Wah..., ya jangan begitu Teh Lina. Yang dapat dijebloskan ke penjara hanyalah 
orang-orang yang sudah memiliki kekuatan hukum sebagai pelaku pidana. Lha, 
kalau kita asal beres, bagaimana kalau hal itu mengena kepada anggota keluarga 
kita meski ia dijebloskan ke penjara bukan karena sebagai anggota JAI tetapi 
karena sebab lain yang non-pidana.

Hari Sabtu, 4 Sep yang lalu saya diminta untuk memberikan tausiyah pada hari 
wafatnya Ir. H. Setiadi Reksoprodjo yang ke-40. Beliau (alm) dan keluarganya 
merasakan keadaan yang paling pahit dalam hidupnya. Bapak Setiadi sebagai 
Menteri Listrik dan PU di Kabinet Dwikora beserta 21 menteri lainnya langsung 
diciduk dan dimasukkan oleh negara ke penjara di awal tahun 1966 dan dibebaskan 
pada 1977 tanpa sekalipun diadili. Padahal, akhirnya di masa reformasi ini 
beliau dinyatakan sebagai pahlawan dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan 
Kalibata.

Marilah kita senantiasa menjadi muslim yang berpikir jernih sehingga 
benar-benar kita menjadi rahmat bagi semesta alam.

Wassalam,

chodjim




  ----- Original Message ----- 
  From: Lina 
  To: wanita-muslimah@yahoogroups.com 
  Sent: Monday, September 06, 2010 11:35 PM
  Subject: [wanita-muslimah] Re: Kafir--> Ringkasan kesesatan Ahmadiyah


    
  Gak usah binun. Jeblosin aje ke penjara. Beres kan?

  --- In wanita-muslimah@yahoogroups.com, st SABRI <sirb...@...> wrote:
  >
  > Kang Dwi,
  > 
  > Persoalannya kemudian, ada sekte/golongan yang berkeyakinan membakar
  > masjid milik ahmadiyah dan menyembelih leher jemaah ahmadiyah TERMASUK
  > IBADAH ....
  > 
  > :D
  > 
  > salam
  > ./sts
  > siap siap menyembelih ayam buat ibadah merayakan lebaran
  > 
  > 
  > 
  > 2010/9/7 Dwi Soegardi <soega...@...>:
  > > Mbak Ning,
  > >
  > > kalau sudah diadakan dialog, yang beradab,
  > > ada kesimpulannya, diambil dengan hati-hati dan ilmiah sekali,
  > > sehingga "terbukti" Ahmadiyah kafir dan sesat, misalnya,
  > > setelah itu "So What?"
  > >
  > > Dilarang, diusir, dipenjara? Demi melindungi kemurnian akidah,
  > > apa yang harus kita lakukan terhadap mereka?
  > >
  > > Saya tidak begitu peduli sebenarnya ada golongan satu
  > > mencap dan melabeli golongan lain, kafir, sesat, atau apapun,
  > > saya lebih peduli kepada hak-hak tiap orang
  > > untuk beribadah menurut keyakinannya.
  > 
  > -- 
  > Regenerated by GNU/Linux Machine
  >



  

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke