Prabayar Kini Semua Bebas "Roaming"

KEBIJAKAN PT Telkomsel untuk memberi fasilitas bebas 
jelajah (roaming) sejak 27 Agustus 2004 akan mengubah peta 
persaingan dan peta industri telekomunikasi seluler di 
Tanah Air. Kebijakan ini diumumkan dalam satu pesta meriah 
di pelataran Garuda Wisnu Kencana. Pada pokoknya, mulai 
saat itu pengguna kartu prabayar Telkomsel, Simpati, 
gratis biaya sambungan langsung jarak jauh (SLJJ) jika 
dipanggil saat berada di mana pun, di Indonesia, sepanjang 
ada jaringannya. Bahkan juga jika dipanggil oleh rekannya 
yang menggunakan jasa operator lain mana pun. Sebelumnya 
hanya untuk Kartu Halo ada bebas roaming, namun hanya 
untuk panggilan dari sesama kartu Telkomsel, tidak dari 
operator lain.

Panggilan kepada pengguna kartu Halo jika sedang berada di 
luar domisilinya-HLR (home location register)-akan kena 
biaya SLJJ yang dihitung dari tempat kartunya dikeluarkan 
ke tempat ia berada saat dipanggil. Kecuali kalau yang 
memanggil kartu Halo, Simpati, atau Kartu As, baru bebas 
SLJJ.

Kini dengan kebijakan baru soal bebas roaming Simpati, 
pemegang kartunya tidak harus berpikir dulu apakah 
panggilan akan diterima atau tidak karena tak ada urusan 
lagi dengan beban SLJJ. Tak ada urusan lagi dengan nomor 
operator mana yang memanggil, seperti yang masih juga 
diperhitungkan oleh pelanggan Halo.

Dengan fasilitas ini, Telkomsel menjamin tak ada beban 
tambahan atau kenaikan tarif komponen lainnya. Selain itu 
tidak ada pengenaan lagi PPN 10 persen pada setiap 
pembelian pulsa (voucher) Simpati, seperti terjadi di 
kartu prabayar operator lain.

Dalam industri seluler di Indonesia, fasilitas bebas 
roaming menjadi isu yang menarik masyarakat pelanggan, 
bahkan dikatakan sebagai pemicu naiknya jumlah pelanggan. 
Padahal pada kenyataannya, mereka yang sering bepergian 
keluar HLR-nya hanya 10 hingga 20 persen dari jumlah 
pelanggan. Sekitar 80 persen pelanggan tetap berada di 
sekitar domisilinya (dan itu yang membuat operator fixed 
wireless optimis akan merebut pelanggan GSM), mereka 
jarang keluar point of charging (PoC)-nya.

Kebijakan fasilitas bebas roaming ini diterapkan pertama 
kali di Indonesia oleh PT Excelcomindo (XL) khusus untuk 
pelanggan prabayarnya, ProXL. Semula hanya diberikan 
secara terbatas waktunya, sekadar untuk menarik pelanggan 
sebanyak mungkin, dan itu terbukti dengan peningkatan 
pelanggan yang tinggi.

Namun pada hitungan pendapatan, fasilitas itu memotong 
banyak uang yang seharusnya masuk kocek operator, sebab 
mereka harus menyubsidi pelanggan yang roaming jika 
menggunakan jaringan operator lain. Sebenarnya 
Excelcomindo Pratama berani mengeluarkan kebijakan itu 
karena mereka memiliki jaringan tulang punggung (back 
bone) sendiri berupa serat optik dan gelombang mikro.

Jaringan serat optik semula hanya ada di Pulau Jawa yang 
disambung dengan gelombang mikro ke Bali dan Nusa 
Tenggara. Kini mereka juga sudah menggelar serat optik 
menyeberang ke Sulawesi dan Kalimantan serta Sumatera, 
sebagian menggunakan gelombang mikro.

Ketika pamor bebas roaming menyurut dan beban meningkat 
karena jumlah roamers bertambah, XL kemudian mengumumkan 
penghentian fasilitas ini. Tetapi pada hari yang sama, PT 
Satelindo mengumumkan pemberian fasilitas bebas roaming 
kepada pelanggan kartu prabayar Mentarinya sehingga XL 
membatalkan kebijakannya dan menerapkannya lagi hingga 
kini.

Satelindo melihat ada sisi menguntungkan dengan fasilitas 
itu jika melihat pengalaman XL dan mereka terbukti 
berhasil menambah pelanggannya. Tetapi, hitungan 
menyatakan bahwa mereka kehilangan pendapatan sampai 25 
persen dari perkiraan jika fasilitas itu tidak ada. Namun, 
mereka juga menghitung ada tambahan pendapatan dari call 
back atau panggilan kembali dari para roamers dan itu 
tetap kena biaya SLJJ, yang setidaknya mengurangi 
kehilangan pendapatan tadi.

Fasilitas bebas roaming diakui memberi nilai tambah kepada 
kedua operator tadi yang mendapat tambahan pelanggan 
secara signifikan. Tidak sedikit pemegang kartu pascabayar 
(post paid) seperti Matrix atau bahkan Halo dan Simpati 
selain kartu pascabayar XL, yang kemudian memiliki kartu 
kedua, ProXL prabayar atau Mentari.

Umumnya mereka sering bepergian ke luar daerah dan ketika 
akan berangkat mereka mengalihkan panggilan ke kartu 
pertama mereka (Halo, Mentari, atau XL pasca) ke prabayar. 
Dengan cara ini, saat menerima panggilan di luar HLR, 
mereka hanya kena biaya panggilan dari kartu pertama 
mereka itu ke kartu prabayar bebas tadi. Hemat, praktis, 
dan murah.

Hanya saja dalam kenyataannya, pengalihan panggilan itu 
tidak selalu berjalan mulus karena operator lain tidak 
begitu saja memberi jalan yang sebenarnya merugikan mereka 
itu. Apalagi-paling utama-jika nomor yang dialihkan itu 
masuk ke nomor yang jaringannya kurang, maka yang paling 
sering terjadi adalah drop call atau gagal panggil sebelum 
tersambung.

Masalah penyediaan jaringan memang menjadi isu menarik, 
meskipun hanya akan menjadi perhatian mereka yang sudah 
mencoba layanan semua operator GSM. Bagi yang belum 
mencoba, fasilitas minim atau jaringan yang terbatas yang 
dirasakan sejak awal tidaklah terlalu mengganggu 
kenyamanannya.

DIRUT PT Telkomsel Bajoe Narbito mengatakan bahwa 
kebijakan pemberian fasilitas bebas jelajah ini merupakan 
salah satu bukti mereka mendengarkan kebutuhan 
pelanggannya akan layanan yang tepat. "Ini merupakan 
layanan bebas roaming nasional sebebas-bebasnya, yang 
berarti semua pelanggan Simpati mendapat hoki lagi," kata 
Bajoe mengomentari bedanya layanan bebas mereka dengan 
layanan sama dari operator lainnya.

Menurut dia, layanan bebas jelajah ini akan mempunyai arti 
yang sangat besar terutama dalam menyongsong musim mudik, 
selain untuk pelanggan yang mobilitasnya tinggi. Ia yakin 
kebijakan ini akan berdampak pada penambahan pelanggan 
karena saat ini Telkomsel memiliki jaringan terluas di 
Indonesia.

Dewasa ini, kata Bajoe, Telkomsel sudah mencakup 85 persen 
populasi dan memiliki 5.500 base transceiver station (BTS) 
di seluruh Indonesia dengan 45.000 transmit, receive, 
exchange (trx), 170 base station controller (BSC), dan 60 
mobile switching center (MSC). Jaringan Telkomsel itu 
membuat kenyamanan keberlanjutan komunikasi, call 
completion rate, mencapai 99,31 persen.

Teknologi dual band (GSM 900 MHz dan 1800 MHz) membuat 
operator seluler, juga Indosat dan XL, unggul baik di 
perkotaan maupun pinggiran. Namun, di Telkomsel dual band 
itu sudah merupakan layanan terpadu sehingga menjadi dual 
band murni tidak seperti yang disediakan operator lainnya.

Beda dengan kartu prabayar dari operator lain, Simpati 
juga menyediakan fasilitas GPRS sehingga dapat digunakan 
untuk transmisi pesan multimedia (MMS) dan mobile banking. 
Fasilitas standar antara lain SMS, call forwarding, caller 
line identification, call waiting, voice mail, multi party 
calling, dan fasilitas panggilan internasional.

Sejak 1 September pelanggan Simpati juga dapat menikmati 
layanan 1.212 nada sambung pribadi. Dengan layanan ini, 
pemanggil nomor kartu Telkomsel tidak mendengar "tik" atau 
"tut" di ponselnya ketika menyambung, tetapi nada bermacam 
musik yang bisa dipilih.

Menurut GM Corporate Communications PT Telkomsel Azis 
Fuedi, Simpati yang digunakan oleh 10,6 juta pelanggan itu 
dapat menikmati fasilitas bebas jelajah karena pihaknya 
mengoperasikan sejumlah integrated network (IN). IN ini 
memiliki kemampuan penanganan lalu lintas percakapan 
(traffic handling) sebesar 12 juta busy hour call attempt 
(BHCA) yang berarti bisa menangani 19 juta pelanggan.

Fungsi dasar IN, menurut Azis, adalah untuk memproses 
terjadinya hubungan (call setup processing), memonitor 
usia nomor (subscriber life cycle), dan mengelola 
informasi kecukupan dana yang tersedia. Penyediaan 
fasilitas dalam jumlah besar dan canggih ini memang 
menjadi keharusan operator jika ingin memberi pelayanan 
terbaik kepada pelanggannya.

Menyinggung masalah kemungkinan menurunnya pendapatan PT 
Telkomsel dengan adanya fasilitas bebas roaming ini, Azis 
mengatakan semua itu sudah diperhitungkan. "Prasarana kami 
siap sehingga berani meluncurkan layanan ini, selain 
karena suara pelanggan yang menghendaki layanan ini makin 
kuat meski jumlah roamers hanya sekitar 10 persen sampai 
20 persen," katanya.

Dengan hitungan pangsa pasar Telkomsel yang mencapai 52 
persen, bisa diartikan bahwa satu dari dua panggilan di 
seluler berasal dari Telkomsel yang bebas roaming. 
Traffick seluler dari para roamers diramalkan akan naik 
dua kali lipat, yang juga akan menimbulkan panggilan 
kembali (call back) yang mendatangkan pulsa yang menutup 
kerugian dari bebas SLJJ untuk roamers tadi .

Azis yakin kebijakan ini akan mendinamisasi pasar, dan 
orang akan ramai-ramai pindah ke Simpati. "Utamanya karena 
jaringan Telkomsel paling luas dibandingkan dengan 
operator lain dan cakupan akan menjadi pertimbangan 
utama," katanya.

Artinya, menurut pengamatan para ahli, mereka yang selama 
ini menggunakan layanan operator lain semata karena adanya 
fasilitas bebas roaming, kini tidak melihat lagi ada 
kelebihan operator itu. Sebagai gambaran dengan hampir 7,5 
juta pelanggan, Indosat hanya memiliki BTS kurang dari 
4.000 buah.

Menurut Azis Fuedi, cepat atau lambat akan terjadi migrasi 
dari pelanggan kartu prabayar operator lain ke Simpati. 
"Karena memang penghalangnya, barrier-nya di situ," 
katanya pula.

KEBIJAKAN Telkomsel yang memang sudah diramal sejak lama, 
utamanya sejak bebas jelajah untuk pelanggan Halo untuk 
panggilan dari kartu Telkomsel itu diperkirakan akan 
mengubah peta persaingan. Namun yang paling jelas tampak, 
Telkomsel gerah dengan macam-macam kebijakan dan layanan 
baru operator lain yang intinya memberi kemudahan kepada 
pelanggannya sehingga mereka mampu meraup banyak pelanggan 
baru.

