia pemusnah massalnya. Hingga sampai detik ini, belum ada satupun
> alasan yang dipakai Bush kemudian bisa dipertanggung jawabkan di hadapan
> publik dunia. Dalam penyelidikan terbuka dan akuntable, tidak ada satu bukti
> bahwa tergedi runtuhnya WTC ada kaitanya dengan kelompok al Qoida,
> pemerintahan Afghanistan waktu itu dan demikian juga yang kedua pada kasus
> Iraq. Semua akal-akalan Bush untuk membenarkan tindakan terorisnya atas
> dunia Islam khususnya Afghanistan dan Iraq. 
> 
> Tapi apa yang dilakukan Bush telah mampu menyihir masyarakat Amerika, dan
> mengendapkan sentimen serius dalam jiwa kaum kristiani mayoritas di AS.
> Tuduhan; Islam dengan kitab sucinya al Qur'an adalah sumber
> tindakan-tindakan "terorisme" yang mengancam peradaban barat
> Amerika.Sekalipun disisi lain, juga menjadikan sadar sebagian anggota
> masyarakat tentang kejahatan dan rekayasa pemerintahan Bush. Yang akhirnya
> berbondong-bondong memeluk Islam, cukup interest untuk mengenal Islam dan
> mengkonsulidasikan dalam ruang publik masyarakat Amerika. Maka tuduhan
> Pendeta Jones sangat mengada-ada, dan sangat berbahaya yang telah melampui
> semua logika dan kepekaan masyarakat dunia. 
> 
> Dari realitas "konspirasi" seorang pendeta Jones membuat kesimpulan yang
> sinting, menjadikan kitab suci menjadi tempat pertanggungjawaban atas
> kejahatan manusia. Sangat berbeda jauh jika dibandingkan dengan sikap umat
> Islam, dalam rentang waktu yang tidak sebentar menghadapi kondisi penuh
> pelanggaran terhadap harkat dan martabat mereka sebagai muslim yang
> dilakukan secara masif oleh negara imperialis AS dan sekutunya.Tapi
> orang-orang muslim belum pernah merespon tindakan brutal AS dengan semboyan
> perang "crusade" (perang salib) seperti yang dilontarkan dari mulut
> ponggahnya G.W.Bush (Presiden AS sebelum Obama) dalam bentuk tindakan
> seperti rencana pendata Terry Jones, belum terdengar kabar dan adanya bukti
> gerakan pembakaran Injil oleh masyarakat Islam dimanapun mereka berada. 
> 
> Bagaimana sikap masyarakat Barat? 
> 
> Beberapa pendeta Kristen menolak ide gila dari pendeta Jones, demikian pula
> DK PBB mengecam karena hal tersebut dianggap pelanggaran hak dan bukan
> kebebasan berekspresi. Tapi itu tidak menyurutkan langkat Jones, seperti
> halnya tulisan yang sangat kasar selalu terpampang didepan gereja Dove World
> Outreach Center :"Islam is of the devil (Islam adalah dari iblis)", dimana
> Jones menjadi pendeta di gereja tersebut. Dan sikap sinting Jones makin
> mendapat angin, dengan adanya rencana pembangunan Rumah Cordoba atau Park 51
> (yang akan menjadi pusat kegiatan Islam) termasuk rencana pembangunan
> masjid, ditanah luas yang berjarak dua blok kearah utara dari tempat yang
> disebut "ground zero". Dewan kota New York sudah menyetujui dan walikotanya
> Michail Blommberg mendukung.Tapi akhirnya tertunda karena terjadi tarik ulur
> kepentingan para politisi baik dari kubu Demokrat begitu juga kubu Republik.
> 
> 
> Sekalipun pembangunan itu sesuai dengan amandemen Pertama Konstitusi
> Amerika, yaitu soal kebebasan beragama, namun sentimen mayoritas masyarakat
> New York dan di representasikan oleh para politisinya menunjukkan paradoks
> demokrasi yang dianut oleh AS. Sejak awal propaganda media barat menjadikan
> salah paham, karena sesungguhnya komunitas muslim tidak membangun masjid dan
> semisalnya di "ground zero", tapi di tanah luas yang jaraknya dua blok dari
> "ground Zero" jarak yang lumayan jauh. Dengan berpikir obyektif, dalam ruang
> demokrasi tidak ada pelanggaran atas hak-hak orang kritiani oleh orang
> muslim. Kemudian bagaimana itu juga bisa dijadikan alasan pembenaran
> sekolompok orang kristen dibawah pendeta Terry Jones hendak melakukan
> pelanggaran serius terhadap harkat martabat orang muslim sedunia?. 
> 
> Jika Obama konsisten dengan pernyataannya di Taman Balai Kota Columbus Ohio:
> "Mereka punya hak yang sama melaksanakan kewajiban keyakinan mereka" dalam
> kesempatan berbeda ketika berbuka bersama dengan pemuka muslim di New York;
> "mereka punya hak seperti warga negara lain, dengan keyakinan yang lain".
> Sebuah bentuk dukungan Obama terhadap komunitas muslim, sekalipun kemudian
> di ralat oleh juru bicara gedung putih (Robert Gibbs); "presiden tidak
> mengurus soal kebijakan tingkat lokal (New york)". 
> 
> Dan akhirnya juga melahirkan kecaman dari kubu Republik di Senat dan
> Konggres, dalam pandangan mereka persoalnya bukan masalah keyakinan tapi
> masalah keamanan.Dan hingga saat ini juga tidak ada suara atau kritik resmi
> dari Vatikan (Paus). Sekali lagi disana kita dapatkan sebuah tuduhan yang
> sangat stereotif terhadap Islam. Komunitas Islam menjadi ancaman bagi
> Amerika dan masa depannya. Dan seorang Obama akhirnya tidak mudah untuk
> menghentikan segala bentuk provokasi anti-Islam yang berkembang di
> masyarakat Amerika termasuk rencana pendeta Terry Jones. 
> 
> Ruang demokrasi, menampilkan sikap hipokrit barat terhadap dunia Islam. Dan
> dengan dalih kebebasan umat Islam berulang kali mendulang penghinaan oleh
> komunitas barat kafir. Dan sangat niscaya rencana Terry Jones terjadi,
> mengingat selama ini pelaku-pelaku penghinaan terhadap komunitas muslim juga
> aman-aman saja bahkan dilindungi oleh negara-negara barat dengan alasan
> kebebasan ekspresi dan demokrasi. 
> 
> Implikasi lokal dan Peran penguasa Indonesia? 
> 
> Semua membayangkan dan menduga, jika pembakaran al Qur'an ini terjadi maka
> ini akan menjadi krisis serius di dunia Islam, perang antar agama dan
> semisalnya. Atau ada dugaan sebaliknya, tidak memberikan efek apa-apa
> kecuali riak-riak kecil dalam bentuk demo yang berisi cacian dan makian.Tapi
> itu semua sporadis dan tentatif berlangsung hanya dalam beberapa waktu saja,
> akan hilang seiring dengan belitan problem-problem berikutnya yang antri
> untuk menghantam umat Islam.Mulai dari soal ekonomi, hingga krisis politik.
> Atau umat Islam khususnya di Indonesia sebagian besar akan membisu dan
> memaklumi, dengan bersikap sangat "toleran" (efuisme lemahnya iman) dan
> dianggap elegan kalau tidak terpancing atau merespon dengan
> tindakan-tindakan kekerasan dan balas dendam kepada komunitas kristen di
> Indonesia. 
> 
> Langsung atau tidak, komunitas non-muslim di Indonesia merasa kawatir,
> was-was, dan cemas. Tidak bisa menerka lebih jauh apa yang akan dihadapi
> jika peringatan 11/9 di AS itu betul-betul dalam bentuk pelecehan dan
> penistaan terhadap al Qur'an (dengan membakarnya). Dalam konteks psikologi
> seperti ini, wajar kalau kemudian pihak gereja dan aktifisnya, begitu pula
> kelompok yang mengatas namakan gerakan pluralisme roadshow keberbagai pihak
> yang dianggap bisa mereduksi langkah-langkah destruktif dan unpredictible
> dari komunitas muslim di Indonesia. 
> 
> Karena cemas dan kawatir yang menjadi dasar sesungguhnya dari pendekatan
> yang dilakukan oleh non-muslim, dengan berbagai strategi dan menggunakan
> berbagai komunitas dan elemen untuk menyumbat resiko tak terkendali
> nantinya. Misal; dengan sumbangan al Qur'an dari gereja, atau dialog lintas
> agama. Atau himbauan dan bahkan turut mengecam tindakan pendeta sinting
> Terry Jones. Ini semua lipstik untuk mendulang empati dan mengkebiri
> kesadaran umat Islam atas tiap jengkal pelecehan dan penghinaan atas diri
> mereka. 
> 
> Satu sisi yang tidak berbeda dalam konteks ini, pemerintah terbiasa dengan
> strateginya akibat mandul politik luar negerinya. Tidak berusaha keras untuk
> menekan pemerintahan AS di bawah Obama yang sudah gembar-gembor cukup respek
> terhadap dunia Islam. Agar menghentikan kebebasan berekspresi yang diluar
> batas akal dan nurani manusia dari sekolompok orang kristinai dibawah
> kendali pendeta Terry Jones. 
