Islam itu adalah Rahmatan lil 'alamiin, jika suatu negara islam hanya merupakan 
rahmat bagi ummat islam saja maka apa tidak menyalahi kaidahnya sendiri? 
Sedangkan Allah swt berfirman "La ikraha fii al-diin - Diin jangan (tidak 
boleh) dipaksakan".

Rasulullah Muhammad saw telah memberikan contoh membentuk masyarakat yang 
pluralistis yang beranggotakan kelompok kaum Muslimin, kelompok keluarga/suku 
Arab badwi, kelompok keluarga/suku Yahudi, kelompok keluarga/suku Nasrani, 
kelompok keluarga/suku kaum Hanif, kaum Sabiin dll penganut kepercayaan maupun 
yang tidak berkepercayaan. Mereka ini terikat dalam satu perjanjian tertulis di 
mana mengakui rasulullah Muhammad saw sebagai pemimpin mereka tetapi tidak 
mengakui beliau sebagai rasulullah (utusan Allah), yang oleh para orientalis 
dinamakan sebagai konstitusi Madinah, konstitusi sebuah masyarakat modern yang 
pertama.  

Apabila penerimaan rasulullah sebagai pejabat pertama yang mewakili semua 
kelompok manusia dengan berbagai latar belakang kebangsaan, kesukuan, 
kekeluargaan, kepercayaan, pada waktu itu dipertimbangkan dengan tugas 
rasulullah sebagai pemimpin pengubahan secara sadar akhlaq biologis (akhlaq 
asal-usul "dari sesuatu yang belum dapat disebut" yang 
berkembang secara bertingkat melalui berbagai fase perkembangan biologis) ke 
tingkat akhlaq mulia (ahlaq karimah), maka ditinjau dari sejarah perkembangan 
masyarakat Arab jahiliyah (masa kebodohan) dan dunia (pertimbangkan dengan 
masyarakat Romawi Byzantium, masyarakat Persia, masyarakat Ethiopia, masyarakat 
Mesir dll-nya yang mengelilingi semenanjung Arabia), akan dapat dilihat bahwa 
sesungguhnya rasulullah Muhammad saw dengan bimbingan wahyu Qurani telah 
membentuk suatu masyarakat terbuka dan inklusif. Sehingga titel "negara islam" 
tidak diperlukan.

Masyarakat Madinah yang dipimpin rasulullah Muhammad saw secara ideologis dan 
politik sangat berbeda dengan masyarakat yang dipimpin oleh para pemimpin 
Muslim sesudah rasulullah Muhammad saw wafat yang diindoktrinasikan dalam 
pelajaran di madrasah dan perguruan tinggi kaum Muslimin sebagai "tarih islam" 
dengan sebutan "khilafah islamiyah". Dan karenanya jalannya sejarah masyarakat 
kaum Muslimin menempuh jalan yang berbeda dengan jalan yang ditempuh oleh 
rasulullah Muhammad saw pada waktu itu. 

Kesalahan pertama terjadi sesudah wafatnya rasulullah Muhammad saw yang membawa 
kepada perpecahan ummat Muslimin pada waktu itu adalah tindakan Umar bin Khatab 
yang memaksakan tradisi suksesi pemimpin Quraisy (yang oleh banyak 'ulama 
Muslim masa lampau diberi predikat pemilihan/musyawarah) sebagai tradisi 
terbuka di Madinah yang menyalahi wahyu Qurani dan sunnah rasulullah Muhammad 
saw dalam melakukan pendekatan dan pembangunan masyarakat baru bagi kaum 
Muslimin dan manusia secara umum. 


From: Abdul Muiz 
Sent: Friday, September 03, 2010 3:23 AM
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com 
Subject: RE: [wanita-muslimah] SEKULERISME


  
zaman nabi hingga runtuhnya kekhalifahan turqi utsmani belum dikenal nation 
state. Sementara pasca runtuhnya kekhalifahan turqi utsmani, umat islam 
terpecah-pecah dikuasai kolonialis non muslim dan karena hidup dalam penjajahan 
itu bertentangan dengan fitrah manusia/bangsa, maka timbullah perlawanan secara 
lokal hingga memperoleh kemerdekaan maka baru dikenal nation state hingga 
sekarang.
 
