Telkom lirik usaha telekomunikasi regional JAKARTA (Bisnis): PT Telekomunikasi Indonesia Tbk mengkaji kemungkinan mengakuisisi perusahaan telekomunikasi di kawasan Asia Tenggara atau Asia Selatan guna menggenjot pertumbuhan pendapatan di atas 25% per tahun. Dirut Telkom Kristiono mengatakan rencana itu merupakan bagian dari upaya perseroan menjadi salah satu perusahaan telekomunikasi ter-kemuka di regional Asia.
"Kalau Telkom menginginkan pertumbuhan diatas 25% per tahun, hal ini tidak bisa dari pendapatan organik [bisnis saat ini] saja tapi harus mengupayakan pendapatan non-organik. Jadi yang harus dibuka adalah pertumbuhan dari pendapatan non-organik ini," katanya. Dia berbicara di sela-sela paparan publik Telkom di Jakarta kemarin. Direktur Keuangan Telkom Rinaldi Firmansyah menambahkan Telkom mulai melirik sejumlah perusahaan di kawasan regional. Namun dia menyatakan belum dapat mengumumkan nama perusahaan dan realisasi akuisisi itu. "Namanya belum ada, masih dijajaki. Realisasinya mungkin dalam beberapa tahun lagilah," jelasnya. Komisaris Telkom Arif Arryman menambahkan, opsi peningkatan pendapatan ini tidak saja melalui akuisisi, bisa juga melalui penggabungan usaha. "Perusahaan akan mengkaji opsi mana yang paling menguntungkan nantinya," jelasnya. Mengenai sumber dana yang akan digunakan untuk merealisasikan rencana akuisisi ini, Kristiono mengatakan dapat diambil dari anggaran belanja modal (capex) Telkom pada 2005 sekitar Rp14 triliun. "Walau belanja modal itu telah dianggarkan untuk program pembangunan akses broadband dan pengembangan anak perusahaan Telkomsel, dana itu masih bisa dipergunakan untuk itu [akuisisi]," jelas dia. Dia menjelaskan anggaran itu sangat flesibel dan bukan merupakan harga mati bagi perseroan. Kaji ulang Pengamat Telekomunikasi Mas Wigrantoro mengatakan ide untuk mengakuisisi operator telekomunikasi di luar negeri itu positif bagi perusahaan. Tapi, lanjutnya, hal itu mesti dikajiulang secara mendalam agar investasi yang ditanamkan dapat memberikan benefit signifikan. Beberapa hal yang perlu dikaji, tutur dia, terutama menyangkut kesiapan manajemen, sumber pendanaan, serta apa motivasi untuk masuk ke bisnis global yang selanjutnya dipublikasikan sekaligus memberikan kesempatan kepada publik untuk menilai. "Secara konsep, rencana Telkom menjadi operator di luar negeri ada positifnya karena saat ini pun operator asing berlomba-lomba masuk ke Indonesia. Tapi, di satu sisi juga harus dilihat potensi pasar di Indonesia yang masih sangat besar," tandasnya. Wigrantoro mengkhawatirkan jangan sampai nantinya Telkom justru lebih banyak berkonsentrasi di pasar internasional dan meninggalkan kualitas layanan yang seharusnya diberikan kepada pelanggan di Indonesia. "Dengan penetrasi pasar di Indonesia saat ini masih layak sekali untuk diberikan perhatian yang sangat besar oleh Telkom. Kalau Telkom dapat memberikan kualitas layanan yang lebih baik dibanding operator negara lain maka BUMN tersebut sebetulnya sudah menjadi pemain kelas dunia tanpa harus menjadi operator di negara lain." (adn/jha) --- www.warnet2000.net is up and running! ======================================================================================== Manfaatkan layanan TelkomNet @ Premium melalui kartu prabayar I-VAS untuk meningkatkan kecepatan browing anda hingga 10x lipat. Informasi lebih lanjut www.plasa.com atau call 147. ======================================================================================== ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/IHFolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Visit our website at http://www.warnet2000.net Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
