Ikut nambahi yaa  ... SALAM RAMADHAN ...

Khilafah itu nama kekuasaan untuk memimpin dunia / tanah / bumi dimana saja 
agar rakyatnya beragama Islam. Jadi sebenarnya tidak ada negara dalam Islam. 
Karena bumi ini milik Allah SWT. manusia dibebani amanah untuk meng-Islamkan 
semua manusia dan dipimpin oleh orang yang namanya Khalifah.

Oleh karena itu dizaman Nabi dan para sahabat mereka terus ekspansi bukan 
menguasai negeri, tetapi meng-Islamkan manusia. Yang tidak mau masuk Islam, 
tidak dipaksa, tetapi wajib membayar hijiyah semacam pajak badan, agar ybs. 
dapat perlindungan dari khilafah.

Oleh karena itu dalam kekhalifahan ada orang2 Islam ada orang2 beragama non 
Islam, tetapi hukum yang berlaku hukum Islam untuk warga yang muslim ...

Ekspansi Islam ini dijamin dengan kepastian kemenangan Perang Jihad yang penuh 
Rahmat Allah SWT..... Makanya Kaum Kafir Barat itu paling takut dengan yang 
namanya Jihad ..Dibentuklah ( rekayasa ) melalui Mirza Ghulam Ahmad : Islam 
Ahmadiyyah tandingan Islam Murni yang isinya melarang Jihad ...

Khalifah itu harus dipilih oleh para pemuka agama yang shaleh, agar ybs. orang 
yang betul2 tahu agama Islam dan berlaku adil serta bijaksana dan benar2 
memegang amanah.

Dan sistem khilafah ini berlangsung sejak zaman sahabat Abu Bakar Siddiq RA. 
ditahun 632-M sampai ke khilafah terakhir Ottoman, yang kemudian dirusak kaum 
Zionis - melalui pengkhianatan Mustapha Kemal Pasha ditahun 1924-M ( Islam 
berkuasa didunia secara praktis selama 1300 tahun !! )

Wallahu a'laam bish shawwab / ISMAIL



--- On Thu, 2/9/10, Lestyaningsih, Tri Budi (Ning) <ning...@chevron.com> wrote:

From: Lestyaningsih, Tri Budi (Ning) <ning...@chevron.com>
Subject: RE: [wanita-muslimah] SEKULERISME
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Date: Thursday, 2 September, 2010, 3:21 PM







 



  


    
      
      
      Apa bedanya "khalifah" sama "khalifah dalam pikiran orang HTI", mbak ? 



From: wanita-muslimah@yahoogroups.com

[mailto:wanita-musli...@yahoogroups.com] On Behalf Of al...@yahoo.com

Sent: Thursday, September 02, 2010 4:09 PM

To: wanita-muslimah@yahoogroups.com

Subject: Re: [wanita-muslimah] SEKULERISME



Nggak ah, nabi mendirikan sanna (sunnah nabi), suatu komunitas

berdasarkan sanna, tradisi islam, yang bukan berdasaran kesukuan. Dan

jelas bukan negara wong mereka masih di tengah sistem kesukuan yang

berdaulat. Pemimpin komunitas islam ini disebut khalifah, bukan khalifah

dalam pikiran orang HTI. 

Salam 

Mia 

-----Original Message----- 

From: "Lestyaningsih, Tri Budi (Ning)" <ning...@chevron.com

<mailto:ninghdw%40chevron.com> > 

Sender: wanita-muslimah@yahoogroups.com

<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>  

Date: Thu, 2 Sep 2010 15:58:14 

To: <wanita-muslimah@yahoogroups.com

<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com> > 

Reply-To: wanita-muslimah@yahoogroups.com

<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>  

Subject: RE: [wanita-muslimah] SEKULERISME 



Kalau negara berdasarkan Islam, agama2 lain boleh tetap ada lho mas. 

Dulu dijaman Rasulullah kan orang Islam, nasrani dan Yahudi hidup dalam 

naungan negara khilafah (berdasarkan Islam) 



From: wanita-muslimah@yahoogroups.com

<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>  

[mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com

<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com> ] On Behalf Of sunny 

Sent: Thursday, September 02, 2010 3:46 PM 

To: wanita-muslimah@yahoogroups.com

<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>  

Subject: Re: [wanita-muslimah] SEKULERISME 



Sekularlisme itu bukan pemisahan agama dari keshidupan seperti yang 

digembar-gemborkan oleh sebahagian orang yang takut kehilangan kedudukan



dan rejeki kehidupan sehari-hari, tetapi pemisahkan urusan agama dari 

urusan negara. Agama adalah urusan masing-masing umat atau kelompok 

dengan tuhan atau dewa mereka. 