> 
> Tapi sebaliknya, pemerintah dengan gerakan moderatisasinya berusaha
> membungkam reaksi umat Islam. Di tanamkan sikap toleran, moderat, dan
> menganggap semua itu bukan perkara serius yang perlu ditanggapi. Bahkan umat
> yang baik itu berdiam diri atas tindakan penghinaan diluar batas itu. Disini
> sering kita melihat sikap aneh penguasa negeri Islam terasuk Indonesia.
> Kenapa tidak mengamputasi sumber penyakit? Tapi sebaliknya memaksa dengan
> halus kepada umat Islam untuk menerima dan menganggap biasa terhadap
> penyakit tersebut. Wajar kalau kemudian umat ini kehilangan haibahnya
> (wibawa dan kehormatanya), dibawah kendali pemimpin yang tidak mengerti
> bagaimana berkhikmat untuk agamanya. Bisa jadi "ka'bah kiblat umat Islam itu
> di bombardir" penguasa juga akan diam seribu bahasa, dan akan lebih sibuk
> membungkan reaksi umat Islam dibandingkan dia menghukum orang yang telah
> menghinakan umat Islam. 
> 
> Presiden Susilo BY yang pernah mengatakan "I love the United States, with
> all its faults. I consider it my second country." barangkali pada kasus ini
> tidak terlalu "bebal" dan menunggu berfikir "matang-matang" untuk merespon
> isu dan peka terhadap aspirasi umat Islam di Indonesia. Dan SBY bisa meminta
> kepada Obama sebagai presiden dari negara keduanya SBY agar menghentikan ide
> sinting pendeta Terry Jones dalam peringatan 11/9. Jika terlambat, maka
> "militansi" akan tersulut demikian mudahnya, seperti tumpahan minyak
> ditengah terik matahari begitu peka terhadap pemantik api. Jangan sampai
> semua terlambat, dan para "pemadam kebakaran" yang dengan baju "moderat" dan
> "pluralisnya" sia-sia dengan apa yang mereka lakukan. Karena realitas sosial
> umat Islam; ada sebagian yang tidak solat dan lainya tapi akan bertaruh
> nyawa jika kehinaan (seperti rencana pembakaran al Qur'an) ini terjadi. 
> 
> Jangan sampai presiden SBY di cap tukang ngibul membual dengan retorika yang
> ambigu, seperti yang ditunjukkan dalam peringatan Nuzulul Qur'an di Istana
> Negara 26/8/2010: "setiap individu dinegeri ini memiliki kemerdekaan
> beragama dan beribadah.Karena itu tidak boleh ada satupun yang memaksakan
> kehendak, apalagi dengan kekerasan..". Apa itu artinya komunitas seperti
> Ahmadiyah dan semisalnya yang jelas-jelas menghina umat Islam itu juga
> dibiarkan dan harus bebas? Atau bahkan dianggap bagian dari keberagaman dan
> indahnya demokrasi? atau pelecehan dalam bentuk lainya baik di dalam negeri
> atau oleh orang non-muslim diluar negeri itu juga termasuk dinamika
> demokrasi dengan kebebasan berpendapatnya? 
> 
> Ingatlah warning al Qur'an! 
> 
> Sikap dasar yang dimiliki umat Islam dalam memandang hubungan dengan orang
> non-muslim sangat jelas.Standar kebenaran untuk bersikap tertuang dalam al
> Qur'an; 
> 
> "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu
> mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah
> petunjuk (yang benar)". dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka
> setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung
> dan penolong bagimu".(QS. Al Baqarah: 120) 
> 
> Begitu juga dipertegas lagi tentang posisi mereka dan hakikat sikap mereka: 
> 
> "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman
> kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak
> henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. mereka menyukai apa yang
> menyusahkan kamu. telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang
> disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. sungguh telah Kami
> terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya"(QS.Al Imran:118)
> 
> 
> Hari ini umat Islam terus menerus menemukan relevansi kebenaran dari
> ayat-ayat diatas dalam ruang demokrasi yang menghegemoni hampir seluruh
> negeri kaum muslimin. 
> 
> Umat Islam mendapat penghinaan nyaris tanpa perlawanan, karena sikap
> hipokrit (munafik) Barat. Dan suatu ketika, siapa yang akan disalahkan jika
> bendungan kesabaran umat ini sudah di titik kulminasinya.Bisa jadi umat bisu
> seperti yang dikehendaki oleh orang kafir dan munafikin, atau sebaliknya
> akan bangkit dalam berbagai rupa, ini semua niscaya.Dan inilah buah
> simalakama demokrasi!.Wallahu a'lam bisshowab 
> 
> postingan ini boleh di sebarkan sebagai sarana kita untuk berdakwah , smoga
> Anda mendapatkan pahala dari Allah SWT  ... 
> 
> http://hizbut-tahrir.or.id/2010/08/28/agenda-sinting-peringatan-11-september
> -dan-hipokritnya-barat/ 
> 
>  
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke