Kesiapan Jaringan dan Ponsel Masuki Era Baru
Perkembangan akses nirkabel kecepatan tinggi (broadband) di beberapa negara mulai terlihat berkembang pesat, dan pada tahun 2006 ini pasar broadband nirkabel diperkirakan akan mencapai momentumnya. Sekarang sudah tersedia 105 jaringan yang memiliki fasilitas 3G dan pada akhir tahun 2006 ini akan mencapai 160 jaringan 3G dan di kawasan Asia-Pasifik sekarang terdapat 22 jaringan yang siap menggelar layanan 3G. Menurut Simon Beresford-Wylie, Executive Vice President & General Manager Network Nokia Corporation, dalam percakapan dengan Kompas dua pekan lalu, titik penentu keberhasilan operasional 3G adalah pada perangkat yang tersedia, dan pasaran Jepang adalah kisah sukses pelaksanaan teknologi 3G. Beresford-Wylie menjelaskan optimismenya, pelanggan ponsel mencapai 2 miliar orang pada tahun 2007 bersamaan dengan semakin luasnya penggunaan teknologi 3G. Berdasarkan berbagai perhitungan, pengguna ponsel pada tahun 2008 nanti akan melampaui penggunaan telepon kabel (PSTN) dua kali lebih banyak. Melihat perkembangan 3G yang di Indonesia baru menyelesaikan proses kepemilikan lisensi, ada dua isu yang menjadi perhatian menarik, masing-masing berkaitan dengan pengalaman penggunanya harus tepat dan harus bisa memberikan layanan roaming, terutama di kawasan Asia-Pasifik dengan pertumbuhan ekonomi yang paling tinggi sekarang ini. Pengalaman pengguna akan sangat berkaitan dengan penggunaan teknologi 3G sehingga dibutuhkan upaya keras para operator penyelenggara 3G untuk memberikan beragam jasa layanan, seperti streaming, download musik digital, dan bahkan layanan teleponi video untuk menarik pelanggan baru serta membedakan layanan mereka yang sudah ada sekarang ini. 3.000 lagu Dalam kaitan dengan perkembangan ini, kita melihat bahwa ponsel Nokia N91 menjadi semacam perangkat pengantar menuju ke penggunaan teknologi dalam proyeksi yang lebih luas sebagai persiapan memasuki era 3G (baca: triji). Ponsel terbaru ini merupakan gabungan tanpa sekat pembatas antara pemutar musik digital MP3 dan kemampuan teleponi bergerak. Dibanding dengan ponsel Nokia seri lainnya, N91 terasa lebih besar (bulky) sesuai dengan fitur barunya yang memiliki kapasitas penyimpanan memori sebesar 4 GB menggunakan micro harddrive. Para pengamat ponsel yakin bahwa memori besar yang digunakan N91 ini menggunakan perangkat penyimpanan memori buatan Hitachi, perangkat sama yang digunakan pada generasi iPod Mini buatan Apple. Sistem penataan musik yang diperkenalkan pada N91 ini setara dengan perangkat pemutar MP3 lainnya, dan mudah digunakan karena disediakan sebuah tombol (joystick) yang secara mudah bisa memilih dan mengendalikan lagu-lagu yang bisa tersimpan pada N91 sampai sebanyak 3.000 judul. Sekilas, Nokia N91 ini tanpa terasa menjadi sebuah pemutar MP3 ketimbang sebuah ponsel yang memiliki beragam fitur, termasuk akses nirkabel untuk memindahkan lagu-lagu digital. Perangkat ini menjadi sebuah ponsel ketika kendali MP3 didorong ke bawah dan menampilkan tombol-tombol angka yang lazim digunakan ponsel. Memang tombol-tombol pemutar angka ponsel ini terasa lebih kecil sehingga mereka yang terbiasa cepat menggunakan satu jari membuat pesan singkat SMS memerlukan waktu untuk membiasakan dengan tombol-tombol tersebut. Kualitas suara yang dihasilkan N91 pun sangat memuaskan ketimbang merek lain yang ada di pasaran, walaupun masih belum menyamai kemampuan iPod dalam menghadirkan suara pada posisi volume suara penuh. Saling menguntungkan Persoalan lanjutannya dengan kehadiran N91 dalam konteks ketersediaan akses 3G dan pengalaman penggunanya memasuki era teknologi baru adalah berapa besar tarif yang harus dikenakan ke konsumen ketika mengakses musik digital menggunakan fasilitas 3G atau EDGE seperti yang tersedia pada N91? Tarif memang menjadi sebuah persoalan kritikal seperti yang sekarang terjadi di Indonesia, yang menurunkan tarifnya sampai yang paling rendah sekitar Rp 2 per kilobyte. Menurut Simon Beresford-Wylie, basis penarifan seharusnya berdasarkan biaya rata (flat rate). "Banyak operator memberlakukan flat rate dan meningkatkan pendapatan mereka sampai sepuluh kali lipat," jelasnya. Memang ada beberapa kendala yang dihadapi ketika harus membawa konsumen untuk bisa menikmati akses broadband nirkabel yang digelar operator. Salah satunya adalah apakah menjadi masuk akal kalau musik MP3 yang di-download harganya lebih mahal (harga lagunya dan koneksi yang digunakan) ketimbang membelinya di toko musik? Akibatnya, orang akan cenderung untuk membeli di toko musik dan tidak menggunakan akses teknologi 3G atau EDGE yang disediakan. Ketika sistem jaringan dan perangkat sudah siap untuk memasuki era baru telekomunikasi, persoalan yang tersisa memang akan terletak pada masing-masing operator untuk mengejawantahkannya menjadi sebuah skema bisnis yang memadai. Memadai dalam pengertian saling menguntungkan, baik untuk konsumen (karena bisa memiliki musik terbaru yang dibeli melalui jaringan seluler) maupun operatornya sendiri karena maraknya pemakai. (rlp) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Home is just a click away. Make Yahoo! your home page now. http://us.click.yahoo.com/DHchtC/3FxNAA/yQLSAA/IHFolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> If you like this list, the moderator will be thankful if you would transfer some amounts to BCA account no. 064 100 2762. The moderator identity will be revealed. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/warnet2000/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
