Semaraknya Jalur Frekuensi 2,4 GHz PANTAS saja apabila jalur frekuensi radio 2,4 gigahertz (GHz) belakangan menjadi ramai kegiatan. Jalur yang sudah dibuka untuk aktivitas tanpa lisensi sejak akhir tahun lalu ini telah memberikan kesempatan yang menarik bagi penggiat di bidang komunikasi radio.
TERUTAMA aktivitas WiFi atau Wireless Fidelity yang sudah seperti bisul yang akan pecah segera memanfaatkan peluang ini sebaik-baiknya. Teknologi yang awalnya ditujukan bagi pada pengguna notebook ataupun PDA (Personal Digital Assistant) ini bahkan menembus ke pedalaman, terutama lingkungan yang tidak terjangkau saluran telepon tetap. Berikutnya yang menikmati "kebebasan" ini adalah jaringan bluetooth. Sebagai jaringan nirkabel pengganti kabel untuk perangkat elektronik maupun komputer, terutama yang terkait dengan telepon seluler ini sebenarnya sudah eksis, hanya karena dayanya rendah, kurang dari 1 miliwatt dengan maksimal hanya menjangkau sekitar 10 meter ini tidak banyak dipermasalahkan. Sepertinya semua kegiatan radio tanpa lisensi akan bisa memanfaatkan frekuensi ini. Terutama karena sebelumnya negara-negara maju, terutama Amerika Serikat, sudah memberlakukan sebagai frekuensi "bebas" sehingga dengan sendirinya banyak perangkat radio yang sudah dibuat untuk frekuensi ini bisa masuk tanpa harus banyak penyesuaian. Termasuk telepon tanpa kabel lain yang biasa disebut cordless phone juga didorong masuk frekuensi 2.400 megahertz (MHz) ini. Ketika masih beroperasi secara analog telepon nirkabel yang biasa menjadi kepanjangan dari telepon tetap ini mempergunakan jalur 43-50 MHz dan sempat digeser ke jalur 900 MHz. Aktivitas lain yang berkembang seperti telepon three-in-one, yaitu telepon seluler yang bisa berfungsi sebagai handie-talkie (HT) dan sekaligus cordless. Juga pengembangan HomeRF Working Group dengan daya 125 miliwatt untuk jarak maksimal 50 meter dan dirancang hanya untuk aplikasi rumah tangga serta berpita frekuensi 5 MHz dan transfer data 10 Mbps. Pita frekuensi 2,4 GHz di Indonesia semula digunakan sebagai microwave-link yang biasanya sebagai backbone infrastruktur telekomunikasi antarkota. Tentu saja jalur udara di luar menjadi semakin marak dengan pemakaian perangkat-perangkat lain, sekalipun berdaya rendah. TELEPON cordless merupakan alternatif nirkabel menarik sebelum era telepon seluler merebak seperti sekarang ini. Keadaan ini sebenarnya bisa bertahan apabila pemilik jaringan telepon kabel atau jaringan telepon tetap bisa memberikan tarif lokal menarik, bukan sebaliknya. Karena, biasanya perangkat ini menjadi sarana untuk menirkabelkan telepon tetap. Selama masih dalam jangkauan transmisi dan penerimaan antara handset dengan "induk" yang terhubung dengan saluran telepon tetap, maka komunikasi nirkabel bisa dilakukan. Sebelum ada jaringan telepon seluler, perangkat cordless memang merupakan solusi nirkabel yang pernah berkembang baik. Ini merupakan alternatif lain daripada mempergunakan perangkat HT yang harus menggunakan izin dan kecakapan dalam mempergunakannya. Dengan masuknya telepon cordless ke jalur frekuensi 2,4 GHz ini-apalagi jika jalur 5,8 GHz juga dibuka-maka peluang untuk kembali mengangkat tetap ada. Berbagai aplikasi dikembangkan seiring dengan berkembangnya teknologi digital. Yang menonjol memang adalah penerapan teknologi digital sehingga lebih fleksibel dan sulit disadap. Tentu saja keadaan ini semakin memadatkan aktivitas pada jalur tanpa lisensi ini, alternatif lain adalah jalur 5,8 GHz yang belum resmi digunakan sebagai jalur tanpa lisensi untuk di Indonesia. Produk yang menarik seperti Motorola CLS1450CB yang menggabungkan fungsi nirkabel dan radio dua arah. Dengan satu base station yang harus dihubungkan ke saluran telepon mendukung sampai empat handset CLS1450CB. Untuk kebutuhan bisnis seri Panasonic KX-TG4000B bisa dilengkapi sampai delapan handset. Perangkat Multi-Handset Cordless Phone System ini menggunakan empat jalur telepon. Harganya juga relatif tinggi dibandingkan cordeless lainnya. Adapun yang bekerja di jalur 5,8 GHz juga tidak kalah menariknya. Misalnya Uniden ELBT595 yang dilengkapi dengan fasilitas bluetooth, dengan model seperti telepon seluler cordless ini mampu diperluas sampai 10 handset berlayar 4.096 warna dengan menambahkan sembilan handset ELX500. Untuk Panasonic KX- TG6502B yang bekerja untuk dua jalur telepon hanya bisa diperluas sampai empat handset dengan menambahkan dua handset KX-TGA650B. Sementara itu, untuk komunikasi jarak jauh perangkat cordless ke depannya digabungkan dengan kemampuan teknologi VoIP (Voice over Internet Protocol). Dengan demikian mereka tetap bisa membayar dengan tarif lokal untuk hubungan luar kota atau luar negeri sekalipun. PADA awalnya telepon ini hanya merupakan gabungan antara telepon biasa dengan perangkat transceiver (transmisi dan receiver/penerima) biasa. Karena itu, sangat mudah disadap oleh telepon lain atau radio scanner sehingga bukan hanya keamanan yang tidak terjamin, bahkan telepon ini bisa digunakan oleh orang yang tidak berhak yang mengetahui frekuensi operasinya. Baru tahun 1995 mulai diperkenalkan teknologi DSS (Digital Spread Spectrum) untuk telepon cordless. Teknologi ini memungkinkan informasi digital disalurkan melalui beberapa frekuensi antara handset dengan induknya yang hampir tidak mungkin disadap. Kondisi ini semakin mendapat tempat setelah tiga tahun kemudian AS melalui FCC (Federal Communications Commission) membuka peluang baru cordless untuk menggunakan frekuensi tanpa lisensi ini. Selain teknologinya sulit disadap, juga frekuensinya berada di atas radio scanner biasa, juga kualitasnya menjadi lebih baik. Teknologi DSS sebenarnya secara lebih sederhana sudah diterapkan dalam Perang Dunia II, yaitu dengan memindah-mindahkan jalur frekuensi supaya tidak disadap atau bahkan di-jam oleh lawan. Dengan konsep frequency-hopping pada teknologi digital DSS dijalankan lebih sempurna dan lebih cepat. Gagasan di belakang frequency-hopping sebenarnya sederhana, yaitu komunikasi berpindah-pindah dari satu frekuensi ke frekuensi lain secara cepat. Pilihan frekuensi berikut dilakukan secara acak sehingga mempersulit seseorang yang ingin menyadap ataupun mengganggu dengan men-jamming. Inilah sebabnya mengapa teknologi ini juga disebut dengan teknologi FHSS (Frequency Hopping Spread Spectrum). Teknologi FHSS melakukan komunikasi berpindah-pindah dari satu frekuensi ke frekuensi lain ke seluruh spektrum 2,4 GHz, yaitu antara 2.400 MHz dan 2.483,5 MHz. Teknologi berpindah-pindah ini sebelumnya juga dilakukan untuk mengamankan komunikasi perangkat HT konvensional. Dibandingkan dengan yang diterapkan pada HT biasa yang sangat terbatas alokasi frekuensinya, yang tentu sulit mendapatkan tempat yang longgar, maka spektrum yang luas memungkinkan cordless mendapatkan tempat yang kosong selama memindah-mindahkan frekuensi tanpa menge-jam frekuensi yang sudah dipergunakan perangkat lain. Namun, kelemahan dari teknologi ini memungkinkan munculnya interferensi dengan perangkat WiFi atau WLAN yang beroperasi tidak jauh dari pemakai cordless. Ini bisa terjadi pada WiFi yang mempergunakan teknologi DSSS (Direct Sequence Spread Spectrum) yang transmit secara tetap pada sekitar sepertiga spektrum 2,4 GHz. Keadaan ini memungkinkan saling "bertabrakan" antara perangkat cordless dengan frekuensi yang digunakan WLAN. Selain itu jalur frekuensi 2,4 GHz juga digunakan untuk kegiatan ISM (industri, ilmiah dan medis), dengan demikian setiap layanan yang mempergunakan jalur "bebas" harus siap menerima interferensi pada kegiatan ISM ini. Sementara justru yang dikhawatirkan adalah gangguan perangkat lain pada perangkat medis yang ada di rumah sakit, maupun perangkat yang digunakan seperti untuk alat bantu pendengaran. Sementara upaya lain untuk meningkatkan keamanan cordless selain memindahkan frekuensi dari puluhan sampai ratusan frekuensi yang dipergunakan juga masih bisa ditingkatkan. Antara lain dengan menerapkan kode-kode scrambling yang jumlahnya ada jutaan, kode ini dipilih ketika handset diangkat dari dudukannya. (AW SUBARKAH) --- If you need an office in Surabaya you don't have to invest on furnitures, ac etc. Contact: Office Center, Jl Pucang Anom Timur I/19, Surabaya 60282, Tel. 031 5013570, email: [EMAIL PROTECTED] Visit our website at http://www.warnet2000.net Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
