Danai Perluasan Jaringan, Infoasia Emisi Obligasi 

Jakarta, Kompas - Perusahaan penyedia jaringan dan jasa telekomunikasi PT 
Infoasia Teknologi Global Tbk memerlukan dana untuk membangun jaringan 
pelayanan lalu lintas data dan suara (points of presence/POP) dari 17 kota 
menjadi 40 kota di Indonesia. Untuk membiayai pembangunan itu, Infoasia 
akan menerbitkan obligasi maksimal Rp 125 miliar.

"Rencananya, 80 persen dari hasil emisi tersebut akan digunakan untuk 
pembelian alat telekomunikasi, broadband wireless dan peralatan lainnya 
untuk memperbanyak points of presence di kota-kota besar di Indonesia," 
kata Direktur Utama Infoasia Shanta Dewi di Jakarta, Senin (29/11).

POP merupakan jaringan yang diperlukan agar Infoasia dapat memberikan 
layanan kepada pelanggannya seperti layanan lalu lintas data dan suara, 
voice over internet protocol (VoIP) dan virtual private network. Dengan 
adanya jaringan POP ini, Infoasia tidak lagi bergantung pada mitra 
perusahaan telekomunikasi lainnya untuk menyediakan sarana ini.

Andrew Haswin, Direktur Kresna Securities yang menjadi penjamin emisi 
obligasi ini menyatakan, tingkat suku bunga yang ditawarkan berkisar antara 
12,75 persen dan 13,75 persen dan tetap. Seri A berjumlah Rp 25 miliar dan 
berjangka waktu tiga tahun, seri B berjumlah Rp 32 miliar dan berjangka 
waktu empat tahun dan seri C berjangka waktu lima tahun dengan jumlah Rp 68 
miliar. "Kalau detail berapa persen bunga untuk masing-masing seri, baru 
akan diungkapkan saat pelaksanaan penilaian mendalam (due diligence) 
mendatang," ujarnya.

Dia menambahkan, obligasi ini dijamin 100 persen dengan alat-alat 
telekomunikasi yang dimiliki. Obligasi ini mendapatkan peringkat A dari 
lembaga pemeringkat Kasnic. Jika nantinya peringkat obligasi ini turun dari 
peringkat A, Infoasia harus menyediakan dana cadangan untuk pelunasan 
(sinking fund) sebesar lima persen dari pokok obligasi tersebut.

Kinerja Infoasia

Hingga September tahun ini, Infoasia mencatat pendapatan sebesar Rp 234,6 
miliar atau meningkat 106 persen dibandingkan dengan tahun lalu yang 
sebesar Rp 114 miliar. Sedangkan laba bersih meningkat 133 persen dari Rp 
12,9 miliar menjadi Rp 30,1 miliar. Hingga akhir 2004, penjualan 
diperkirakan sebesar Rp 300 miliar dengan laba bersih Rp 40 miliar.

Mengenai kewajibannya, hingga September total tercatat sebesar Rp 19,1 
miliar. "Utang itu semuanya utang dagang, dan tidak ada utang pada bank. 
Baru kali ini kami akan mengeluarkan obligasi," ujar Shanta.

Infoasia memiliki empat anak perusahaan, yaitu (1) Global Communication Inc 
dengan kepemilikan saham sebesar 100 persen yang bergerak di bidang usaha 
penyedia jaringan dan jasa telekomunikasi data dan suara; (2) Distribution 
in Corporation yang bergerak di bidang usaha distribusi peranti keras 
komputer untuk negara ASEAN; (3) PT Sejahtera Globalindo sebagai penyedia 
jasa internet, VoIP, dan VPN; serta PT Global Teknindo Infotama yang 
bergerak dalam bidang penyedia jasa solusi informasi teknologi untuk 
perusahaan-perusahaan.

-- 
Warnet2000 menyediakan pasang banner dengan bonus. Banner anda 
akan kami pasangkan selama satu bulan gratis. Siapkan image
banner berikut link anda dan kirim ke [EMAIL PROTECTED] 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/IHFolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Visit our website at http://www.warnet2000.net 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke