Telepon Satelit, Menjawab Kondisi Darurat

SITUASI darurat, seperti gempa bumi yang merusak infrastruktur di
Pulau Nias, Sumatera Utara, maupun Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam,
telah melumpuhkan hubungan daerah bencana dengan dunia luar. Dalam
keadaan seperti itu intensitas komunikasi menjadi sangat tinggi,
sementara tidak banyak perangkat yang bisa digunakan sebagai
jembatan penghubung.

Satu di antara perangkat yang tidak dapat digunakan adalah perangkat
telekomunikasi. Gempa yang hebat telah merusak jaringan telepon,
baik telepon tetap maupun telepon seluler. Belum lagi putusnya
jaringan listrik membuat suasana gelap semakin mempersulit keadaan.

Pada kesempatan pertama memang telepon satelit menjadi pilihan
terbaik untuk sekadar bisa mengabarkan keadaan di daerah yang
terisolasi tersebut. Memang sebenarnya pesawat radio komunikasi
frekuensi tinggi (HF) bisa juga digunakan, tetapi perangkat seperti
itu membutuhkan kecakapan, selain kebiasaan menjalin hubungan dengan
daerah yang dituju.

Telepon satelit lebih mudah dioperasikan dan tidak bergantung pada
infrastruktur di darat, kecuali perangkat pengisi setrum pada
baterainya. Bahkan jika kebutuhan listrik (bisa dari baterai) bisa
dipenuhi, seseorang bisa mengirimkan tulisan maupun gambar melalui
jaringan internet ke mana pun di dunia ini.

Pada kesempatan pertama memang tidak banyak perangkat yang bisa
digunakan. Selain karena sempitnya waktu, sehingga tidak mungkin
membawa peralatan yang berat, hal itu juga karena belum ada
informasi yang bisa diketahui untuk melihat kerusakan infrastruktur.

Jika tingkat kerusakan berat, langkah berikutnya memang harus
menyediakan perangkat darurat sebelum bisa memulihkan infrastruktur
darurat. Katakanlah seperti unit telekomunikasi bergerak darurat
(EMTU atau emergency mobile telecommunication unit) yang dibuat
dalam sebuah kendaraan yang lengkap, mulai dari generator listrik
sampai perangkat transmisi ke satelit.

Untuk keadaan infrastruktur seperti di Nias, termasuk juga Aceh, hal
itu memang lebih mudah dijangkau dari darat atau dari udara
mempergunakan helikopter. Keadaan akan menjadi lebih sulit jika
bencana terjadi di kepulauan yang kecil, sebut saja seperti gempa
yang terjadi di Pulau Alor, di mana dalam keadaan biasa pun sudah
sulit dijangkau dari daratan, sehingga perangkat seperti EMTU sulit
dibawa ke daerah yang infrastruktur daratnya sulit dilalui. Apalagi
jika gempa banyak memutuskan infrastruktur itu, baik jalan-jalan
maupun jembatan yang terputus oleh tanah yang terbelah maupun
longsor yang menutup badan jalan.

Berbasis satelit

Dalam keadaan sulit, memang telepon satelit tetap menjadi pilihan
terbaik, karena tidak banyak membutuhkan peralatan. Hal ini bahkan
dengan mudah bisa dilakukan para sukarelawan maupun wartawan yang
mobilitasnya tinggi dan tidak banyak bergantung pada pihak lain.

Sekarang ini telepon satelit sebenarnya relatif mudah didapatkan,
hanya memang tidak populer mengingat biaya operasionalnya tinggi.
Selain berbentuk telepon bergerak, juga berbentuk telepon tetap yang
biasa digunakan perusahaan-perusahaan di daerah terpencil, seperti
perusahaan pertambangan, termasuk pengeboran minyak lepas pantai.

Untuk kawasan Asia sudah ada telepon satelit yang dikelola PT
Pasifik Satelit Nusantara (PSN) yang memanfaatkan satelit Garuda 1.
Sementara untuk jaringan yang bersifat global antara lain jaringan
tertua Inmarsat, Globalstar, dan Iridium.

Jaringan PSN merupakan layanan satelit GSM yang berbasis pada
jaringan Aces (Asia Celluler Satellite). Kawasan yang terlayani
mulai bagian barat Asia, seperti India dan Pakistan, ke bagian timur
sampai wilayah Papua Niugini dan Filipina, utara ke Jepang dan
China, sampai ke Indonesia di selatan.

Produk layanan Byru merupakan produk yang cukup dikenal, merupakan
layanan dengan menggunakan telepon genggam berbasis satelit Ericsson
R190. Dengan kartu prabayar maupun pascabayar, telepon ini bisa
mengakses jaringan GSM di seluruh dunia yang bermitra dengan Byru.

Adapun untuk layanan telepon tetap berbasis satelit mereka sebut
Pasti. Sementara itu, PSN juga masih memiliki layanan telepon kapal
berbasis satelit yang mereka sebut Byru Marine.

Selain itu, masih ada layanan internet berbasis satelit melalui
infrastruktur internet berkecepatan tinggi yang mereka sebut
[EMAIL PROTECTED] Layanan terbaru [EMAIL PROTECTED] berupa koneksi internet
menggunakan teknologi VSAT IP-DVB. Layanan ini memanfaatkan satelit
Palapa C1.

Satelit global

Perintis untuk komunikasi satelit bergerak secara global adalah
perusahaan Inmarsat yang semula lebih banyak dikenal untuk kebutuhan
kapal-kapal besar. Dengan mengoperasikan sebuah konstalasi satelit
geostasioner sekarang juga melayani komunikasi telepon bergerak,
faksimile, dan data hampir di seluruh permukaan Bumi ini.

Para pengguna dapat berhubungan dengan jaringan telepon
internasional dan mengirimkan data melalui internet. Selain
dimanfaatkan bagi mereka yang berhubungan dengan kapal, juga
televisi, para relawan internasional, penerbangan, sampai perbankan.

Perusahaan yang bermarkas di London, Inggris, ini pada awal tahun
1980-an sudah memiliki 900 pelanggan yang berbasis kapal. Sejak itu
layanan ditingkatkan ke pemakai di darat dan udara, bahkan pada era
telepon seluler ini jaringan satelit Inmarsat mendukung layanan BGAN
atau broadband global area network. BGAN ini kompatibel dengan
sistem seluler jaringan ketiga.

Peluncuran satelit Inmarsat-4 (I-4) yang pertama 10 Maret lalu akan
mendukung layanan BGAN tahun 2005 ini. Dengan satelit ini akan dapat
dilayani akses internet, video-on-demand, videoconferencing, sampai
kecepatan 432 kbps (kilobit per detik) yang menjangkau hampir di
seluruh permukaan Bumi ini.

Satelit I-4 yang ditempatkan pada ketinggian 36.000 kilometer di
atas permukaan Bumi ini dengan satelit I-4 kedua yang rencananya
diluncurkan kuartal ketiga tahun ini untuk bisa meliput seluruh
permukaan Bumi.

Persaingan

Berbeda dengan satelit Inmarsat, Globalstar yang muncul kemudian
menggunakan pendekatan berbeda. Perusahaan ini mempergunakan
jaringan konstalasi satelit yang terdiri atas 48 satelit yang
diletakkan di orbit rendah (LEO atau low-earth orbiting) yang berada
pada ketinggian kurang dari 1.300 kilometer dari permukaan Bumi.

Tidak heran jika telepon satelit Globalstar sangat menyerupai
telepon seluler yang bisa digunakan saat ini. Dengan mempergunakan
teknologi code division multiple acces (CDMA) yang mereka yakini
aman dan jernih mampu meng-cover lebih dari 80 persen permukaan
Bumi, kecuali wilayah kedua kutub dan beberapa kawasan di samudra.

Iridium mempergunakan pendekatan yang sama, yaitu menggelar
rangkaian satelit di orbit rendah, sekitar 780 kilometer dari
permukaan Bumi. Dengan konstalasi 66 satelit LEO mereka meyakini
mampu membalut seluruh permukaan Bumi, termasuk samudra, wilayah
kutub dan udara.

Penempatan satelit pada orbit LEO memiliki kelebihan, terutama daya
transmisi perangkat telekomunikasi di darat lebih kecil, sehingga
bisa lebih menghemat baterai dan perangkat bisa dibuat lebih
ringkas. Selain itu, delay atau jeda antara pengirim dan penerima
juga menjadi lebih kecil.

Untuk layanan telepon Iridium mempergunakan telepon satelit 9500
atau 9505a versi yang lebih kecil, lebih ringan, dan lebih tahan
air, guncangan, maupun debu. Ponsat (telepon satelit) buatan
Motorola ini bisa dihubungkan dengan komputer untuk mengakses
internet.

Sedangkan Globalstar mempergunakan ponsat GSP 1600 yang secara
otomatis (bisa juga dengan cara manual) berpindah dari mode jaringan
satelit Globalstar ke mode seluler digital (CDMA) atau mode analog
Amerika Utara (AMPS).

Tentu saja selain model "ponsel", juga tersedia model bergerak yang
harus ditenteng dengan koper kecil seperti Nera WorldCommunicator.
Jenis ini bisa menyalurkan data sampai 64 kbps, seperti layaknya
sebuah jaringan telepon kabel biasa. Dengan memanfaatkan komputer
personal, notebook, maupun palmtop/PDA, kita bisa mengakses internet
dengan mudah, termasuk mengirimkan gambar-gambar. (AWe)

-- 
Ruang Kantor siap pakai di Surabaya, fasilitas lengkap, meja, ac.
Hubungi Office Center, Jl Pucang Anom Timur I/19, Surabaya 60282,
Tel. 031 5013570, fax. 031 5048504 email: [EMAIL PROTECTED]


Visit our website at http://www.warnet2000.net 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke