Negara berdasarkan agama dulu ada di Europa, saling baku hantam, Jepang juga 
juga dulu berdasarkan agama, Di Jepang dulu itu, kalau ada orang beragama lain 
dari Shinto dibunuh, dibakar hidup-hidup dan ini terjadi sampai abad XVIII. 

Lihat saja Suni dan Shia itu saling berhantam-hantaman, bukan dilapangan sepak 
bola atau pertandingan atletik, tetapi ketika lagi melakukan upacara sesuai 
aliranya  dibom oleh yang lain. Kemarin Shia yang minoritas di Pakistan yang 
Suni mayoritas menghajar mereka dengan bom bunuh diri waktu lagi menjalankan 
upacara agama mereka, padahal kedua-duanya pegang Al Quran sebagai kitab Suci 
dan berdoa ke arah Mekkah.

Ayatoullah Khomeni, pemimpin umat Islam aliran Shia dulu di usir dari Iran oleh 
penguasa Shah Pahlevi, beliau pergi ke Irang ke Karbala, ke kota yang mayoritas 
penduduk beraliran Shia, tetapi Saddam Hussein yang Suni tidak senang, lalu 
ayatoullah disuruh  keluar dari Irak. Beliau bukan pergi ke Arab Saudia (tanah 
suci) atau negeri-negeri teluk nan kaya, tidak ada jalan lain ialah ke 
Perancis, negera yang sekuler yang pada dasarnya memisahkan urusan agama dari 
urusan negara dan di Perancislah ayatoullah Khomeini bisa bermukin dengan aman 
bisa berchotbat kepada para pengikutnya. Beliau hidup di Perancis lebih dari 7 
tahun, baru setelah ada revolusi beliau dikembalikan bukan dengan pesawat 
Middle Eastern Airways, Saudia Airlines atau Syrian Air atau Bangladesh Air 
company atau PIA, tetapi oleh Air France (pesawat milik Perancis), beliau 
diantar ke Teheran. Bisa dibayangkan saja kalau tidak ada negara sekuler 
seperti Perancis di dunia ini kemana ayatoullah Khomeini pemimpin Shia ini 
harus pergi?

 

  ----- Original Message ----- 
  From: Lestyaningsih, Tri Budi (Ning) 
  To: wanita-muslimah@yahoogroups.com 
  Sent: Thursday, September 02, 2010 9:58 AM
  Subject: RE: [wanita-muslimah] SEKULERISME


    
  Kalau negara berdasarkan Islam, agama2 lain boleh tetap ada lho mas.
  Dulu dijaman Rasulullah kan orang Islam, nasrani dan Yahudi hidup dalam
  naungan negara khilafah (berdasarkan Islam)

  From: wanita-muslimah@yahoogroups.com
  [mailto:wanita-musli...@yahoogroups.com] On Behalf Of sunny
  Sent: Thursday, September 02, 2010 3:46 PM
  To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
  Subject: Re: [wanita-muslimah] SEKULERISME

  Sekularlisme itu bukan pemisahan agama dari keshidupan seperti yang
  digembar-gemborkan oleh sebahagian orang yang takut kehilangan kedudukan
  dan rejeki kehidupan sehari-hari, tetapi pemisahkan urusan agama dari
  urusan negara. Agama adalah urusan masing-masing umat atau kelompok
  dengan tuhan atau dewa mereka. 

  Bayangkan saja kalau Jepang memjadi negara agama maka tentu tidak boleh
  ada agama lain, hal demikian pun USA atau negeri-negeri di Eropa menjadi
  negeri agama. Europa maupun Jepang sudah lewat zaman negara agama, maka
  oleh karena itu bisa maju dalam menjamin kehidupan memada kepada
  rakyatnya di zaman kontemporer dan selalu diperbaiki untuk mempertinggi
  standar kehidupan para penduduknya bila dibandingkan dengan
  negeri-negeri yang memegang peraturan zaman bahula sebagai dasar di
  zaman abad XXI 

  ----- Original Message ----- 
  From: Yudi Yuliyadi 
  To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
  <mailto:wanita-muslimah%40yahoogroups.com> 
  Sent: Thursday, September 02, 2010 8:52 AM
  Subject: [wanita-muslimah] SEKULERISME

  Sekulerisme atau pemisahan agama dari kehidupan selalu diberitakan oleh
  para
  agen atau misionaris barat terutama yang tergabung dalam JIL

  Yang tanpa malu2 mengatakan bahwa islam adalah sekulerisme

  Sesungguhnya islam adalah sebuah ideology (mabda) yang mengatur seluruh
  aspek kehidupan baik segi politik, hukum, pergaulan, ekonomi ataupun
  social
  budaya

  Inilah yang ditakutkan oleh barat, islam akan bangkit kembali tidak akan
  lama lagi. Dan kembali menegakkan syariat islam secara kaffah

  APA ITU SEKULARISME ?

  Oleh
  Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin

  Pertanyaan:
  Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin ditanya : Apa itu sekulerisme?
  Dan
  bagaimana hukum Islam terhadap para penganutnya? 

  Jawaban
  Sekulerisme merupakan aliran baru dan gerakan yang rusak, bertujuan
  untuk
  memisahkan urusan dien dari negara, berjibaku di atas keduniawian dan
  sibuk
  dengan kenikmatan dan kelezatannya serta menjadikannya sebagai
  satu-satunya
  tujuan di dalam kehidupan ini, melupakan dan melalaikan rumah akhirat
  dan
  tidak melirik kepada amalan-amalan ukhrawi ataupun memperhatikannya.
  Sabda
  Rasulullah berikut ini sangat tepat dilabelkan kepada seorang sekuler,

  "Artinya : Celakalah budak dinar, budak dirham dan budak khamishah
  (sejenis
  pakaian terbuat dari sutera atau wol, berwarna hitam dan bertanda); jika
  diberi, dia rela dan jika tidak diberi, dia mendongkol. Celaka dan
  merugilah
  (sia-sialah) dia dan bila duri mengenainya, maka dia tidak
  mengeluarkannya"
  [Al-Bukhari, al-Jihad (2883)]

  Setiap orang yang mencela sesuatu dari ajaran Islam baik melalui ucapan
  ataupun perbuatan maka sifat tersebut dapat dilekatkan padanya.
  Barangsiapa
  menjadikan undang-undang buatan manusia sebagai pemutus dan membatalkan
  hukum-hukum syari'at, maka dia adalah seorang sekuler. Siapa yang
  membolehkan semua hal yang diharamkan seperti perzinaan, minuman keras,
  musik dan transaksi ribawi dan meyakini bahwa melarang hal itu berbahaya
  bagi manusia dan merupakan sikap apatis terhadap sesuatu yang memiliki
  mashalahat terhadap diri, maka dia adalah seorang Sekuler. Siapa yang
  mencegah atau mengingkari penegakan hukum hudud seperti hukum bunuh
  terhadap
  si pembunuh, rajam, cambuk terhadap pezina atau peminum khamar, potong
  tangan pencuri atau perampok dan mengklaim bahwa penegakannya menyalahi
  sikap lemah lembut dan mengandung unsur kesadisan dan kebengisan, maka
  dia
  masuk ke dalam sekulerisme.

  Sedangkan hukum Islam terhadap mereka, maka sebagaimana firman Allah Swt
  tatkala memberikan sifat kepada orang-orang Yahudi,

  "Artinya : Apakah kamu beriman kepada sebagian dari Al-Kitab (Taurat)
  dan
  ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang
  berbuat
  demikian daripadamu melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia. "
  [Al-Baqarah
  :85].

  Barangsiapa menerima sesuatu yang setara dari ajaran agama seperti Ahwal
  Syakhshiyyah (Undang-Undang Perdata), sebagian ibadah dan menolak apa
  yang
  tidak sejalan dengan hawa nafsunya, maka dia masuk ke dalam makna ayat
  ini.

  Demikian juga firmanNya.

  "Artinya : Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya,
  niscaya
  kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan
  sempurna
  dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang
  tidak
  memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa
  yang
  telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka
  kerjakan." [Hud:15-16]

  Maka, tujuan utama kaum sekuler adalah menggabungkan dunia dan
  kenikmatan
  pelampiasan hawa nafsu sekalipun diha-ramkan dan mencegah dari melakukan
  kewajiban, maka mereka masuk ke dalam makna ayat di atas dan juga ayat
  berikut,

  "Artinya : Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka
  Kami
  segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang
  Kami
  kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya
  dalam keadaan tercela dan terusir." [Al-Isra :18]

  Dan banyak lagi ayat-ayat dan hadits-hadits semisalnya, wallohu a' lam.

  [Fatawa Fi at-Tauhid, dari fatwa Fadhilatusy Syaikh Ibn Jibrin, h.39-40]

  [Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar'iyyah Fi Al-Masa'il Al-Ashriyyah
  Min
  Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini-2,
  Darul
  Haq]

  Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=mo
  <http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1353&bagian=0>
  re&article_id=1353&bagian=0

  [Non-text portions of this message have been removed]

  [Non-text portions of this message have been removed]

  [Non-text portions of this message have been removed]



  





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke