Tiger, Alternatif Windows dan Linux Oleh: René L Pattiradjawane
PILIHAN sistem operasi komputer beserta tampilan dan fitur yang ada di dalamnya sebenarnya tidak menjadi persoalan bagi pengguna awam, karena menjalankan dan menggunakan sebuah komputer adalah kebiasaan. Dan berbagai perangkat teknologi komunikasi informasi akan menjadi sangat populer bila penggunaan perangkat keras dan lunak mudah digunakan, bersahabat, dan yang juga menjadi pertimbangan adalah harganya yang terjangkau. Namun, di sisi lain, banyak di antara kita yang cenderung khawatir untuk mencoba segala sesuatu yang baru dalam teknologi komunikasi informasi. Kekhawatiran ini sering diartikan oleh kawula muda sebagai gagap teknologi yang populer disebut sebagai gaptek. Ini juga yang antara lain menyebabkan kenapa IGOS (Indonesia Goes Open Sources) sulit untuk diterima sebagai sebuah kenyataan, dan menjadi alternatif untuk menggunakan sistem operasi komputer nonbajakan. Mereka yang berusia di atas 30-35 tahun (kecuali yang hobi mengutak-atik teknologi), condong untuk menggunakan sistem operasi Windows buatan Microsoft ketimbang menggunakan sistem operasi lain non-Windows. Memang ada beberapa alasan. Salah satunya adalah persepsi, sistem operasi Windows seolah-olah lahir bersama kita menjadi bagian kehidupan yang tidak terpisahkan. Popularitas Microsoft dengan penguasaan pangsa pasar Windows yang meluas di seluruh dunia, kita mungkin sudah tidak ingat lagi kapan sebenarnya Microsoft Windows ada di tengah-tengah kita. Alasan lain kalau melihat kebutuhan korporasi, berbagai perusahaan yang mengandalkan komputer sebagai alat bantu kerja, condong memilih Microsoft Windows karena pertimbangan layanan purna jual serta dukungan teknis yang tidak dimiliki sistem operasi lain. Artinya, sistem operasi Windows bisa menjadi sebuah solusi murah karena pengguna korporasi tidak dipusingkan dengan masalah-masalah teknis dan dukungan. Salah persepsi Kenyataan ini juga menyimpulkan kalau solusi open sources penggunaan sistem operasi Linux yang sekarang menjadi pergunjingan terkait kampanye IGOS, belum tentu menarik dan menjadi solusi murah. Alasannya sederhana saja, sulit sekali mencari dukungan sistem operasi Linux yang memiliki banyak distro. Padahal, di luar Microsoft Windows dan sistem operasi Linux, ada pilihan sistem operasi Mac OS yang memperkenalkan sistem terbaru yang disebut Tiger (sebelumnya bernama Panther, lihat Kompas 3/11/2003) yang digunakan komputer buatan Apple. Dibanding sistem operasi komputer yang ada sekarang, Panther (yang disebut sebagai Mac OS 10.4) selain sangat andal dari berbagai kerawan komputer seperti virus dan spam, juga menjadi solusi murah yang menarik. Selama ini memang ada salah persepsi kalau komputer buatan Apple tidak bersahabat, mahal, dan hanya digunakan khusus keperluan editing film atau video. Tidak ada yang salah dengan persepsi ini, karena memang kesan ini yang dimunculkan oleh Apple Computers sendiri yang pada awalnya menjadi komputer pribadi paling laku dengan seri Apple II sebelum kehadiran komputer yang dikenal IBM PC. Dalam beberapa tahun terakhir ini, Apple sendiri menghasilkan beberapa produk yang sebenarnya bertolak belakang dengan persepsi tersebut. Perangkat lunak yang dihasilkan untuk digunakan pada komputer Apple semakin banyak dan semakin mudah untuk digunakan. Perangkat lunak yang dihasilkan pun menjadi lebih murah, dan gadget seperti iPod mengukir sejarahnya sendiri dengan penjualan jutaan unit. Bahkan, beberapa komputer Apple seperti Mac Mini harganya sangat terjangkau lebih murah dari kebanyakan komputer bermerek, apalagi komputer notebook iBook yang dijual di bawah Rp 10 juta. Mudah dan bersahabat Sistem operasi Tiger Mac OS 10.4 buatan Apple bisa menjadi alternatif menarik di luar Windows dan Linux. Harganya pun terjangkau, penggunaan Tiger untuk 5 lisensi bisa diperoleh dengan harga sekitar Rp 1,5 juta. Dan dibanding dengan Windows maupun Linux, Mac OS 10.4 sangat bersahabat, mudah digunakan, dan fitur yang sangat beragam. Salah satunya adalah Spotlight dan Dashboard Widget. Spotlight adalah fitur aplikasi pencari canggih, berkemampuan untuk mencari apa saja, mulai dari file, folder, e-mail, dan berbagai macam file komputer secara cepat. Hasil pencarian secara apik ditampilkan sesuai kategori. Bahkan, selain kecepatan mencari Spotlight juga memiliki kemampuan untuk mencari secara mendalam, di luar kriteria umum (nama, jenis, atau kata) dengan memperluas parameter (seperti audio bit-rate, warna, atau jenis enkripsi) yang tidak bisa dilakukan sistem operasi lain. Sedangkan Dashboard Widget, merupakan ciptaan orisinal Apple Computers. Dashboard Widget adalah aplikasi mini aggregasi informasi seperti perkembangan bursa, cuaca, jadwal penerbangan, kamus, berita, dan lainnya. Masih banyak fitur menarik dalam Mac OS 10.4 ini. Yang belum terbiasa dengan sistem operasi ini pasti akan menyukai fitur-fitur yang ramah, mudah digunakan, dan termasuk murah kalau menggunakan komputer Apple lebih dari satu. Di luar Windows dan Linux, ada sistem operasi alternatif yang menarik. --- If you need an office in Surabaya you don't have to invest on furnitures, ac etc. Use our 'virtual' office offerings, visit http://www.datacom.co.id/profile/office.htm or email [EMAIL PROTECTED] for enquiry that suit your needs. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12huslikc/M=362329.6886308.7839368.1510227/D=groups/S=1705005512:TM/Y=YAHOO/EXP=1123239205/A=2894321/R=0/SIG=11dvsfulr/*http://youthnoise.com/page.php?page_id=1992 ">Fair play? Video games influencing politics. Click and talk back!</a>.</font> --------------------------------------------------------------------~-> Visit our website at http://www.warnet2000.net Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