Bayangkan saja kalau Jepang memjadi negara agama maka tentu tidak boleh 

ada agama lain, hal demikian pun USA atau negeri-negeri di Eropa menjadi



negeri agama. Europa maupun Jepang sudah lewat zaman negara agama, maka 

oleh karena itu bisa maju dalam menjamin kehidupan memada kepada 

rakyatnya di zaman kontemporer dan selalu diperbaiki untuk mempertinggi 

standar kehidupan para penduduknya bila dibandingkan dengan 

negeri-negeri yang memegang peraturan zaman bahula sebagai dasar di 

zaman abad XXI 



----- Original Message ----- 

From: Yudi Yuliyadi 

To: wanita-muslimah@yahoogroups.com

<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com>  

<mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com> 

Sent: Thursday, September 02, 2010 8:52 AM 

Subject: [wanita-muslimah] SEKULERISME 



Sekulerisme atau pemisahan agama dari kehidupan selalu diberitakan oleh 

para 

agen atau misionaris barat terutama yang tergabung dalam JIL 



Yang tanpa malu2 mengatakan bahwa islam adalah sekulerisme 



Sesungguhnya islam adalah sebuah ideology (mabda) yang mengatur seluruh 

aspek kehidupan baik segi politik, hukum, pergaulan, ekonomi ataupun 

social 

budaya 



Inilah yang ditakutkan oleh barat, islam akan bangkit kembali tidak akan



lama lagi. Dan kembali menegakkan syariat islam secara kaffah 



APA ITU SEKULARISME ? 



Oleh 

Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin 



Pertanyaan: 

Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin ditanya : Apa itu sekulerisme?



Dan 

bagaimana hukum Islam terhadap para penganutnya? 



Jawaban 

Sekulerisme merupakan aliran baru dan gerakan yang rusak, bertujuan 

untuk 

memisahkan urusan dien dari negara, berjibaku di atas keduniawian dan 

sibuk 

dengan kenikmatan dan kelezatannya serta menjadikannya sebagai 

satu-satunya 

tujuan di dalam kehidupan ini, melupakan dan melalaikan rumah akhirat 

dan 

tidak melirik kepada amalan-amalan ukhrawi ataupun memperhatikannya. 

Sabda 

Rasulullah berikut ini sangat tepat dilabelkan kepada seorang sekuler, 



"Artinya : Celakalah budak dinar, budak dirham dan budak khamishah 

(sejenis 

pakaian terbuat dari sutera atau wol, berwarna hitam dan bertanda); jika



diberi, dia rela dan jika tidak diberi, dia mendongkol. Celaka dan 

merugilah 

(sia-sialah) dia dan bila duri mengenainya, maka dia tidak 

mengeluarkannya" 

[Al-Bukhari, al-Jihad (2883)] 



Setiap orang yang mencela sesuatu dari ajaran Islam baik melalui ucapan 

ataupun perbuatan maka sifat tersebut dapat dilekatkan padanya. 

Barangsiapa 

menjadikan undang-undang buatan manusia sebagai pemutus dan membatalkan 

hukum-hukum syari'at, maka dia adalah seorang sekuler. Siapa yang 

membolehkan semua hal yang diharamkan seperti perzinaan, minuman keras, 

musik dan transaksi ribawi dan meyakini bahwa melarang hal itu berbahaya



bagi manusia dan merupakan sikap apatis terhadap sesuatu yang memiliki 

mashalahat terhadap diri, maka dia adalah seorang Sekuler. Siapa yang 

mencegah atau mengingkari penegakan hukum hudud seperti hukum bunuh 

terhadap 

si pembunuh, rajam, cambuk terhadap pezina atau peminum khamar, potong 

tangan pencuri atau perampok dan mengklaim bahwa penegakannya menyalahi 

sikap lemah lembut dan mengandung unsur kesadisan dan kebengisan, maka 

dia 

masuk ke dalam sekulerisme. 



Sedangkan hukum Islam terhadap mereka, maka sebagaimana firman Allah Swt



tatkala memberikan sifat kepada orang-orang Yahudi, 



"Artinya : Apakah kamu beriman kepada sebagian dari Al-Kitab (Taurat) 

dan 

ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang 

berbuat 

demikian daripadamu melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia. " 

[Al-Baqarah 

:85]. 



Barangsiapa menerima sesuatu yang setara dari ajaran agama seperti Ahwal



Syakhshiyyah (Undang-Undang Perdata), sebagian ibadah dan menolak apa 

yang 

tidak sejalan dengan hawa nafsunya, maka dia masuk ke dalam makna ayat 

ini. 



Demikian juga firmanNya. 



"Artinya : Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, 

niscaya 

kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan 

sempurna 

dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang 

tidak 

memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa 

yang 

telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka 

kerjakan." [Hud:15-16] 



Maka, tujuan utama kaum sekuler adalah menggabungkan dunia dan 

kenikmatan 

pelampiasan hawa nafsu sekalipun diha-ramkan dan mencegah dari melakukan



kewajiban, maka mereka masuk ke dalam makna ayat di atas dan juga ayat 

berikut, 



"Artinya : Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka 

Kami 

segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang 

Kami 

kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya



dalam keadaan tercela dan terusir." [Al-Isra :18] 



Dan banyak lagi ayat-ayat dan hadits-hadits semisalnya, wallohu a' lam. 



[Fatawa Fi at-Tauhid, dari fatwa Fadhilatusy Syaikh Ibn Jibrin, h.39-40]



[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar'iyyah Fi Al-Masa'il Al-Ashriyyah 

Min 

Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini-2, 

Darul 

Haq] 



Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=mo 

<http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1353&bagian=0> 

re&article_id=1353&bagian=0 



[Non-text portions of this message have been removed] 



[Non-text portions of this message have been removed] 



[Non-text portions of this message have been removed] 



[Non-text portions of this message have been removed]



[Non-text portions of this message have been removed]





    
     

    
    


 



  







[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke