Tidak perlu kalau "label"nya jelas, mas. Seperti agama Kristen, hindu
itu kan jelas beda. Justru yang dimasalahkan sekarang kan nama agama
yang dipakai itu adalah ISLAM, padahal diyakini beberapa kelompok
(orang) bahwa itu BUKAN ISLAM, sehingga berpotensi untuk menjerumuskan.

Itulah sebabnya beberapa orang (kelompok) yang meyakini bahwa Ahmadiyah
bukan Islam mengusulkan untuk menamai agama komunitas Ahmadiyah sebagai
agama Ahmadiyah.. gitu mas.

-----Original Message-----
From: wanita-muslimah@yahoogroups.com
[mailto:wanita-musli...@yahoogroups.com] On Behalf Of donnie ahmad
Sent: Tuesday, September 07, 2010 12:18 PM
To: wanita-muslimah@yahoogroups.com
Subject: Re: RE: [wanita-muslimah] Re: Kafir--> Ringkasan kesesatan
Ahmadiyah

Atas dasar kekhawatiran yang sama dengan mbak Ning, apakah kita perlu
sekalian melarang ajaran agama lain?

;D

On Sep 7, 2010 6:13 AM, "Lestyaningsih, Tri Budi (Ning)" <
ning...@chevron.com> wrote:



Mas Dwi,

Setiap dari kita diwajibkan untuk melindungi diri dan keluarga kita dari
api neraka. Artinya setiap orang wajib melindungi akidah nya
masing-masing PLUS akidah dari keluarganya.

Dengan dasar ini, maka setiap orang tua akan terganggu atau resah bila
ada hal-hal yang berpotensi mengganggu akidah anak-anaknya, simple-nya
begitu. Apa tidak cukup dengan mengajari anak2nya di rumah ? Tentu
tidak. Anak2 kita kan tidak hidup hanya di dalam rumah saja, ada sekolah
dan masyarakat di mana justru mereka belajar lebih banyak, dan
berpengaruh lebih banyak pada dirinya. Karenanya, setiap orang tua
tentunya ingin sekolah, lingkungan dan masyarakat di mana mereka dan
anak2nya berada pun terbebas dari unsur2 yang bisa membahayakan akidah
anaknya.

Perasaan tidak secure itu sangat berpotensi menimbulkan keresahan para
orang tua. Dan ini berpotensi menimbulkan kerusuhan dan kekacauan di
masyarakat. Karenanya perlu ditertibkan.

Betul bahwa setiap orang memiliki hak untuk beribadah menurut
keyakinannya masing-masing. Tapi jangan lupa bahwa setiap orang juga
memiliki hak untuk bebas dari keresahan dan kecemasan akan keselamatan
(akidah) anak-anaknya.

Jadi, kalau memang terbukti ada suatu aliran yang sesat, maka memang
harus "ditertibkan", kalau perlu ya dilarang saja.

Menurut mas Dwi, apakah kalau sudah jelas ada aliran yang sesat, kita
harus mendiamkan saja ? Atau kita berprinsip "yang penting bukan saya",
gitu ?

Wassalaam,
-Ning



-----Original Message-----
From: wanita-muslimah@yahoogroups.com

[mailto:wanita-musli...@yahoogroups.com] On Behalf Of Dwi Soegardi
Sent: Tuesday, September 07, 2010...

Subject: Re: [wanita-muslimah] Re: Kafir--> Ringkasan kesesatan
Ahmadiyah

Mbak Ning,

kalau sudah diadakan dialog, yang beradab,
ada kesimpulannya, diambil dengan hati-hati d...
 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

=======================
Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Twitter: http://twitter.com/wanita_muslimah
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:wanita-muslimah@yahoogroups.com
Berhenti mailto:wanita-muslimah-unsubscr...@yahoogroups.com
Milis Keluarga Sejahtera mailto:keluarga-sejaht...@yahoogroups.com
Milis Anak Muda Islam mailto:majelism...@yahoogroups.com

Milis ini tidak menerima attachment.Yahoo! Groups Links



Kirim email ke