Qur'an cuma memberikan guidance membentuk komunitas muslim yang "baldatun 
tayyibatun wa rabbun ghafur" dengan prinsip "rahmatan lil 'alamiin" soal 
caranya terserah umat islam. Kekhalifahan itu adalah salah satu contoh model 
sesuai tuntutan zaman saat belum dikenal konsep nation state. Nah ketika di era 
nation state "sekelompok umat islam tertentu" bersikeras mengusung konsep 
"khilafah" bahkan diberhalakan menjadi tujuan hidup. Konsekuensinya adalah akan 
berbenturan dengan konsep nation state yang ada yakni tempat di mana umat islam 
tinggal. Khusus di indonesia misalnya jelas-jelas NKRI telah menetapkan dasar 
negara yang digali dari sumber internal yang kemudian menjadi konsensus 
nasional, maka apabila diganti dengan konsep khalifah maka berarti akan 
membubarkan NKRI alias berbuat makar. Padahal apa hakekat tujuan hidup 
seorang/umat islam ??
 
Wassalam
Abdul Mu'iz

--- Pada Jum, 3/9/10, Lestyaningsih, Tri Budi (Ning) <ning...@chevron.com> 
menulis:

Dari: Lestyaningsih, Tri Budi (Ning) <ning...@chevron.com>
Judul: RE: [wanita-muslimah] SEKULERISME
Kepada: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Tanggal: Jumat, 3 September, 2010, 7:47 AM

  

Mungkin pernyataan awal saya ke mas Sunny yang salah. 

Sekarang kan kalau kita bilang "negara" ya maksudnya negara seperti yang
ada sekarang ini (nation-state). Seharusnya, kalau yang meniru nabi itu
adalah Khilafah 'ala minhajunnubuwah, jadi kekhilafahan seperti jaman
Rasul. Tadinya saya memang menganggap khilafah adalah salah satu bentuk
negara, tapi yang bukan nation-state seperti sekarang ini.. jadi memang
rancu.

Maksud saya sebenarnya adalah menjelaskan bahwa di bawah naungan
(negara) khilafah yang berdasarkan syariat Islam, orang berbeda agama
dibolehkan. Gitu... 

Arab-saudi memang negara tapi bukan khilafah. Makanya pastinya beda.
Sekarang kan kekhilafahan seperti jaman Rasul itu tidak ada. Tapi Rasul
mengatakan bahwa itu akan berdiri lagi.. pasti.. insya Allah.

Wassalaam,

-Ning

From: wanita-muslimah@yahoogroups.com
[mailto:wanita-musli...@yahoogroups.com] On Behalf Of donnie ahmad
Sent: Thursday, September 02, 2010 8:27 PM
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: Re: [wanita-muslimah] SEKULERISME

Lha itu justru masalahnya. Kita hidup di dunia nyata. Tidak hidup dalam
dunia kalau.
Dan dalam dunia nyata, mereka yang bilang sebagai negara Islam, yang
merasa
paling benar [penafsiran] agamanya. Yang mersa mendapatkan kewenangan
menjaga Baitullah. Tidak menunjukkan apa yang disebutkan sebagai 'kalau
negara Islam' oleh mb Ning. Dan mereka juga merasa bahwa itu adalah
perintah
Nabi.

;D

On Sep 2, 2010 2:15 PM, "Geri Sugiran Abdul Sukur" <abah.or...@gmail.com
<mailto:abah.oryza%40gmail.com> >
wrote:

Pada 2 September 2010 19.10, donnie damana
<donnie.dam...@gmail.com <mailto:donnie.damana%40gmail.com>
<donnie.damana%40gmail.com>
>menulis:

> Maksudnya?
> bisa dielaborasi lebih lanjut?
> Saya lagi menanggapi posting mbak Ning tentang neg...
saya pribadi tidak tahu kondisi di arab saudi seperti apa, namun melihat
sekilas dari media media sih saat ini arab saudi masih kerajaan islam
yang
lebih ke berdasarkan kekerabatan, syariah islam lebih ke fisik saja.

saya belum melihat islam yang rahmatan lil alamin dan seperti contoh
nabi
jaman di madinah dengan piagam madinah nya di ARAB SAUDI.

cmiiw

> On Sep 2, 2010, at 1:47 PM, Geri Sugiran Abdul Sukur wrote:
>
> > karena sekarang masih negara t...
> ------------------------------------

>
> =======================
> Milis Wanita Muslimah
> Membangun citra wanita muslimah dalam diri, k...
> Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links

>
>
>
>

-- 
Best Regard

Kang Gery | Pengelana Blog

ID Ym : wiji_tukul | Phone : +6281282750057 |...

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke