Bercengkerama di Jalur WiFi

MASIH ingat komunikasi radio jalur frekuensi 2 meteran? Mereka yang
gemar ngebrik tentu mengenal betul jalur yang sangat populer dan
sekaligus sangat sibuk ini. Bahkan sampai saat ini sebagian
komunitas 2 meteran masih tetap bertahan sekalipun perannya sudah
banyak dikurangi dengan hadirnya telepon seluler.

SEBAGIAN komunitas yang mempergunakan jalur frekuensi 144 MHz
(megahertz) ini kemudian bermigrasi dan berevolusi ke jalur tanpa
izin (unlicensed) yang dibuka untuk masyarakat dunia, yaitu jalur
2,4 GHz (gigahertz) atau 24.000 MHz. Terutama mereka yang berasal
dari kalangan kampus maupun para eksekutif muda yang sudah akrab
bergaul dengan produk-produk teknologi canggih.

Komunitas baru pun tumbuh, terutama bagi mereka yang alergi dengan
gaya-gaya breaker atau bahkan mereka yang tidak pernah berkomunikasi
dengan radio sama sekali. Dengan membebaskan jalur 2,4 GHz untuk
kepentingan umum, hal itu sepertinya telah memberi peluang baru
seperti pada era keemasan radio 2 meteran.

Tidak mengherankan apabila sekarang sudah mulai banyak yang
mempergunakan sarana di jalur gelombang mikro ini untuk "mojok".
Awalnya memang hanya komunikasi tulisan dengan perangkat komputer
kecil seperti notebook atau PDA (Personal Digital Assistant) saja,
tetapi belakangan ini sudah ada yang menggunakan handset untuk
berkomunikasi suara.

Hal ini dimungkinkan karena berkembangnya teknologi VoIP (Voice over
Internet Protocol). Teknologi VoIP sendiri sebelumnya sempat membuat
geger penyelenggara telekomunikasi yang tertinggal oleh pesatnya
kemajuan teknologi telekomunikasi ini. Dengan jaringan WiFi sangat
dimungkinkan untuk melakukan hubungan ala VoIP atau ada yang
menyebut dengan VoIP over WiFi (VoWiFi). Berkomunikasi dengan
mitranya di luar kota dengan biaya lokal atau bahkan gratis sama
sekali melalui layanan WiFi di kafe.

Bahkan sekarang sudah ada handset untuk melakukan hubungan telepon
VoIP melalui jaringan WiFi, selain aplikasi telepon Push-to-Talk
(PTT) melalui telepon VoIP. Pada jaringan telepon seluler produk
handset PTT atau teknologinya juga disebut PTT over Celluler (PoC).

Cara berkomunikasi dengan perangkat PTT atau PoC sama seperti
berbicara mempergunakan pesawat handie talkie (HT) biasa. Pencet
tombol saat berbicara atau Pust-to-Talk dan pada saat yang bersamaan
lawan bicara-bisa satu atau beberapa-mendengarkan.

Termasuk telepon video yang bukan hanya suara, tetapi juga gambar
dari lawan bicara, ini merupakan peningkatan penggunaan VoIP over
WiFi. Kebanyakan perangkat yang dibuat masih untuk perangkat ponsel,
termasuk istilahnya pun masih masing-masing.

KOMUNIKASI VoIP tidak bisa dihalangi lagi, dan komunikasi suara yang
murah ini juga masih menjadi muatan yang dominan dalam
telekomunikasi masa depan. Sistem ini menjadi murah jika digunakan
untuk jarak yang jauh, antarkota, atau bahkan dengan luar negeri.

Dengan PDA phone seseorang bisa bercengkerama melalui saluran WiFi
maupun jaringan telepon seluler sesuai dengan operator yang
dilanggani. Baik berkomunikasi dengan gambar video atau hanya
tulisan (chatting) atau bahkan hanya berbicara saja layaknya telepon
konvensional atau HT.

Ketika bergerak, seseorang bisa mempergunakan PDA sebagai sarana
telepon seluler, dan pada saat diam dan berada di suatu tempat yang
terdapat hotspot atau access point yang bisa diakses untuk
menggunakan jaringan WiFi.

Bahkan perusahaan-perusahaan besar sekarang menggunakan jaringan
WiFi untuk memperluas jaringan kabel. Mereka menghubungkan titik
akses nirkabel ke jaringan backbone mereka untuk menyediakan akses
jaringan dan internet di ruang-ruang pertemuan, lobi, kantin, dan
ruang-ruang umum lainnya.

Tentu ini akan memberikan fleksibilitas yang sangat tinggi, selain
juga biaya yang murah. Komunikasi telepon nirkabel bisa dilakukan
melalui WiFi dan tidak perlu keluar melalui saluran telepon atau
koneksi internet lainnya selama masih berada di dalam jangkauan
gelombang radio WiFi.

Sepertinya WiFi akan menyedot kue yang diperebutkan para operator
seluler maupun operator telepon tetap. Namun, seperti Telkomsel,
mereka justru membuka layanan WiFi bagi para pelanggannya yang
mereka sebut Surfzone. Saat ini Telkomsel sedang mendemonstrasikan
fasilitas WiFi mereka dan pada saat yang sama mereka juga
memperkenalkan jaringan seluler berkecepatan tinggi atau Enhanced
Data rate GSM Evolution (EDGE) dengan kecepatan sampai 128 kbps.

Pemilik handset seperti Nokia 9500 Communicator bisa langsung
mencoba dua layanan yang sedang didemonstrasikan ini. Tak banyak PDA
yang dirancang untuk memiliki dua fasilitas berkecepatan tinggi
tersebut.

Seperti iPAQ h6365 dari Hewlett-Packard (HP) bisa akses WiFi, tetapi
tidak bisa EDGE, kecuali saluran GPRS kelas 10. Sama halnya dengan
O2Xda Iis yang bisa WiFi, tetapi fasilitas seluler hanya GPRS.
Adapun Treo 650 bisa untuk EDGE, tetapi tanpa WiFi.

SEMULA WiFi atau Wireless Fidelity yang bekerja pada frekuensi 2,4
GHz dan 5,8 GHz ini lebih berfungsi bagi para pengguna notebook atau
PDA untuk mengakses internet tanpa kabel. Itu terutama bagi mereka
yang sedang bepergian, seperti di bandara, hotel-hotel besar,
kafe-kafe, maupun mal-mal.

Dalam dunia industri WiFi dikenal dengan teknologi komunikasi
wireless LAN (WLAN) yang berhubungan dengan standar jaringan
nirkabel Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE)
802.11. Dengan standar 802.11b mampu menyalurkan 11 megabit per
detik (mbps) dan 54 mbps untuk standar 802.11a dan untuk jarak yang
lebih jauh digunakan standar 802.11g.

WLAN menyelenggarakan komunikasi jaringan nirkabel pada jarak pendek
(terbatas) dengan daya yang rendah. Dengan daya yang dibatasi
sehingga hanya bisa menjangkau sekitar radius 100 meter saja, dengan
demikian akan mudah terhalang tembok maupun benda-benda penyekat
lain.

Walaupun untuk kondisi seperti di Indonesia ada yang menggunakan
booster untuk memperluas jangkauan, terutama untuk kegiatan luar
ruang, atau juga melewatkan pada kabel listrik yang sebagai antena
untuk menembus tembok beton.

Seperti halnya sebuah teknologi nirkabel seluler, WiFi memungkinkan
perangkat seperti PDA phone ataupun notebook menjelajah internet,
selain berhubungan langsung antarmereka point-to-point. Termasuk
antargedung atau antarkawasan dari sebuah perusahaan atau kampus
yang sama.

Meskipun daya yang dipergunakan kecil, WiFi mampu membawa informasi
ribuan kali lebih besar daripada radio komunikasi konvensional yang
pita frekuensinya sangat sempit. Karena itu, tidak heran apabila
teknologi WiFi kemudian berkembang untuk aplikasi VoIP dalam
komunikasi suara.

Sebelumnya kalangan kampus menggunakan radio komunikasi, termasuk
jalur 2 meter, untuk berkomunikasi dengan tulisan (e-mail).
Sekalipun hanya sedikit informasi yang bisa dialirkan ataupun
diterima, hal itu sudah sangat membantu sebelum akhirnya jalur 2,4
GHz dibuka.

Tentu saja, karena kalangan kampus bisa bermigrasi ke jalur
gelombang mikro itu tanpa harus takut dikatakan melanggar hukum
tentang pemanfaatan frekuensi. Apalagi semakin banyak peralatan yang
dijual untuk pita frekuensi itu dan WiFi tumbuh bak jamur di musim
hujan.

"Di Jakarta ini sudah banyak sekali termasuk mereka yang menggunakan
untuk point-to- point," kata Sumaryo, seorang pengamat
telekomunikasi WLAN di Jakarta. Sebut saja kawasan Jalan Thamrin,
komunitas WiFi dikatakan sudah begitu padat, bahkan apabila dipindai
akan terlihat betapa banyaknya aktivitas di jalur 2,4 GHz.

SOLUSI yang boleh dikatakan murah ini merebak di kampus-kampus kota
besar. Mereka bukan hanya tidak direpotkan mencari koneksi ke
jaringan telepon, tetapi juga unsur tidak perlu membayar inilah yang
sebenarnya menarik.

Sepertinya mereka mendapatkan jalan keluar yang tepat daripada
menjelajah internet melalui telepon kabel biasa. Belum lagi masalah
lambatnya akses melalui telepon karena terlalu banyak pemakai,
sedangkan jaringan sudah jenuh.

Selain akses ke jaringan LAN, maka jika pihak kampus menyediakan
saluran ke internet, hal itu akan memungkinkan mahasiswa untuk
menjelajah internet. Banyak bahan studi yang bisa dicari di
internet, selain mereka juga membangun komunitas e-mail (mailing
list), berkomunikasi dengan pihak luar.

"Untuk hubungan WLAN ke internet bisa digunakan jalur apa saja. Mau
pakai broadband, jalur telepon biasa, ataupun serat optik," kata
Dyan Arifin, pelaku bisnis komputer.

Banyak kegiatan kampus yang bisa diinformasikan melalui jaringan
nirkabel ini, apalagi jika tersambung ke jalur internet. Apakah itu
radio komunitas kampus yang selama ini menggunakan jalur frekuensi
FM yang belakangan banyak ditertibkan, juga aktivitas televisi
kampus bisa lebih dihidupkan melalui jaringan internet. (AW
Subarkah)

---
If you need an office in Surabaya you don't have to invest on
furnitures, ac etc. Contact: Office Center, Jl Pucang Anom Timur
I/19, Surabaya 60282, Tel. 031 5013570, email: [EMAIL PROTECTED]


Visit our website at http://www.warnet2000.net 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke