BSA: Harga tak terkait tingkat pembajakan software JAKARTA (Bisnis): Tidak ada kaitan antara faktor harga lisensi yang dinilai mahal dan tingginya tingkat pembajakan peranti lunak, karena yang dibutuhkan pengguna adalah ketersediaan software alternatif, kata praktisi BSA.
"Orang selalu mencari pembenaran agar lolos dari jeratan hukum akibat pelanggaran Hak Cipta yang mereka lakukan, faktor harga adalah salah satunya," ujar Direktur Anti-Pembajakan Business Software Alliance untuk Asia, Tarun Sawney, kemarin. Dia berargumen seberapapun harga peranti lunak diturunkan, risiko dibajak tetap tinggi, contohnya pada aplikasi anti virus. Kendati harganya jauh lebih murah dibandingkan sistem operasi atau aplikasi perkantoran, tetap saja dibajak. Harga lisensi sistem operasi Microsoft Windows saat ini sekitar US$100, paket aplikasi perkantoran Microsoft Office sekitar US$300 sedangkan aplikasi antivirus umumnya hanya dijual dengan harga US$30. Lebih lanjut, studi lembaga riset IDC terhadap tingkat pembajakan peranti lunak dunia-baik pada 2003 maupun 2004-sama sekali tidak menyebutkan faktor harga yang mahal sebagai salah satu faktor yang menyuburkan pembajakan. Tarun berpendapat mahal-murahnya harga peranti lunak bersifat relatif, tergantung dari besar-kecilnya keuntungan yang diraih pengguna dengan memakai peranti lunak tersebut. Menurut dia peranti lunak dalam sistem ekonomi global yang didorong teknologi informasi saat ini adalah pendukung produktivitas. Oleh karena itu peranti lunak selayaknya diperhitungkan sebagai aset perusahaan. "Sangat tidak masuk akal perusahaan bersedia membayar alat-alat kantor yang mewah sementara mereka enggan mengeluarkan uang untuk software yang sebetulnya menjadi untuk produktif," tutur Tarun. Bukan pemutihan Terkait harga peranti lunak, Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan Djalil melalui siaran pers Microsoft meralat pernyataannya tentang kesepakatan pemerintah dan Microsoft untuk pemutihan peranti lunak bajakan. "Saya ingin meluruskan, kami masih mencari jalan agar Microsoft dan pemerintah Indonesia bisa menyediakan peranti lunak legal yang terjangkau bagi masyarakat. Saat ini tidak ada kesepakatan untuk menerapkan program pemutihan US$1 per PC," tuturnya. Kesepatakan pemutihan itu diucapkan Sofyan Djalil kepada wartawan beberapa waktu lalu, menyusul pertemuan Presiden SBY dan pendiri Microsoft Bill Gates di markas raksasa peranti lunak itu di Redmond, Washington. Selanjutnya Tarun mengatakan jika harga peranti lunak yang saat ini umum digunakan dinilai kelewat mahal, pengguna sebaiknya mempertimbangkan produk alternatif yang terjangkau, asalkan tetap legal. Peranti lunak open source adalah salah satu pilihan, walaupun dari perhitungan total biaya kepemilikan tidak selalu lebih murah. Beberapa peranti lunak open source bahkan bisa digunakan secara gratis. "Masalahnya adalah bagaimana menyadarkan pengguna akan keberadaan peranti lunak alternatif itu," ujar Tarun. Di lain pihak, ketersediaan berbagai peranti lunak alternatif yang terjangkau mensyaratkan perlindungan terhadap Hak Cipta sehingga para pengembang tidak takut ciptaannya dibajak. Dia mengingatkan perlindungan Hak Cipta juga tidak cukup dengan menyediakan regulasi saja-Indonesia sudah memiliki UU Hak Cipta dan UU Cakram Optik-melainkan pada penegakkannya. "Contoh yang baik adalah bagaimana Taiwan mampu menekan tingkat pembajakan dari 72% pada 1992 menjadi 43% pada 2004 berkat dukungan pemerintah baik dari sisi penegakkan hukum maupun pengembangan industri," tutur Tarun. --- Anda perlu meeting room atau kantor sementara di Surabaya? Tersedia ruangan dengan biaya ringan harian, lengkap meja dan full ac. Hubungi: Office Center, Jl Pucang Anom Timur I/19, tel. 031 5013570, fax. 031 5048504, Surabaya 60282. Visit our website at http://www.warnet2000.net Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