Peluncuran Kartu Jempol oleh XL, misalnya, yang disusul 
oleh peluncurkan kartu bebas, sangat memengaruhi 
penjaringan pelanggan operator lain. Ia bahkan memberi 
banyak kemudahan bagi pelanggannya, yang merupakan 
pelanggan kelas bawah yang selama ini belum disasar 
operator.

Antara lain dengan nilai pulsa isi ulang elektronik yang 
hanya Rp 5.000 yang punya masa aktif 5 hari, selain nilai 
isi ulang Rp 15.000 dan Rp 35.000. Harga kartu perdana 
Jempol pun sangat murah, Rp 20.000 termasuk pulsa Rp 
10.000. Tarif SMS Rp 299 dan panggilan ke telepon lokal Rp 
200 per setengah menit, tarif yang sangat mengejutkan PT 
Telkom yang memiliki Flexi.

Kartu Jempol ini memberikan tarif rata untuk panggilan ke 
sesama XL yang hanya Rp 1.600, di mana pun yang dipanggil 
berada. Kebijakan tarif flat ini meniru Mentari yang Rp 
1.499 ke nomor Matrix dan Mentari di mana pun tanpa kena 
SLJJ.

Menurut Direktur Sales and Marketing Consumer Solution XL 
Kusnadi Sukarja, peluncuran kartu Jempol memang menghapus 
kesan di masyarakat bahwa seluler itu mahal. Dengan 
Jempol, semua lapisan masyarakat, khususnya lapisan bawah 
dan pendatang baru, bisa diakomodasi.

Manajemen XL berharap mereka akan mendapat tambahan 1 juta 
pelanggan di paruh kedua tahun 2004 ini sehingga jumlah 
pelanggan akan menjadi 4,5 juta. Tampaknya antusiasme 
masyarakat yang sangat sensitif terhadap tarif 
terprovokasi terbukti dari segera menguapnya persediaan 
kartu Jempol dari semua gerai XL.

"Kami bangga bahwa dalam waktu singkat persediaan Kartu 
Jempol dan Kartu Bebas perdana di beberapa daerah langsung 
menipis. Penyediaan kartu-kartu ini merupakan sebuah 
terobosan dan strategi memenuhi kebutuhan pelanggan akan 
layanan dan fitur yang terdapat pada kartu Bebas sangat 
mengena," ujar Kusnadi.

Kartu Bebas sangat unik, sebab ia memberi kebebasan 
ngobrol tengah malam tanpa pulsa berkurang, antara pukul 
23.00 dan 05.00, untuk panggilan ke sesama XL. Percakapan 
bebas pulsa ini yang sebenarnya didambakan oleh masyarakat 
pengguna jasa telekomunikasi, yang sering dijawab tidak 
mungkin oleh operator karena pulsa merupakan darah merah 
mereka. Ternyata XL mampu memberikan layanan bebas pulsa, 
walau waktunya terbatas dan hanya untuk periode 18 Agustus 
hingga 18 Oktober 2004.

Sama dengan Jempol, Kartu Bebas ini harganya hanya Rp 
20.000 termasuk PPN dan termasuk pulsa senilai Rp 20.000 
dengan masa aktif 60 hari dan masa tenggang 30 hari. 
Bedanya, Kartu Bebas hanya menyediakan voucher termurah 
sebesar Rp 10.000. Namun kartu Bebas juga dapat digunakan 
untuk menyembunyikan nomor kita saat memanggil, hanya 
dengan menekan pagar31pagar, diikuti nomor yang dipanggil.

Selain dapat digunakan untuk memutar nomor luar negeri, XL 
Bebas tersebut juga dapat dgunakan untuk akses GPRS dan 
MMS. Juga untuk layanan data dan mobile banking bagi 
nasabah BCA, Citibank, Permata, dan Mandiri. (HW)

Visit www.warnet2000.net for directory of internet cafes.
=============================================
Netkuis Instan untuk wilayah Bandung (kode area 022) - SD,SMP,SMA
Berhadiah total puluhan juta rupiah... periode I dimulai 1 April 2004
=============================================


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/IHFolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Visit our website at http://www.warnet2000.net 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke