Telepon Satelit untuk Membantu Aceh
Jakarta, Kompas - Gempa dan gelombang tsunami yang menerjang Banda Aceh hingga sejauh 10 km dari garis pantai dan 3,5 km di Meulaboh telah merusak infrastruktur termasuk jaringan telepon kabel dan seluler. Kondisi ini membuat daerah itu terisolasi bukan hanya secara fisik karena putusnya jembatan serta tertutupnya jalan- jalan oleh lumpur dan puing bangunan, tetapi juga putusnya komunikasi dengan dunia luar. Maka, pihak-pihak terkait, baik pemerintah pusat, daerah, maupun BUMN dan swasta, seperti PT Telkom, Telkomsel, Pasifik Satelit Nusantara (PSN), dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), menggelar program bantuan untuk mengatasinya. Sekretaris Jenderal APJII Heru Nugroho menjelaskan, bagi relawan organisasi nonpemerintah dan pers yang bertugas di Banda Aceh, asosiasi memberikan layanan sambungan internet lewat satelit komunikasi milik Citra Sari Makmur (CSM). Sarana ini berfungsi untuk sementara menunggu perbaikan jaringan telepon kabel Telkom. Ada "tower" yang selamat APJII memanfaatkan satu tower komunikasi di Banda Aceh yang selamat dari terjangan tsunami sebagai internet center. Di lokasi tersebut terdapat 8 unit PC dengan kapasitas sambungan internet 512 kbps. Satu node internet yang diaktifkan itu, jelas Valens Riyadi, Koordinator Lapangan Tim Air Putih-APJII di Aceh, adalah Tabina-net di Jalan Teuku Umar yang beroperasi sejak Rabu (5/1). Layanan internet ini memungkinkan melayani internet hampir di seluruh Banda Aceh bila dipasang alat wireless-local area network (LAN) berkapasitas 2,4 GHz. Untuk sambungan internet tanpa kabel dari komputer di node itu dipasang antena very small aperture terminal (VSAT) yang dapat meliput Banda Aceh hingga radius 20 km. Sekarang ini titik akses yang dipasang di Tabina-net menggunakan perangkat dengan radius jangkauan sekitar 7 km. Valens menambahkan, dengan hidupnya node ini berarti sudah 3 node yang diaktifkan. Dua lainnya di Posko BRI dan Posko PMI. Di Posko PMI terdapat 2 unit PC dan 16 sambungan komunikasi. Komunikasi menggunakan antena VSAT ke satelit PSN, kapasitasnya 128 Kbps Dengan adanya tower dan antena VSAT CSM, dapat dihidupkan media center yang lain, yaitu di Pendopo Gubernur, Kantor Infokom Banda Aceh, dan Posko LSM JRS. Masing-masing lokasi tersebut menyediakan 8 sambungan internet tanpa kabel. Heru menambahkan, APJII juga sedang membangun fasilitas yang sama di Meulaboh dan Calang. Sedangkan yang dalam progres pemasangan fasilitas internet adalah media center di Bandara Banda Aceh yang belum berfungsi karena masih terkendala menara komunikasi serta media center di Universitas Syah Kuala. Komunikasi radio di Banda Aceh dan Sumatera Utara juga berjalan melalui RAPI dan Orari pada gelombang HF, VHF Repeater, dan VHF Simplex. (yun) Visit our website at http://www.warnet2000.net Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
